<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pedagang Bendera 17 Agustus Ngeluh Kalah Saing dengan Lapak Online</title><description>Pedagang bendera 17 Agustus mengeluh kalah saing dengan penjual online.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/14/455/3049232/pedagang-bendera-17-agustus-ngeluh-kalah-saing-dengan-lapak-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/14/455/3049232/pedagang-bendera-17-agustus-ngeluh-kalah-saing-dengan-lapak-online"/><item><title>Pedagang Bendera 17 Agustus Ngeluh Kalah Saing dengan Lapak Online</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/14/455/3049232/pedagang-bendera-17-agustus-ngeluh-kalah-saing-dengan-lapak-online</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/14/455/3049232/pedagang-bendera-17-agustus-ngeluh-kalah-saing-dengan-lapak-online</guid><pubDate>Rabu 14 Agustus 2024 20:38 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Farhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/14/455/3049232/pedagang-bendera-17-agustus-ngeluh-kalah-saing-dengan-lapak-online-MNARw7I3Wb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang bendera mengeluh kalah saing dengan online (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/14/455/3049232/pedagang-bendera-17-agustus-ngeluh-kalah-saing-dengan-lapak-online-MNARw7I3Wb.jpg</image><title>Pedagang bendera mengeluh kalah saing dengan online (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pedagang bendera 17 Agustus mengeluh kalah saing dengan penjual online. Para pedagang bendera merah putih mengalami penurunan penjualan atau malah meningkat karena beradaptasi memperdagangkan varian yang unik.
Sebut saja salah satu pedagang bendera di Pasar Tanah Abang, Aziz (38) mengungkapkan dirinya mengalami penurunan omzet di tiap tahunnya. Meski terbiasa membuka lapak dagangnya sebulan sebelum 17 Agustus, Aziz mengaku keuntungan dagangnya hanya bisa memenuhi kebutuhan makan saja saat ini.

BACA JUGA:
Jalan di IKN Dibersihkan Jelang HUT RI, Tak Lagi Berdebu


&quot;Setiap tahun omzet saya turun, dulu per harinya bisa untung satu juta rupiah per hari. Kalau sekarang cuma bisa buat makan saja, kira-kira Rp500 ribu per harinya,&quot; kata Aziz di lokasi, Rabu (14/8/2024).
Aziz mengungkapkan penjualan bendera masih menjadi primadona dagangannya. Namun demikian seperti umbul-umbul, background, bendera mini semakin menurun dari penjualannya.

BACA JUGA:
Jelang HUT RI, 13 Desa di Kabupaten Sintang Kini Terang dengan Listrik PLN


&quot;Kalau sekarang masih yang laku itu bendera sama hiasan yang digantung di dinding. Sisanya sudah berkurang semua, tidak laku malahan,&quot; terang Aziz.
Lebih lanjut, Aziz mengatakan faktor utama penurunan omzet dagangannya karena maraknya penjualan secara aplikasi online shop. Dia mengatakan banyak bendera kualitas sama, dijual sampai setengah harga dari dagangannya.
&quot;Harga jual di online shop, jauh banget dibanding dagangan saya. Bendera saya yang paling laku ini kan dijual Rp30 ribu, kalau di online shop bisa setengahnya, kira-kira Rp15 ribu,&quot; ungkap Aziz.
&quot;Kalau online shop kan enak, mereka tidak perlu bayar sewa tempat. Kalau saya kan perlu bayar setoran dan sewa juga,&quot; sambung Aziz.
Berbeda dengan Aziz, Aci (33) yang juga berdagang pernak-pernik  kemerdekaan 17 Agustus di lokasi yang sama, mengaku mendapatkan  peningkatan keuntungan dibandingkan tahun sebelumnya. Aci mengatakan  dirinya kini tidak lagi berjualan bendera saja namun ditambah baju-baju  anak-anak dengan warna bendera merah putih.
&quot;Kalau dagang bendera saja, sudah jarang lakunya. Jadi saya jual  baju-baju warna bendera merah putih buat anak-anak. Sekarang lagi  laku-lakunya,&quot; kata Aci.
Aci menuturkan, dia menjual baju anak-anak satu setel tersebut  seharga Rp45 ribuan. Ia mengaku penjualan baju anak-anak bertemakan  kemerdekaan tersebut, menjadi inovasinya di tengah menurunnya penjualan  bendera.
&quot;Dulu omzet saya pada tahun lalu, per harinya palingan cuma dapat  Rp700 ribu sampai Rp800 ribu. Sekarang naik per harinya jadi satu juta  lebih,&quot; terang Aci.
Meski demikian, Aci mengatakan dirinya juga terancam penjualannya  dengan online shop. Senada dengan Aziz, Aci mengatakan harga jual  memiliki selisih jauh hingga setengah harganya.
&quot;Makanya saya malas kalau ada pembeli yang membandingkan harga dengan online shop, malas banget deh,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pedagang bendera 17 Agustus mengeluh kalah saing dengan penjual online. Para pedagang bendera merah putih mengalami penurunan penjualan atau malah meningkat karena beradaptasi memperdagangkan varian yang unik.
Sebut saja salah satu pedagang bendera di Pasar Tanah Abang, Aziz (38) mengungkapkan dirinya mengalami penurunan omzet di tiap tahunnya. Meski terbiasa membuka lapak dagangnya sebulan sebelum 17 Agustus, Aziz mengaku keuntungan dagangnya hanya bisa memenuhi kebutuhan makan saja saat ini.

