<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Freeport Indonesia Terus Kembangkan Teknologi Penambangan Bawah Tanah Tanpa Awak</title><description>PT. Freeport Indonesia (PTFI) terus kembangkan teknologi nirawak (otomasi) untuk penambangan bawah tanah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/320/3050350/freeport-indonesia-terus-kembangkan-teknologi-penambangan-bawah-tanah-tanpa-awak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/320/3050350/freeport-indonesia-terus-kembangkan-teknologi-penambangan-bawah-tanah-tanpa-awak"/><item><title>Freeport Indonesia Terus Kembangkan Teknologi Penambangan Bawah Tanah Tanpa Awak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/320/3050350/freeport-indonesia-terus-kembangkan-teknologi-penambangan-bawah-tanah-tanpa-awak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/320/3050350/freeport-indonesia-terus-kembangkan-teknologi-penambangan-bawah-tanah-tanpa-awak</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2024 21:35 WIB</pubDate><dc:creator>M Budi Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/16/320/3050350/freeport-indonesia-terus-kembangkan-teknologi-penambangan-bawah-tanah-tanpa-awak-7dzn2Y0RPv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Freeport Indonesia menggunakan teknologi nirawak untuk penambangan bawah tanah (Foto: Budi Santosa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/16/320/3050350/freeport-indonesia-terus-kembangkan-teknologi-penambangan-bawah-tanah-tanpa-awak-7dzn2Y0RPv.jpg</image><title>Freeport Indonesia menggunakan teknologi nirawak untuk penambangan bawah tanah (Foto: Budi Santosa/Okezone)</title></images><description>TEMBAGAPURA - PT. Freeport Indonesia (PTFI) terus kembangkan teknologi nirawak (otomasi) untuk penambangan bawah tanah.
&quot;Kami kembangkan sejak 2008 sampai sekarang. Kami bekerja sama dengan Caterpillar, &quot; kata Senior VP Underground Mine PT. Freeport Indonesia Hengky Rumbino di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (16/8/2024).

BACA JUGA:
Cerita Jokowi Berhasil Kuasai Freeport hingga Blok Rokan dari Asing


(Foto: Teknologi penambangan yang digunakan PT. Freeport Indonesia/Budi Santosa)
Dijelaskannya, PTFI terus merintis inovasi teknologi tambang yang diwujudkan berupa operasi tambang bawah tanah dari jarak jauh (remote). Kereta listrik tak berawak, pengangkut (loader) bahan tambang tak berawak, hingga operasi secara remote pun dijalankan dari ruang kontrol di permukaan bumi.

BACA JUGA:
Hilirisasi Freeport Bisa Selamatkan Emas 60 Ton yang Hilang


(Foto: Teknologi penambangan yang digunakan PT. Freeport Indonesia/Budi Santosa)
&quot;Alat  ini sekarang berada 8 kilometer di bawah tanah. Kalau dulu awak/orang (operator) mengontrol di dalam alat, sekarang tidak perlu ada orangnya. Karena diremote dari control room dengan jaringan fiber optic dan wifi,&quot; kata Hengky.
Disebutkan Hengky teknologi dikembangkan karena tambang underground milik Freeport makin lama makin dalam. Apalagi, tanbang underground memiliki kompleksitas dan risiko keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan tambang biasa.&quot;Tantangan tambang underground ini cukup besar seperti tingginya debu  silika dan lumpur basah. Anda bisa bayangkan materi tambang itu seperti  odol, kalau dipencet bisa kemana-mana dengan kecepatan tinggi. Ini yang  bisa membayakan pekerja seperti tertimbun material. Untuk kenapa  dikembangkan teknologi nirawak ini,&quot; tambah Hengky.
Disebutkan dia, PTFI saat memiliki tidak kurang 200 operator remote yang bekerja 24 jam dengan sistem shift.
Disebutkan Hengky, Freeport Indonesia menjadi perusahaan pertama di dunia yang menerapkan teknologi tanpa awak.
Saat ini produksi tambang bawah tanah PTFI sekitar 125-150 ribu ton per hari.</description><content:encoded>TEMBAGAPURA - PT. Freeport Indonesia (PTFI) terus kembangkan teknologi nirawak (otomasi) untuk penambangan bawah tanah.
&quot;Kami kembangkan sejak 2008 sampai sekarang. Kami bekerja sama dengan Caterpillar, &quot; kata Senior VP Underground Mine PT. Freeport Indonesia Hengky Rumbino di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (16/8/2024).

BACA JUGA:
Cerita Jokowi Berhasil Kuasai Freeport hingga Blok Rokan dari Asing


(Foto: Teknologi penambangan yang digunakan PT. Freeport Indonesia/Budi Santosa)
Dijelaskannya, PTFI terus merintis inovasi teknologi tambang yang diwujudkan berupa operasi tambang bawah tanah dari jarak jauh (remote). Kereta listrik tak berawak, pengangkut (loader) bahan tambang tak berawak, hingga operasi secara remote pun dijalankan dari ruang kontrol di permukaan bumi.

BACA JUGA:
Hilirisasi Freeport Bisa Selamatkan Emas 60 Ton yang Hilang


(Foto: Teknologi penambangan yang digunakan PT. Freeport Indonesia/Budi Santosa)
&quot;Alat  ini sekarang berada 8 kilometer di bawah tanah. Kalau dulu awak/orang (operator) mengontrol di dalam alat, sekarang tidak perlu ada orangnya. Karena diremote dari control room dengan jaringan fiber optic dan wifi,&quot; kata Hengky.
Disebutkan Hengky teknologi dikembangkan karena tambang underground milik Freeport makin lama makin dalam. Apalagi, tanbang underground memiliki kompleksitas dan risiko keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan tambang biasa.&quot;Tantangan tambang underground ini cukup besar seperti tingginya debu  silika dan lumpur basah. Anda bisa bayangkan materi tambang itu seperti  odol, kalau dipencet bisa kemana-mana dengan kecepatan tinggi. Ini yang  bisa membayakan pekerja seperti tertimbun material. Untuk kenapa  dikembangkan teknologi nirawak ini,&quot; tambah Hengky.
Disebutkan dia, PTFI saat memiliki tidak kurang 200 operator remote yang bekerja 24 jam dengan sistem shift.
Disebutkan Hengky, Freeport Indonesia menjadi perusahaan pertama di dunia yang menerapkan teknologi tanpa awak.
Saat ini produksi tambang bawah tanah PTFI sekitar 125-150 ribu ton per hari.</content:encoded></item></channel></rss>
