<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HUT ke-79 RI, Masyarakat Papua Dapat Kado Pesawat</title><description>Perayaan HUT Kemerdekaan ke-79 Indonesia di Provinsi Papua Tengah menjadi momen bersejarah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/17/320/3050680/hut-ke-79-ri-masyarakat-papua-dapat-kado-pesawat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/17/320/3050680/hut-ke-79-ri-masyarakat-papua-dapat-kado-pesawat"/><item><title>HUT ke-79 RI, Masyarakat Papua Dapat Kado Pesawat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/17/320/3050680/hut-ke-79-ri-masyarakat-papua-dapat-kado-pesawat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/17/320/3050680/hut-ke-79-ri-masyarakat-papua-dapat-kado-pesawat</guid><pubDate>Sabtu 17 Agustus 2024 21:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ghanny Rachmansyah S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/17/320/3050680/hut-ke-79-ri-masyarakat-papua-dapat-kado-pesawat-uR0nJAwWkd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kado RI ke 79 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/17/320/3050680/hut-ke-79-ri-masyarakat-papua-dapat-kado-pesawat-uR0nJAwWkd.jpg</image><title>Kado RI ke 79 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perayaan HUT Kemerdekaan ke-79 Indonesia di Provinsi Papua Tengah menjadi momen bersejarah. Di mana masyarakat dihadiahi pesawat terbang.&amp;nbsp;
Pesawat PK-TJA Aircraft Comac ARJ21-700 ini, mendarat perdana di Bandar Udara Douw Atarure, tepat pada pukul 08.00 WIT Sabtu (17/08/2024).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xNy8xLzE4NDA4MC8zLzJkc2I5NGMyLTFF&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk mengaku, dalam menghadirkan pesawat ini dengan berbagai proses panjang telah dilewati.

BACA JUGA:
Segini Anggaran Pendidikan yang Disiapkan Jokowi untuk Prabowo di 2025

Namun, lanjut dia berkat kerja keras dan dukungan dari semua pihak, alhasil hal tersebut berbuah manis bagi seluruh masyarakat Papua Tengah.

&amp;ldquo;Ini merupakan momen penting bagi kita semua, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, pesawat landing perdana untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah sejarah baru bagi provinsi ini, karena selama ini Papua Tengah hanya didarati pesawat sejenis ATR,&amp;rdquo; jelasnya, Sabtu (17/8/2024).

BACA JUGA:
Anggaran Kementerian dan Lembaga Diturunkan pada 2025, Begini Penjelasan Sri Mulyani


Dia berharap dengan hadirnya pesawat ini akan membawa daerah ini lebih maju dari sebelumnya. Ia percaya, multi flayer effect akan terjadi pasca maskapai ini beroperasi.&amp;ldquo;Ke depan kita akan lebih mudah mengakses transportasi untuk keluar masuk antar daerah. Selain itu arus barang dan logistik akan semakin banyak dengan memanfaatkan penambahan jasa maskapai sehingga perekonomian akan semakin membaik, inflasi dapat terkendali dan banyak hal lainnya dapat dimanfaatkan hingga terwujudnya kesejahteraan masyarakat,&amp;rdquo; tegasnya
Sementara itu, pilot pesawat, Kapten Deny Heryadi mengaku, penerbangannya ke Nabire ini membuatnya bernostalgia. Pasalnya pada Tahun 1995 lalu ia sering terbang ke Nabire ketika masih bekerja di maskapai Merpati.
&amp;ldquo;Nabire ini sudah seperti rumah saya. Saya dahulu sering terbang ke daerah ini. Namun, ketika sudah tidak lagi menerbangkan pesawat ke daerah ini, saya berjanji akan memajukan daerah ini. Ternyata doa saya terkabulkan,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perayaan HUT Kemerdekaan ke-79 Indonesia di Provinsi Papua Tengah menjadi momen bersejarah. Di mana masyarakat dihadiahi pesawat terbang.&amp;nbsp;
Pesawat PK-TJA Aircraft Comac ARJ21-700 ini, mendarat perdana di Bandar Udara Douw Atarure, tepat pada pukul 08.00 WIT Sabtu (17/08/2024).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xNy8xLzE4NDA4MC8zLzJkc2I5NGMyLTFF&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk mengaku, dalam menghadirkan pesawat ini dengan berbagai proses panjang telah dilewati.

BACA JUGA:
Segini Anggaran Pendidikan yang Disiapkan Jokowi untuk Prabowo di 2025

Namun, lanjut dia berkat kerja keras dan dukungan dari semua pihak, alhasil hal tersebut berbuah manis bagi seluruh masyarakat Papua Tengah.

&amp;ldquo;Ini merupakan momen penting bagi kita semua, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, pesawat landing perdana untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah sejarah baru bagi provinsi ini, karena selama ini Papua Tengah hanya didarati pesawat sejenis ATR,&amp;rdquo; jelasnya, Sabtu (17/8/2024).

BACA JUGA:
Anggaran Kementerian dan Lembaga Diturunkan pada 2025, Begini Penjelasan Sri Mulyani


Dia berharap dengan hadirnya pesawat ini akan membawa daerah ini lebih maju dari sebelumnya. Ia percaya, multi flayer effect akan terjadi pasca maskapai ini beroperasi.&amp;ldquo;Ke depan kita akan lebih mudah mengakses transportasi untuk keluar masuk antar daerah. Selain itu arus barang dan logistik akan semakin banyak dengan memanfaatkan penambahan jasa maskapai sehingga perekonomian akan semakin membaik, inflasi dapat terkendali dan banyak hal lainnya dapat dimanfaatkan hingga terwujudnya kesejahteraan masyarakat,&amp;rdquo; tegasnya
Sementara itu, pilot pesawat, Kapten Deny Heryadi mengaku, penerbangannya ke Nabire ini membuatnya bernostalgia. Pasalnya pada Tahun 1995 lalu ia sering terbang ke Nabire ketika masih bekerja di maskapai Merpati.
&amp;ldquo;Nabire ini sudah seperti rumah saya. Saya dahulu sering terbang ke daerah ini. Namun, ketika sudah tidak lagi menerbangkan pesawat ke daerah ini, saya berjanji akan memajukan daerah ini. Ternyata doa saya terkabulkan,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
