<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hitung-hitungan Jokowi Bangun LRT, MRT dan Kereta Tanpa Rel, Lebih Murah Mana?</title><description>Jokowi menyatakan biaya investasi pembangunan Kereta Tanpa Awak atau Autonomous Rail Transit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/14/470/3048796/hitung-hitungan-jokowi-bangun-lrt-mrt-dan-kereta-tanpa-rel-lebih-murah-mana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/14/470/3048796/hitung-hitungan-jokowi-bangun-lrt-mrt-dan-kereta-tanpa-rel-lebih-murah-mana"/><item><title>Hitung-hitungan Jokowi Bangun LRT, MRT dan Kereta Tanpa Rel, Lebih Murah Mana?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/14/470/3048796/hitung-hitungan-jokowi-bangun-lrt-mrt-dan-kereta-tanpa-rel-lebih-murah-mana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/14/470/3048796/hitung-hitungan-jokowi-bangun-lrt-mrt-dan-kereta-tanpa-rel-lebih-murah-mana</guid><pubDate>Rabu 14 Agustus 2024 10:37 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/14/470/3048796/hitung-hitungan-jokowi-bangun-lrt-mrt-dan-kereta-tanpa-rel-lebih-murah-mana-0FBSqIOYbm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi soal Bangun LRT (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/14/470/3048796/hitung-hitungan-jokowi-bangun-lrt-mrt-dan-kereta-tanpa-rel-lebih-murah-mana-0FBSqIOYbm.jpg</image><title>Presiden Jokowi soal Bangun LRT (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan biaya investasi pembangunan Kereta Tanpa Awak atau Autonomous Rail Transit (ART) lebih murah ketimbang membangun MRT atau LRT yang saat ini dikembangkan di perkotaan.
Jokowi merinci membangun MRT diperlukan investasi sekitar Rp2,3 triliun per kilometer, sedangkan untuk LRT diperlukan biaya sekitar Rp700 miliar per kilometer. Sedangkan nilai Investasi ART hanya cukup memerlukan pengadaan trainset yaitu Rp70 miliar untuk satu rangkaian.

BACA JUGA:
Jokowi Siap Bangun Proyek Baru di IKN Usai Upacara HUT ke-79 RI

Sebab menurutnya pengembangan Kereta Tanpa Awak sendiri pada dasarnya hanya membutuhkan jaringan jalan, sehingga tidak perlu untuk melakukan pembebasan lahan atau kegiatan konstruksi untuk membangun tiang pancang atau membanguan terowongan dengan biaya yang tidak murah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xMy8xLzE4MzkxMS81L3g5M3ozcXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Trem otonom kira-kira harganya Rp70-an miliar satu unit rangkaian. Kalau kita mau membangun MRT itu per kilometernya Rp2,3 triliun, kalau kita mau membangun LRT itu kurang lebih Rp700 miliar per kilometer,&quot; kata Jokowi di IKN, Selasa (13/8/2024).

BACA JUGA:
Jajal Kereta Tanpa Rel di IKN, Jokowi: Murah dan Energinya Bersih

Meski memiliki nilai investasi yang lebih murah, namun pembangunan moda transportasi tanpa awak ini menurutnya juga cukup sulit jika diterapkan di Ibukota. Sebab ART membutuhkan badan jalan yang lebih lebar sebagai jalur khusus.&quot;Problemnya sekarang ini memang hampir di semua kota jalannya kurang lebar. Sehingga tidak semua kota bisa memakai ART,&quot; kata Kepala Negara.
Jokowi berharap ke depannya angkutan transportasi massal berbasis listrik tersebut dapat digunakan di IKN dan juga kota-kota lainnya di Indonesia.
&quot;Kalau kita pakai trem otonom memang jalan harus lebar, dan jalan di IKN memang sudah didesain lebar, mencukupi untuk itu. Kota-kota lain di Indonesia saya kira semuanya membutuhkan transportasi massal yang berbasis energi hijau,&quot; pungkasnya.
Jokowi menambahkan salah satu kelebihan dari penggunaan trem otonom adalah biaya yang relatif murah. Sebab, pengoperasian trem otonom tidak berbasis rel dan cukup menggunakan jalan yang sudah ada, sehingga tidak membutuhkan pembangunan infrastruktur.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan biaya investasi pembangunan Kereta Tanpa Awak atau Autonomous Rail Transit (ART) lebih murah ketimbang membangun MRT atau LRT yang saat ini dikembangkan di perkotaan.
Jokowi merinci membangun MRT diperlukan investasi sekitar Rp2,3 triliun per kilometer, sedangkan untuk LRT diperlukan biaya sekitar Rp700 miliar per kilometer. Sedangkan nilai Investasi ART hanya cukup memerlukan pengadaan trainset yaitu Rp70 miliar untuk satu rangkaian.

BACA JUGA:
Jokowi Siap Bangun Proyek Baru di IKN Usai Upacara HUT ke-79 RI

Sebab menurutnya pengembangan Kereta Tanpa Awak sendiri pada dasarnya hanya membutuhkan jaringan jalan, sehingga tidak perlu untuk melakukan pembebasan lahan atau kegiatan konstruksi untuk membangun tiang pancang atau membanguan terowongan dengan biaya yang tidak murah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xMy8xLzE4MzkxMS81L3g5M3ozcXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Trem otonom kira-kira harganya Rp70-an miliar satu unit rangkaian. Kalau kita mau membangun MRT itu per kilometernya Rp2,3 triliun, kalau kita mau membangun LRT itu kurang lebih Rp700 miliar per kilometer,&quot; kata Jokowi di IKN, Selasa (13/8/2024).

BACA JUGA:
Jajal Kereta Tanpa Rel di IKN, Jokowi: Murah dan Energinya Bersih

Meski memiliki nilai investasi yang lebih murah, namun pembangunan moda transportasi tanpa awak ini menurutnya juga cukup sulit jika diterapkan di Ibukota. Sebab ART membutuhkan badan jalan yang lebih lebar sebagai jalur khusus.&quot;Problemnya sekarang ini memang hampir di semua kota jalannya kurang lebar. Sehingga tidak semua kota bisa memakai ART,&quot; kata Kepala Negara.
Jokowi berharap ke depannya angkutan transportasi massal berbasis listrik tersebut dapat digunakan di IKN dan juga kota-kota lainnya di Indonesia.
&quot;Kalau kita pakai trem otonom memang jalan harus lebar, dan jalan di IKN memang sudah didesain lebar, mencukupi untuk itu. Kota-kota lain di Indonesia saya kira semuanya membutuhkan transportasi massal yang berbasis energi hijau,&quot; pungkasnya.
Jokowi menambahkan salah satu kelebihan dari penggunaan trem otonom adalah biaya yang relatif murah. Sebab, pengoperasian trem otonom tidak berbasis rel dan cukup menggunakan jalan yang sudah ada, sehingga tidak membutuhkan pembangunan infrastruktur.</content:encoded></item></channel></rss>
