<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua MPR Bamsoet Wanti-Wanti Krisis Pangan, RI Jangan Andalkan Impor</title><description>Populasi penduduk dunia khususnya di Indonesia, akan membutuhkan daya dukung bahan pangan yang lebih besar.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/320/3049929/ketua-mpr-bamsoet-wanti-wanti-krisis-pangan-ri-jangan-andalkan-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/320/3049929/ketua-mpr-bamsoet-wanti-wanti-krisis-pangan-ri-jangan-andalkan-impor"/><item><title>Ketua MPR Bamsoet Wanti-Wanti Krisis Pangan, RI Jangan Andalkan Impor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/320/3049929/ketua-mpr-bamsoet-wanti-wanti-krisis-pangan-ri-jangan-andalkan-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/320/3049929/ketua-mpr-bamsoet-wanti-wanti-krisis-pangan-ri-jangan-andalkan-impor</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2024 10:10 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Ruth Apriliani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/16/320/3049929/ketua-mpr-bamsoet-wanti-wanti-krisis-pangan-ri-jangan-andalkan-impor-xLJU4iUxGa.png" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MPR Wanti-Wanti Krisis Pangan (Foto: Tangkapan Layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/16/320/3049929/ketua-mpr-bamsoet-wanti-wanti-krisis-pangan-ri-jangan-andalkan-impor-xLJU4iUxGa.png</image><title>Ketua MPR Wanti-Wanti Krisis Pangan (Foto: Tangkapan Layar)</title></images><description>JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, meningkatnya populasi penduduk dunia khususnya di Indonesia, akan membutuhkan daya dukung bahan pangan yang lebih besar.
Pada saat bersamaan, sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan, justru menghadapi beragam tekanan.
&quot;Mulai dari makin sempitnya lahan pertanian, stagnasi produksi, meningkatnya frekuensi hama dan penyakit tumbuhan, makin mahalnya biaya produksi, serta ancaman perubahan iklim,&quot; kata Bamsoet dalam Sidang Tahunan MPR RI, DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024)

BACA JUGA:Jokowi Bacakan Nota Keuangan Hari Ini, RAPBN 2025 untuk Prabowo&amp;nbsp;


Bamsoet menambahkan, untuk menghindari risiko krisis pangan di masa yang akan datang, Indonesia perlu menyiapkan strategi besar untuk menciptakan kedaulatan pangan Indonesia.
&quot;Bukan sekedar ketahanan pangan, yang acapkali mengandalkan impor bahan-bahan pangan dari luar negeri,&quot; katanya.

BACA JUGA:Dirut Bulog Ungkap Penyebab RI di Pinggir Jurang Krisis Pangan&amp;nbsp;


Sementara itu, kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi, juga diharapkan menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang kita hadapi saat ini.
&quot;Digitalisasi layanan dari perdagangan, jasa keuangan, hingga pemerintahan, berkembang semakin cepat dalam satu dekade terakhir. Namun digitalisasi yang berkembang pesat juga meninggalkan persoalan lain, yakni melebarnya ketimpangan digital, terutama di Indonesia bagian timur,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, meningkatnya populasi penduduk dunia khususnya di Indonesia, akan membutuhkan daya dukung bahan pangan yang lebih besar.
Pada saat bersamaan, sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan, justru menghadapi beragam tekanan.
&quot;Mulai dari makin sempitnya lahan pertanian, stagnasi produksi, meningkatnya frekuensi hama dan penyakit tumbuhan, makin mahalnya biaya produksi, serta ancaman perubahan iklim,&quot; kata Bamsoet dalam Sidang Tahunan MPR RI, DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024)

BACA JUGA:Jokowi Bacakan Nota Keuangan Hari Ini, RAPBN 2025 untuk Prabowo&amp;nbsp;


Bamsoet menambahkan, untuk menghindari risiko krisis pangan di masa yang akan datang, Indonesia perlu menyiapkan strategi besar untuk menciptakan kedaulatan pangan Indonesia.
&quot;Bukan sekedar ketahanan pangan, yang acapkali mengandalkan impor bahan-bahan pangan dari luar negeri,&quot; katanya.

BACA JUGA:Dirut Bulog Ungkap Penyebab RI di Pinggir Jurang Krisis Pangan&amp;nbsp;


Sementara itu, kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi, juga diharapkan menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang kita hadapi saat ini.
&quot;Digitalisasi layanan dari perdagangan, jasa keuangan, hingga pemerintahan, berkembang semakin cepat dalam satu dekade terakhir. Namun digitalisasi yang berkembang pesat juga meninggalkan persoalan lain, yakni melebarnya ketimpangan digital, terutama di Indonesia bagian timur,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
