<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Skenario ASN Pindah ke IKN, Ada Bonus?</title><description>Pemerintah menyiapkan dua skenaria terkait dengan pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/470/3050066/2-skenario-asn-pindah-ke-ikn-ada-bonus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/470/3050066/2-skenario-asn-pindah-ke-ikn-ada-bonus"/><item><title>2 Skenario ASN Pindah ke IKN, Ada Bonus?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/470/3050066/2-skenario-asn-pindah-ke-ikn-ada-bonus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/16/470/3050066/2-skenario-asn-pindah-ke-ikn-ada-bonus</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2024 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/16/470/3050066/2-skenario-asn-pindah-ke-ikn-ada-bonus-yPFTJNFCXZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PNS Pindah ke IKN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/16/470/3050066/2-skenario-asn-pindah-ke-ikn-ada-bonus-yPFTJNFCXZ.jpg</image><title>PNS Pindah ke IKN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  Pemerintah menyiapkan dua skenaria terkait dengan pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim).
Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, skenario pertama jika ASN harus sharing hunian, maka sebanyak 3.200 ASN akan diberangkatkan pada tahap pertama atau diperkirakan pada Oktober 2024.

BACA JUGA:
3.000 Formasi CPNS IKN Akan Diisi Putra Putri Kalimantan

Skenario kedua, bila tanpa sharing hunian, maka hanya 1.700 ASN yang akan dipindahkan dalam tahap pertama.
&amp;ldquo;Kalau 47 tower selesai di bulan Oktober, kan 12 tower sebagian untuk TNI/Polri, kita kemarin skenariokan kalau satu apartemen, satu ASN berkeluarga, itu 1.700. Tapi kalau sharing 3.200,&amp;rdquo; ujarnya di sela-sela Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xNC8yLzE4Mzk1Mi8zL29sM0JhWEhrRjZz&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hanya saja, Anas mengaku arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak diberlakukan sharing apartemen yang berkeluarga satu ASN satu apartemen.

BACA JUGA:
Cantiknya Sri Mulyani di Sidang Tahunan DPR

&amp;ldquo;Tapi Presiden sampaikan tidak sharing apartemen yang berkeluarga satu ASN, satu apartemen,&amp;rdquo; papar dia.Anas menjelaskan, sejumlah tempat hunian atau apartemen bagi ASN di Ibu Kota Nusantara belum rampung dikerjakan. Saat ini proses penyempurnaan konstruksi tengah dilakukan.
Kendati begitu, Kementerian PANRB tetap menyiapkan formula terkait Eselon di kementerian apa saja yang pindah ke ibu kota baru.
&amp;ldquo;Ini ada beberapa apartemen ASN yang sekarang sedang disempurnakan dan ini belum sepenuhnya selesai,&amp;rdquo; beber Anas.
Menurutnya, Presiden telah memberikan arahan agar ASN tidak harus dipaksakan segera pindah dari Jakarta ke IKN dalam waktu dekat ini, jika konstruksi hunian belum selesai dikerjakan. Adapun, target awal perpindahan ASN bisa dimulai pada September 2024.
&amp;ldquo;Oleh karena itu, bapak Presiden memberikan arahan tidak dipaksakan di bulan September kalau belum tuntas,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA -  Pemerintah menyiapkan dua skenaria terkait dengan pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim).
Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, skenario pertama jika ASN harus sharing hunian, maka sebanyak 3.200 ASN akan diberangkatkan pada tahap pertama atau diperkirakan pada Oktober 2024.

BACA JUGA:
3.000 Formasi CPNS IKN Akan Diisi Putra Putri Kalimantan

Skenario kedua, bila tanpa sharing hunian, maka hanya 1.700 ASN yang akan dipindahkan dalam tahap pertama.
&amp;ldquo;Kalau 47 tower selesai di bulan Oktober, kan 12 tower sebagian untuk TNI/Polri, kita kemarin skenariokan kalau satu apartemen, satu ASN berkeluarga, itu 1.700. Tapi kalau sharing 3.200,&amp;rdquo; ujarnya di sela-sela Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xNC8yLzE4Mzk1Mi8zL29sM0JhWEhrRjZz&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hanya saja, Anas mengaku arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak diberlakukan sharing apartemen yang berkeluarga satu ASN satu apartemen.

BACA JUGA:
Cantiknya Sri Mulyani di Sidang Tahunan DPR

&amp;ldquo;Tapi Presiden sampaikan tidak sharing apartemen yang berkeluarga satu ASN, satu apartemen,&amp;rdquo; papar dia.Anas menjelaskan, sejumlah tempat hunian atau apartemen bagi ASN di Ibu Kota Nusantara belum rampung dikerjakan. Saat ini proses penyempurnaan konstruksi tengah dilakukan.
Kendati begitu, Kementerian PANRB tetap menyiapkan formula terkait Eselon di kementerian apa saja yang pindah ke ibu kota baru.
&amp;ldquo;Ini ada beberapa apartemen ASN yang sekarang sedang disempurnakan dan ini belum sepenuhnya selesai,&amp;rdquo; beber Anas.
Menurutnya, Presiden telah memberikan arahan agar ASN tidak harus dipaksakan segera pindah dari Jakarta ke IKN dalam waktu dekat ini, jika konstruksi hunian belum selesai dikerjakan. Adapun, target awal perpindahan ASN bisa dimulai pada September 2024.
&amp;ldquo;Oleh karena itu, bapak Presiden memberikan arahan tidak dipaksakan di bulan September kalau belum tuntas,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
