<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Pakaian China Masih Banjiri Indonesia, Ini Buktinya</title><description>Impor pakaian China masih membanjiri Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/15/320/3049587/impor-pakaian-china-masih-banjiri-indonesia-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/15/320/3049587/impor-pakaian-china-masih-banjiri-indonesia-ini-buktinya"/><item><title>Impor Pakaian China Masih Banjiri Indonesia, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/15/320/3049587/impor-pakaian-china-masih-banjiri-indonesia-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/15/320/3049587/impor-pakaian-china-masih-banjiri-indonesia-ini-buktinya</guid><pubDate>Kamis 15 Agustus 2024 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/15/320/3049587/impor-pakaian-china-masih-banjiri-indonesia-ini-buktinya-uuCysO6Htx.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Impor pakaian China masih banjiri Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/15/320/3049587/impor-pakaian-china-masih-banjiri-indonesia-ini-buktinya-uuCysO6Htx.jpeg</image><title>Impor pakaian China masih banjiri Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Impor pakaian China masih membanjiri Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masih ada impor pakaian jadi dari China hingga Vietnam yang masuk ke RI.
Plt Kepala BPS Amalia mengatakan, impor pakaian jadi berupa pakaian rajutan atau HS 61 meningkat 55,46% secara bulanan dan impor pakaian jadi bukan rajutan atau HS 62 naik 29,01%.

BACA JUGA:
Impor RI Tembus USD21,7 Miliar di Juli 2024, Naik 17,8%

Dikatakannya, untuk HS61 utamanya berasal dari Tiongkok, Vietnam, Bangladesh, Turki dan Italia. Kemudian HS 62 utamanya berasal dari Tiongkok, Bangladesh Vietnam, Hong Kong dan Maroko.
&quot;Namun perlu jadi catatan, secara kumulatif pakaian dan aksesori lanjutan HS 61 dari Tiongkok sepanjang Januari sampai Juli 2024 mengalami penurunan sebanyak 4,75% dengan komoditas terbesar mengalami penurunan pakaian atau aksesori dirajut,&quot; terang Amalia konferensi pers hari ini, Kamis (15/8/2024).

BACA JUGA:
Industri Lokal Diserang Produk Impor, Begini Strategi Sri Mulyani


Sementara untuk HS 62 mengalami penurunan sebesar 7,71%, di mana HS 62 adalah kelompok dan aksesori bukan rajutan. Kemudian yang mengalami penurunan cukup tinggi adalah kelompok bra berbahan non katun.
&quot;Jadi sekali lagi kalau bulanan mengalami peningkatan tapi kalau data  ekspor dsn impor yang lebih relatif baik melihat angka kumulatif bulan  satu periode. Kalau bulanan relatif pengaruhi waktu pengiriman kebutuhan  stok akan berbeda,&quot; paparnya.
&quot;Tetapi kalau kita lihat bagaimana performa ekspor atau impor suatu  negara lebih baik dilihat dalam angka diakumulasikan,&quot; pungkas Amalia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Impor pakaian China masih membanjiri Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masih ada impor pakaian jadi dari China hingga Vietnam yang masuk ke RI.
Plt Kepala BPS Amalia mengatakan, impor pakaian jadi berupa pakaian rajutan atau HS 61 meningkat 55,46% secara bulanan dan impor pakaian jadi bukan rajutan atau HS 62 naik 29,01%.

BACA JUGA:
Impor RI Tembus USD21,7 Miliar di Juli 2024, Naik 17,8%

Dikatakannya, untuk HS61 utamanya berasal dari Tiongkok, Vietnam, Bangladesh, Turki dan Italia. Kemudian HS 62 utamanya berasal dari Tiongkok, Bangladesh Vietnam, Hong Kong dan Maroko.
&quot;Namun perlu jadi catatan, secara kumulatif pakaian dan aksesori lanjutan HS 61 dari Tiongkok sepanjang Januari sampai Juli 2024 mengalami penurunan sebanyak 4,75% dengan komoditas terbesar mengalami penurunan pakaian atau aksesori dirajut,&quot; terang Amalia konferensi pers hari ini, Kamis (15/8/2024).

BACA JUGA:
Industri Lokal Diserang Produk Impor, Begini Strategi Sri Mulyani


Sementara untuk HS 62 mengalami penurunan sebesar 7,71%, di mana HS 62 adalah kelompok dan aksesori bukan rajutan. Kemudian yang mengalami penurunan cukup tinggi adalah kelompok bra berbahan non katun.
&quot;Jadi sekali lagi kalau bulanan mengalami peningkatan tapi kalau data  ekspor dsn impor yang lebih relatif baik melihat angka kumulatif bulan  satu periode. Kalau bulanan relatif pengaruhi waktu pengiriman kebutuhan  stok akan berbeda,&quot; paparnya.
&quot;Tetapi kalau kita lihat bagaimana performa ekspor atau impor suatu  negara lebih baik dilihat dalam angka diakumulasikan,&quot; pungkas Amalia.</content:encoded></item></channel></rss>
