<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Temuan Harta Karun Baru, RI Optimalisasi Gas Bumi</title><description>Temuan harta karun sumber gas bumi raksasa membawa Indonesia memasuki momentum emas untuk mampu mengoptimalkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052282/temuan-harta-karun-baru-ri-optimalisasi-gas-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052282/temuan-harta-karun-baru-ri-optimalisasi-gas-bumi"/><item><title>Temuan Harta Karun Baru, RI Optimalisasi Gas Bumi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052282/temuan-harta-karun-baru-ri-optimalisasi-gas-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052282/temuan-harta-karun-baru-ri-optimalisasi-gas-bumi</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2024 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/21/320/3052282/temuan-harta-karun-baru-ri-optimalisasi-gas-bumi-6ScBkMhgAX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Momentum RI optimalisasi temuan gas baru (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/21/320/3052282/temuan-harta-karun-baru-ri-optimalisasi-gas-bumi-6ScBkMhgAX.jpg</image><title>Momentum RI optimalisasi temuan gas baru (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Temuan harta karun sumber gas bumi raksasa membawa Indonesia memasuki momentum emas untuk mampu mengoptimalkan. Dibutuhkan kebijakan agar pemanfaatan di dalam negeri bisa berjalan sesuai harapan terlebih peran gas bumi sangat strategis sebagai transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE).
Lembaga riset energi internasional Rystad Energy mengumumkan penemuan sumber daya gas bumi South Andaman di Aceh dan Geng North di Kalimantan Timur membuat Indonesia memiliki hampir separo dari cadangan gas bumi di Asia Tenggara.

BACA JUGA:
Industri Hulu Migas Didukung, Syarat RI Capai Ketahanan Energi 


Country Head Indonesia Rystad Energy, Sofwan Hadi, mengatakan dengan hadirnya temuan tersebut maka Indonesia menjadi salah satu negara tujuan utama yang menarik minat investor untuk berinvestasi. Maka hal ini perlu disadari seluruh pihak sebagai momentum yang sangat positif untuk bisa segera dioptimalkan.
&amp;rdquo;Kondisinya adalah, peluang ada, potensi sangat besar, tetapi bagaimana proyek ini bisa berjalan sehingga dapat meyakinkan investor global. Itu yang harus menjadi prioritas saat ini,&amp;rdquo; Sofwan, Rabu (21/8/2024).

BACA JUGA:
Berlatar Belakang Pengusaha, PR Bahlil Bereskan Migas dan Rosan soal Investasi


Salah satu dukungan utama yang mendesak adalah menciptakan kebijakan fiskal yang tepat. Antara lain berupa insentif dan tax regime untuk memastikan nilai keekonomian proyek migas ke depan, serta keleluasaan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan opsi production sharing contract (PSC) gross split atau kembali ke opsi cost recovery.
&amp;rdquo;Selain itu, insentif berdasarkan waktu (time-based incentive) juga bisa mendorong percepatan monetisasi proyek,&amp;rdquo; terusnya.
Selain itu, Sofyan menegaskan bahwa penting juga untuk mendukung  penetapan harga gas domestik dan infrastruktur untuk memastikan  distribusi gas. Sebab, jika harga gas domestik tidak bisa menutup  transport cost atau ongkos logistik, minat investor untuk mengembangkan  proyek bisa terpengaruh.
Terpisah, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi  (BPH Migas) Wahyudi Anas mengatakan sangat penting dan diperlukan segera  kebijakan yang seimbang dan fair dalam pengelolaan energi gas bumi  mulai hulu, midstream, dan hilir.
&amp;rdquo;Karena masing-masing sektor tersebut saling ketergantungan dan terintegrasi. Tidak dapat melakukan usaha sendiri,&amp;rdquo; tegasnya.
Sebab terdapat segitiga hubungan yang tidak terpisahkan di ekosistem  ini yaitu produksi gas hulu, tersedianya infrastruktur gas bumi, dan  menyiapkan konsumen sebagai pengguna akhir gas bumi. &amp;rdquo;Produksi gas hulu  bisa diserap apabila tersedia Infrastruktur gas bumi yang terus  dikembangkan serta menghubungkan sampai konsumen akhir baik untuk  Jargas, Komersial, dan Industri,&amp;rdquo; tuturnya.
Untuk menciptakan iklim investasi yang positif di semua sektor gas  bumi, Wahyudi menegaskan, wajib terpenuhi nilai keekonomian yang sesuai  standar dan menjadi acuan. &amp;rdquo;Tentunya dalam kerangka optimalisasi  penyerapan gas bumi dan mempertimbangkan kepentingan negara dan  masyarakat,&amp;rdquo; imbuhnya.
Adapun penetapan harga gas bumi di bawah nilai keekonomian, lanjut  Wahyudi, bisa dijalankan dengan memberikan insentif yang terukur dan  wajar kepada para investor atau badan usaha yang menjalankan penugasan  dari pemerintah.
Berdasarkan data Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebagaimana  dirilis Reforminer Institute, volume kebutuhan gas nasional diproyeksi  meningkat dari sekitar 5.353 MMSCFD pada tahun 2023 menjadi 11.339  MMSCFD pada tahun 2030. Kemudian meningkat lagi menjadi 25.869 MMSCFD  pada tahun 2050.
RUEN menetapkan porsi gas dalam bauran energi Indonesia meningkat  dari 22% pada 2030 menjadi 24% pada 2050. &amp;rdquo;Pemanfaatan gas bumi tercatat  telah menjadi bagian dari garis kebijakan pemerintah Indonesia dalam  menuju pemanfaatan energi bersih dan implementasi kebijakan transisi  energi,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Temuan harta karun sumber gas bumi raksasa membawa Indonesia memasuki momentum emas untuk mampu mengoptimalkan. Dibutuhkan kebijakan agar pemanfaatan di dalam negeri bisa berjalan sesuai harapan terlebih peran gas bumi sangat strategis sebagai transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE).
Lembaga riset energi internasional Rystad Energy mengumumkan penemuan sumber daya gas bumi South Andaman di Aceh dan Geng North di Kalimantan Timur membuat Indonesia memiliki hampir separo dari cadangan gas bumi di Asia Tenggara.

