<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merger AP I dan II Selesai September 2024, Ada PHK?</title><description>Proses merger PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) diproyeksi selesai September 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052299/merger-ap-i-dan-ii-selesai-september-2024-ada-phk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052299/merger-ap-i-dan-ii-selesai-september-2024-ada-phk"/><item><title>Merger AP I dan II Selesai September 2024, Ada PHK?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052299/merger-ap-i-dan-ii-selesai-september-2024-ada-phk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052299/merger-ap-i-dan-ii-selesai-september-2024-ada-phk</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2024 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/21/320/3052299/merger-ap-i-dan-ii-selesai-september-2024-ada-phk-QQOG0spJim.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Merger AP I dan AP II rampung September (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/21/320/3052299/merger-ap-i-dan-ii-selesai-september-2024-ada-phk-QQOG0spJim.jpg</image><title>Merger AP I dan AP II rampung September (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Proses merger PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) diproyeksi selesai September 2024. AP I dan AP II digabung menjadi PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).
Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi memastikan tidak ada pengurangan jumlah karyawan perusahaan alias PHK. Justru, konsolidasi kedua BUMN ini dipandang menguntungkan bagi karyawan, lantaran menawarkan peluang karier yang lebih menjanjikan.

BACA JUGA:
Merger AP I dan II Ditargetkan Rampung Juli 2024


&amp;ldquo;So far gak ya (PHK), proses penggabungan AP 1 dan AP II inikan kita mau besar sebenarnya, bukan mau mengecil ya, jadi dalam strategi kita gak ada opsi untuk pengurangan karyawan, itu gak ada,&amp;rdquo; ucap Faik, Rabu (21/8/2024).
Selain itu, akan ada serapan tenaga kerja baru karena perusahaan akan membidik dan mengerjakan proyek-proyek besar yang membutuhkan tambahan sumber daya manusia (SDM).

BACA JUGA:
Merger AP I dan AP II Jadi Angkasa Pura Indonesia, Erick Thohir: Operator Pengelola Bandara Terbesar ke-5 di Dunia


&amp;ldquo;Justru membuka banyak peluang yang lebih bagus buat karyawan, karena mulai dari bidang karier lebih terbuka, kemudian ke depannya banyak rencana besar yang kita lakukan yang tentu saja akan melibatkan banyak karyawan, jadi ini dalam konteks ini proses penggabungan ini menguntungkan karyawan,&amp;rdquo; jelasnya.
Dia menjelaskan, merger sudah masuk dalam tahapan compliance yang wajib dilakukan oleh setiap usaha atau perusahaan. Jika tidak, perusahaan dapat dikenai sanksi, dari denda hingga pencabutan izin usaha.
Dia memastikan, konsep bisnis hingga rencana lain ke depan sudah  disiapkan, sehingga memungkinkan proses gabungan AP I dan AP dua selesai  di bulan depan.
&amp;ldquo;Lagi menyelesaikan terkait dengan masalah compliance-nya aja, tapi  secara konsep bisnis, secara rencana ke depan itu sudah kita siapkan,&amp;rdquo;  ujar Faik saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat.
Merger dinilai menjadi langkah transformasi di sektor pengelolaan  bandara, terutama mengoptimalkan potensi sektor ekonomi, pariwisata,  hingga logistik Indonesia.
Faik mengaku, aksi korporasi itu tidak hanya menyelesaikan persoalan  di masing-masing Angkasa Pura I dan II saja, namun juga menjadi jawaban  atas masalah dalam industri aviasi di Tanah Air.
&amp;ldquo;Jadi konsep merger inikan sebenarnya tidak hanya untuk menyelesaikan  masalah AP I dan AP II, tapi menyelesaikan masalahnya aviasi industri  di Indonesia, jadi banyak hal yang bisa kita selesaikan,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;ldquo;Kalau dulu kecenderungannya kan kita jalan sendiri-sendiri, dengan  merger ini kan strategi kita jadi lebih terintegrasi, sehingga  menyelesaikan banyak masalah yang sekarang ini muncul di tatanan  kebandaraan udara di Indonesia,&amp;rdquo; beber dia.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Proses merger PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) diproyeksi selesai September 2024. AP I dan AP II digabung menjadi PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).
Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi memastikan tidak ada pengurangan jumlah karyawan perusahaan alias PHK. Justru, konsolidasi kedua BUMN ini dipandang menguntungkan bagi karyawan, lantaran menawarkan peluang karier yang lebih menjanjikan.

BACA JUGA:
Merger AP I dan II Ditargetkan Rampung Juli 2024


&amp;ldquo;So far gak ya (PHK), proses penggabungan AP 1 dan AP II inikan kita mau besar sebenarnya, bukan mau mengecil ya, jadi dalam strategi kita gak ada opsi untuk pengurangan karyawan, itu gak ada,&amp;rdquo; ucap Faik, Rabu (21/8/2024).
Selain itu, akan ada serapan tenaga kerja baru karena perusahaan akan membidik dan mengerjakan proyek-proyek besar yang membutuhkan tambahan sumber daya manusia (SDM).

BACA JUGA:
Merger AP I dan AP II Jadi Angkasa Pura Indonesia, Erick Thohir: Operator Pengelola Bandara Terbesar ke-5 di Dunia


&amp;ldquo;Justru membuka banyak peluang yang lebih bagus buat karyawan, karena mulai dari bidang karier lebih terbuka, kemudian ke depannya banyak rencana besar yang kita lakukan yang tentu saja akan melibatkan banyak karyawan, jadi ini dalam konteks ini proses penggabungan ini menguntungkan karyawan,&amp;rdquo; jelasnya.
Dia menjelaskan, merger sudah masuk dalam tahapan compliance yang wajib dilakukan oleh setiap usaha atau perusahaan. Jika tidak, perusahaan dapat dikenai sanksi, dari denda hingga pencabutan izin usaha.
Dia memastikan, konsep bisnis hingga rencana lain ke depan sudah  disiapkan, sehingga memungkinkan proses gabungan AP I dan AP dua selesai  di bulan depan.
&amp;ldquo;Lagi menyelesaikan terkait dengan masalah compliance-nya aja, tapi  secara konsep bisnis, secara rencana ke depan itu sudah kita siapkan,&amp;rdquo;  ujar Faik saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat.
Merger dinilai menjadi langkah transformasi di sektor pengelolaan  bandara, terutama mengoptimalkan potensi sektor ekonomi, pariwisata,  hingga logistik Indonesia.
Faik mengaku, aksi korporasi itu tidak hanya menyelesaikan persoalan  di masing-masing Angkasa Pura I dan II saja, namun juga menjadi jawaban  atas masalah dalam industri aviasi di Tanah Air.
&amp;ldquo;Jadi konsep merger inikan sebenarnya tidak hanya untuk menyelesaikan  masalah AP I dan AP II, tapi menyelesaikan masalahnya aviasi industri  di Indonesia, jadi banyak hal yang bisa kita selesaikan,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;ldquo;Kalau dulu kecenderungannya kan kita jalan sendiri-sendiri, dengan  merger ini kan strategi kita jadi lebih terintegrasi, sehingga  menyelesaikan banyak masalah yang sekarang ini muncul di tatanan  kebandaraan udara di Indonesia,&amp;rdquo; beber dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