BACA JUGA:
Jalan di IKN Dibersihkan Jelang HUT RI, Tak Lagi Berdebu


&quot;Setiap tahun omzet saya turun, dulu per harinya bisa untung satu juta rupiah per hari. Kalau sekarang cuma bisa buat makan saja, kira-kira Rp500 ribu per harinya,&quot; kata Aziz di lokasi, Rabu (14/8/2024).
Aziz mengungkapkan penjualan bendera masih menjadi primadona dagangannya. Namun demikian seperti umbul-umbul, background, bendera mini semakin menurun dari penjualannya.

BACA JUGA:
Jelang HUT RI, 13 Desa di Kabupaten Sintang Kini Terang dengan Listrik PLN


&quot;Kalau sekarang masih yang laku itu bendera sama hiasan yang digantung di dinding. Sisanya sudah berkurang semua, tidak laku malahan,&quot; terang Aziz.
Lebih lanjut, Aziz mengatakan faktor utama penurunan omzet dagangannya karena maraknya penjualan secara aplikasi online shop. Dia mengatakan banyak bendera kualitas sama, dijual sampai setengah harga dari dagangannya.
&quot;Harga jual di online shop, jauh banget dibanding dagangan saya. Bendera saya yang paling laku ini kan dijual Rp30 ribu, kalau di online shop bisa setengahnya, kira-kira Rp15 ribu,&quot; ungkap Aziz.
&quot;Kalau online shop kan enak, mereka tidak perlu bayar sewa tempat. Kalau saya kan perlu bayar setoran dan sewa juga,&quot; sambung Aziz.
Berbeda dengan Aziz, Aci (33) yang juga berdagang pernak-pernik  kemerdekaan 17 Agustus di lokasi yang sama, mengaku mendapatkan  peningkatan keuntungan dibandingkan tahun sebelumnya. Aci mengatakan  dirinya kini tidak lagi berjualan bendera saja namun ditambah baju-baju  anak-anak dengan warna bendera merah putih.
&quot;Kalau dagang bendera saja, sudah jarang lakunya. Jadi saya jual  baju-baju warna bendera merah putih buat anak-anak. Sekarang lagi  laku-lakunya,&quot; kata Aci.
Aci menuturkan, dia menjual baju anak-anak satu setel tersebut  seharga Rp45 ribuan. Ia mengaku penjualan baju anak-anak bertemakan  kemerdekaan tersebut, menjadi inovasinya di tengah menurunnya penjualan  bendera.
&quot;Dulu omzet saya pada tahun lalu, per harinya palingan cuma dapat  Rp700 ribu sampai Rp800 ribu. Sekarang naik per harinya jadi satu juta  lebih,&quot; terang Aci.
Meski demikian, Aci mengatakan dirinya juga terancam penjualannya  dengan online shop. Senada dengan Aziz, Aci mengatakan harga jual  memiliki selisih jauh hingga setengah harganya.
&quot;Makanya saya malas kalau ada pembeli yang membandingkan harga dengan online shop, malas banget deh,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