BACA JUGA:
Industri Hulu Migas Didukung, Syarat RI Capai Ketahanan Energi 


Country Head Indonesia Rystad Energy, Sofwan Hadi, mengatakan dengan hadirnya temuan tersebut maka Indonesia menjadi salah satu negara tujuan utama yang menarik minat investor untuk berinvestasi. Maka hal ini perlu disadari seluruh pihak sebagai momentum yang sangat positif untuk bisa segera dioptimalkan.
&amp;rdquo;Kondisinya adalah, peluang ada, potensi sangat besar, tetapi bagaimana proyek ini bisa berjalan sehingga dapat meyakinkan investor global. Itu yang harus menjadi prioritas saat ini,&amp;rdquo; Sofwan, Rabu (21/8/2024).

BACA JUGA:
Berlatar Belakang Pengusaha, PR Bahlil Bereskan Migas dan Rosan soal Investasi


Salah satu dukungan utama yang mendesak adalah menciptakan kebijakan fiskal yang tepat. Antara lain berupa insentif dan tax regime untuk memastikan nilai keekonomian proyek migas ke depan, serta keleluasaan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan opsi production sharing contract (PSC) gross split atau kembali ke opsi cost recovery.
&amp;rdquo;Selain itu, insentif berdasarkan waktu (time-based incentive) juga bisa mendorong percepatan monetisasi proyek,&amp;rdquo; terusnya.
Selain itu, Sofyan menegaskan bahwa penting juga untuk mendukung  penetapan harga gas domestik dan infrastruktur untuk memastikan  distribusi gas. Sebab, jika harga gas domestik tidak bisa menutup  transport cost atau ongkos logistik, minat investor untuk mengembangkan  proyek bisa terpengaruh.
Terpisah, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi  (BPH Migas) Wahyudi Anas mengatakan sangat penting dan diperlukan segera  kebijakan yang seimbang dan fair dalam pengelolaan energi gas bumi  mulai hulu, midstream, dan hilir.
&amp;rdquo;Karena masing-masing sektor tersebut saling ketergantungan dan terintegrasi. Tidak dapat melakukan usaha sendiri,&amp;rdquo; tegasnya.
Sebab terdapat segitiga hubungan yang tidak terpisahkan di ekosistem  ini yaitu produksi gas hulu, tersedianya infrastruktur gas bumi, dan  menyiapkan konsumen sebagai pengguna akhir gas bumi. &amp;rdquo;Produksi gas hulu  bisa diserap apabila tersedia Infrastruktur gas bumi yang terus  dikembangkan serta menghubungkan sampai konsumen akhir baik untuk  Jargas, Komersial, dan Industri,&amp;rdquo; tuturnya.
Untuk menciptakan iklim investasi yang positif di semua sektor gas  bumi, Wahyudi menegaskan, wajib terpenuhi nilai keekonomian yang sesuai  standar dan menjadi acuan. &amp;rdquo;Tentunya dalam kerangka optimalisasi  penyerapan gas bumi dan mempertimbangkan kepentingan negara dan  masyarakat,&amp;rdquo; imbuhnya.
Adapun penetapan harga gas bumi di bawah nilai keekonomian, lanjut  Wahyudi, bisa dijalankan dengan memberikan insentif yang terukur dan  wajar kepada para investor atau badan usaha yang menjalankan penugasan  dari pemerintah.
Berdasarkan data Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebagaimana  dirilis Reforminer Institute, volume kebutuhan gas nasional diproyeksi  meningkat dari sekitar 5.353 MMSCFD pada tahun 2023 menjadi 11.339  MMSCFD pada tahun 2030. Kemudian meningkat lagi menjadi 25.869 MMSCFD  pada tahun 2050.
RUEN menetapkan porsi gas dalam bauran energi Indonesia meningkat  dari 22% pada 2030 menjadi 24% pada 2050. &amp;rdquo;Pemanfaatan gas bumi tercatat  telah menjadi bagian dari garis kebijakan pemerintah Indonesia dalam  menuju pemanfaatan energi bersih dan implementasi kebijakan transisi  energi,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
