<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan 6,25%</title><description>Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan di level 6,25% yang diputuskan dalam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052387/tok-bi-tahan-suku-bunga-acuan-6-25</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052387/tok-bi-tahan-suku-bunga-acuan-6-25"/><item><title>Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan 6,25%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052387/tok-bi-tahan-suku-bunga-acuan-6-25</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052387/tok-bi-tahan-suku-bunga-acuan-6-25</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2024 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/21/320/3052387/tok-bi-tahan-suku-bunga-acuan-6-25-rSKWcdopEc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/21/320/3052387/tok-bi-tahan-suku-bunga-acuan-6-25-rSKWcdopEc.jpg</image><title>Bank Indonesia tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan di level 6,25% yang diputuskan dalam. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 20 dan 21 Agustus 2024.

BACA JUGA:
BI Masih Perlu Tahan Suku Bunga 6,25%, Ini Alasannya


Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga tetap bertahan sebesar 5,5% dan suku bunga Lending Facility tetap di level 7%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, suku bunga ditahan berdasarkan asesmen menyeluruh, proyeksi, ekonomi global, ekonomi domestik, kondisi moneter sistem keuangan dan pembayaran ke depan tersebut.

BACA JUGA:
Market Outlook MNC Mutual Funds 2024: Proyeksi IHSG hingga Pemangkasan Suku Bunga The Fed


&amp;ldquo;Kebijakan ini konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro stability, yaitu sebagai langkah preemptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali. Sehingga, inflasi tetap terkendali dalam kisaran 2,5&amp;plusmn;1% pada tahun 2024 ini dan 2025 tahun depan,&quot; kata Perry dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG BI Bulan Agustus 2024 di Jakarta, Rabu (21/9/2024).
Sebelumnya, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai BI masih perlu mempertahankan BI Rate di level 6,25% di periode Agustus 2024. Saran ini diberikan atas dasar beberapa bahan pertimbangan.
Pertimbangan pertama, inflasi umum melambat menjadi 2,13% (y.o.y)  pada Juli 2024, turun dari 2,51% pada Juni 2024, didorong oleh penurunan  harga pangan pascapanen dan permintaan yang lebih rendah setelah Idul  Adha.
&quot;Inflasi inti naik tipis menjadi 1,95% (y.o.y) pada Juli 2024,  didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan, kopi, dan pendidikan,&quot; kata  Riefky dalam keterangannya.
Pertimbangan selanjutnya, kemungkinan The Fed memangkas suku bunganya  yang mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2020, sehingga arus  modal masuk ke berbagai negara berkembang dan Rupiah telah terapresiasi  sebesar 3,21% (m.t.m.) dalam 30 hari terakhir.
Rupiah terapresiasi sebesar 3,80% menjadi Rp15.675 per USD antara 30  Juli dan 14 Agustus, didukung oleh arus modal masuk di tengah ekspektasi  penurunan suku bunga The Fed.
Kemudian, cadangan devisa Indonesia meningkat sebesar USD5,2 miliar, kenaikan bulanan tertinggi sejak Desember 2023.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan di level 6,25% yang diputuskan dalam. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 20 dan 21 Agustus 2024.

BACA JUGA:
BI Masih Perlu Tahan Suku Bunga 6,25%, Ini Alasannya


Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga tetap bertahan sebesar 5,5% dan suku bunga Lending Facility tetap di level 7%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, suku bunga ditahan berdasarkan asesmen menyeluruh, proyeksi, ekonomi global, ekonomi domestik, kondisi moneter sistem keuangan dan pembayaran ke depan tersebut.

BACA JUGA:
Market Outlook MNC Mutual Funds 2024: Proyeksi IHSG hingga Pemangkasan Suku Bunga The Fed


&amp;ldquo;Kebijakan ini konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro stability, yaitu sebagai langkah preemptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali. Sehingga, inflasi tetap terkendali dalam kisaran 2,5&amp;plusmn;1% pada tahun 2024 ini dan 2025 tahun depan,&quot; kata Perry dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG BI Bulan Agustus 2024 di Jakarta, Rabu (21/9/2024).
Sebelumnya, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai BI masih perlu mempertahankan BI Rate di level 6,25% di periode Agustus 2024. Saran ini diberikan atas dasar beberapa bahan pertimbangan.
Pertimbangan pertama, inflasi umum melambat menjadi 2,13% (y.o.y)  pada Juli 2024, turun dari 2,51% pada Juni 2024, didorong oleh penurunan  harga pangan pascapanen dan permintaan yang lebih rendah setelah Idul  Adha.
&quot;Inflasi inti naik tipis menjadi 1,95% (y.o.y) pada Juli 2024,  didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan, kopi, dan pendidikan,&quot; kata  Riefky dalam keterangannya.
Pertimbangan selanjutnya, kemungkinan The Fed memangkas suku bunganya  yang mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2020, sehingga arus  modal masuk ke berbagai negara berkembang dan Rupiah telah terapresiasi  sebesar 3,21% (m.t.m.) dalam 30 hari terakhir.
Rupiah terapresiasi sebesar 3,80% menjadi Rp15.675 per USD antara 30  Juli dan 14 Agustus, didukung oleh arus modal masuk di tengah ekspektasi  penurunan suku bunga The Fed.
Kemudian, cadangan devisa Indonesia meningkat sebesar USD5,2 miliar, kenaikan bulanan tertinggi sejak Desember 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
