<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia di Era Jokowi Belum 100% Terang Benderang   </title><description>Indonesia belum 100% terang benderang di era Presiden Jokowi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/320/3050009/indonesia-di-era-jokowi-belum-100-terang-benderang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/320/3050009/indonesia-di-era-jokowi-belum-100-terang-benderang"/><item><title>Indonesia di Era Jokowi Belum 100% Terang Benderang   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/320/3050009/indonesia-di-era-jokowi-belum-100-terang-benderang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/320/3050009/indonesia-di-era-jokowi-belum-100-terang-benderang</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2024 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/16/320/3050009/indonesia-di-era-jokowi-belum-100-terang-benderang-GQH1p6yYae.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rasio Elektrifikasi di Era Jokowi Baru 99%. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/16/320/3050009/indonesia-di-era-jokowi-belum-100-terang-benderang-GQH1p6yYae.jpg</image><title>Rasio Elektrifikasi di Era Jokowi Baru 99%. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia belum 100% terang benderang di era Presiden Jokowi. Selama 10 tahun kepemimpinannya, capaian rasio elektrifikasi baru 99%.
&quot;Cakupan elektrifikasi terus kita perluas hingga mencapai 99% di tahun 2024,&quot; ujar Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI 2024 dan Sidang Bersama DPR RI 2024, Jumat (16/8/2024).
Meski demikian, pemerintah melalui Kementerian ESDM terus melakukan upaya percepatan rasio elektrifikasi. Merujuk data Kementerian ESDM, sumber utama aliran listrik dari total 99,78% rumah tangga terlistrikan di Indonesia itu, sebanyak 98,32% listriknya berasal dari listrik PLN, dan 1,46% sisanya berlistrik non-PLN.

BACA JUGA:
Rasio Elektrifikasi 100% Butuh Rp22 Triliun

Kondisi Indonesia yang kepulauan dan besarnya populasi merupakan tantangan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Peraturan Menteri ESDM nomor 38 tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Perdesaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan, dan Pulau Kecil Berpenduduk Melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Skala Kecil, merupakan salah satu upaya mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi. Badan usaha milik daerah diharapkan memanfaatkan aturan itu untuk berpartisipasi meningkatkan rasio elektrifikasi dengan mengajukan izin wilayah usaha seperti yang dilakukan oleh PD Tuah Sekata di Pelalawan, Riau, misalnya.
Guna mewujudkan layanan listrik 100% untuk seluruh masyarakat di tanah air di 2024, Kementerian ESDM melakukan langkah  identifikasi daerah yang belum terjangkau, yang remote, dan yang masih belum terlistrikan.

BACA JUGA:
Jokowi Sebut Angka Stunting di Indonesia Turun dalam 10 Tahun Terakhir, Sesuai Target?

Hingga akhir Desember 2023, jumlah rumah tangga belum berlistrik diproyeksikan sebanyak 185.662 rumah tangga. Sementara itu, sebanyak 140 desa belum dialiri listrik. Dari jumlah tersebut, 12 desa di Provinsi Papua Barat Daya, sembilan desa di Papua, 56 desa di Papua Pegunungan, 47 desa di Papua Tengah, dan 16 desa di Papua Selatan.
Di sisi lain, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia tidak ingin kehilangan momentum karena Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi hijau, yaitu sekitar lebih dari 3.600 GW, baik dari energi air, angin, matahari, panas bumi, gelombang laut, dan bio energi.
&quot;Kita terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia melakukan transisi energi secara hati-hati dan bertahap. Transisi energi yang ingin kita wujudkan adalah transisi energi yang berkeadilan, yang terjangkau dan mudahdiakses oleh masyarakat,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xNi8xLzE4NDAyNi8zL2Fra1JQZnhWS1h3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di sisi lain, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia tidak ingin kehilangan momentum karena Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi hijau, yaitu sekitar lebih dari 3.600 GW, baik dari energi&amp;nbsp;
&quot;Kita terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia melakukan transisi energi secara hati-hati dan bertahap. Transisi energi yang ingin kita wujudkan adalah transisi energi yang berkeadilan, yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia belum 100% terang benderang di era Presiden Jokowi. Selama 10 tahun kepemimpinannya, capaian rasio elektrifikasi baru 99%.
&quot;Cakupan elektrifikasi terus kita perluas hingga mencapai 99% di tahun 2024,&quot; ujar Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI 2024 dan Sidang Bersama DPR RI 2024, Jumat (16/8/2024).
Meski demikian, pemerintah melalui Kementerian ESDM terus melakukan upaya percepatan rasio elektrifikasi. Merujuk data Kementerian ESDM, sumber utama aliran listrik dari total 99,78% rumah tangga terlistrikan di Indonesia itu, sebanyak 98,32% listriknya berasal dari listrik PLN, dan 1,46% sisanya berlistrik non-PLN.

BACA JUGA:
Rasio Elektrifikasi 100% Butuh Rp22 Triliun

Kondisi Indonesia yang kepulauan dan besarnya populasi merupakan tantangan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Peraturan Menteri ESDM nomor 38 tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Perdesaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan, dan Pulau Kecil Berpenduduk Melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Skala Kecil, merupakan salah satu upaya mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi. Badan usaha milik daerah diharapkan memanfaatkan aturan itu untuk berpartisipasi meningkatkan rasio elektrifikasi dengan mengajukan izin wilayah usaha seperti yang dilakukan oleh PD Tuah Sekata di Pelalawan, Riau, misalnya.
Guna mewujudkan layanan listrik 100% untuk seluruh masyarakat di tanah air di 2024, Kementerian ESDM melakukan langkah  identifikasi daerah yang belum terjangkau, yang remote, dan yang masih belum terlistrikan.

BACA JUGA:
Jokowi Sebut Angka Stunting di Indonesia Turun dalam 10 Tahun Terakhir, Sesuai Target?

Hingga akhir Desember 2023, jumlah rumah tangga belum berlistrik diproyeksikan sebanyak 185.662 rumah tangga. Sementara itu, sebanyak 140 desa belum dialiri listrik. Dari jumlah tersebut, 12 desa di Provinsi Papua Barat Daya, sembilan desa di Papua, 56 desa di Papua Pegunungan, 47 desa di Papua Tengah, dan 16 desa di Papua Selatan.
Di sisi lain, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia tidak ingin kehilangan momentum karena Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi hijau, yaitu sekitar lebih dari 3.600 GW, baik dari energi air, angin, matahari, panas bumi, gelombang laut, dan bio energi.
&quot;Kita terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia melakukan transisi energi secara hati-hati dan bertahap. Transisi energi yang ingin kita wujudkan adalah transisi energi yang berkeadilan, yang terjangkau dan mudahdiakses oleh masyarakat,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xNi8xLzE4NDAyNi8zL2Fra1JQZnhWS1h3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di sisi lain, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia tidak ingin kehilangan momentum karena Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi hijau, yaitu sekitar lebih dari 3.600 GW, baik dari energi&amp;nbsp;
&quot;Kita terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia melakukan transisi energi secara hati-hati dan bertahap. Transisi energi yang ingin kita wujudkan adalah transisi energi yang berkeadilan, yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
