<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang RI Makin Malas Pakai Uang Tunai, Ini Buktinya</title><description>Masyarakat Indonesia semakin gemar transaksi menggunakan layanan digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052428/orang-ri-makin-malas-pakai-uang-tunai-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052428/orang-ri-makin-malas-pakai-uang-tunai-ini-buktinya"/><item><title>Orang RI Makin Malas Pakai Uang Tunai, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052428/orang-ri-makin-malas-pakai-uang-tunai-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/320/3052428/orang-ri-makin-malas-pakai-uang-tunai-ini-buktinya</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2024 15:38 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/21/320/3052428/orang-ri-makin-malas-pakai-uang-tunai-ini-buktinya-0s3zTGD7Ny.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Orang ri makin malas pakai uang tunai (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/21/320/3052428/orang-ri-makin-malas-pakai-uang-tunai-ini-buktinya-0s3zTGD7Ny.jpg</image><title>Orang ri makin malas pakai uang tunai (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Masyarakat Indonesia semakin gemar transaksi menggunakan layanan perbankan digital. Layanan keuangan digital yang semakin canggih membuat masyarakat mulai meninggalkan transaksi dengan uang tunai.
Bank Indonesia mencatat, transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Juli 2024 tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Transaksi QRIS terus tumbuh pesat sangat tinggi yaitu 207,55% (yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 51,43 juta dan jumlah merchant 33,21 juta.

BACA JUGA:
Krisis Perbankan China, 40 Bank Bangkrut dalam Sepekan

&amp;ldquo;Ini menunjukkan, sejalan dengan preferensi masyarakat terhadap layanan pembayaran secara digital,&amp;rdquo; kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (21/8/2024).
Dari sisi nilai besar, transaksi BI-RTGS meningkat 15,36% (yoy) sehingga mencapai Rp15.450 triliun. Dari sisi ritel, volume transaksi BI-FAST tumbuh tinggi yaitu 65,08% (yoy) mencapai 301,41 juta transaksi.

BACA JUGA:
Perbankan Revisi Target Laba di 2024, Begini Kata OJK

Transaksi layanan perbankan secara digital atau digital banking tercatat 1.845,27 juta transaksi atau tumbuh sebesar 30,5% (yoy), sementara transaksi Uang Elektronik (UE) tumbuh 22,61% (yoy) mencapai 1.272,35 juta transaksi.
Di sisi lain, transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM/Debit turun 9,57% (yoy) menjadi 584,95 juta transaksi. Kemudian transaksi kartu kredit tumbuh 15,35% (yoy) mencapai 39,83 juta transaksi.Soal penggunaan uang tunai, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut gen Z  makin malas menggunakan uang kertas. Untuk itu, penerbitan uang digital  oleh BI menjadi penting.
Menurutnya, saat ini banyak anak muda yang terbiasa melakukan  transaksi secara elektronik. Generasi muda ini, kata dia, tidak sama  dengan generasi lama yang lebih suka uang kertas.
&quot;Generasi Y, generasi Z apalagi Alpha mereka semakin ogah dengan uang  yang kertas, mereka sekarang sudah biasa dengan uang elektronik, dengan  serba QRIS, serba online and everything,&quot; jelas Perry di acara GBI Talk  on Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030.
Perry pun mengungkapkan tengah menyiapkan penerbitan Rupiah Digital  dalam waktu dekat. Dengan keberadaan uang digital ini, maka total jenis  uang yang harus diterbitkan BI menjadi tiga jenis.
&quot;BI harus mengeluarkan 3 jenis uang, yaitu uang kertas, uang elektronik yang sekarang dan uang digital ke depan,&quot; kata Perry.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Masyarakat Indonesia semakin gemar transaksi menggunakan layanan perbankan digital. Layanan keuangan digital yang semakin canggih membuat masyarakat mulai meninggalkan transaksi dengan uang tunai.
Bank Indonesia mencatat, transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Juli 2024 tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Transaksi QRIS terus tumbuh pesat sangat tinggi yaitu 207,55% (yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 51,43 juta dan jumlah merchant 33,21 juta.

BACA JUGA:
Krisis Perbankan China, 40 Bank Bangkrut dalam Sepekan

&amp;ldquo;Ini menunjukkan, sejalan dengan preferensi masyarakat terhadap layanan pembayaran secara digital,&amp;rdquo; kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (21/8/2024).
Dari sisi nilai besar, transaksi BI-RTGS meningkat 15,36% (yoy) sehingga mencapai Rp15.450 triliun. Dari sisi ritel, volume transaksi BI-FAST tumbuh tinggi yaitu 65,08% (yoy) mencapai 301,41 juta transaksi.

BACA JUGA:
Perbankan Revisi Target Laba di 2024, Begini Kata OJK

Transaksi layanan perbankan secara digital atau digital banking tercatat 1.845,27 juta transaksi atau tumbuh sebesar 30,5% (yoy), sementara transaksi Uang Elektronik (UE) tumbuh 22,61% (yoy) mencapai 1.272,35 juta transaksi.
Di sisi lain, transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM/Debit turun 9,57% (yoy) menjadi 584,95 juta transaksi. Kemudian transaksi kartu kredit tumbuh 15,35% (yoy) mencapai 39,83 juta transaksi.Soal penggunaan uang tunai, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut gen Z  makin malas menggunakan uang kertas. Untuk itu, penerbitan uang digital  oleh BI menjadi penting.
Menurutnya, saat ini banyak anak muda yang terbiasa melakukan  transaksi secara elektronik. Generasi muda ini, kata dia, tidak sama  dengan generasi lama yang lebih suka uang kertas.
&quot;Generasi Y, generasi Z apalagi Alpha mereka semakin ogah dengan uang  yang kertas, mereka sekarang sudah biasa dengan uang elektronik, dengan  serba QRIS, serba online and everything,&quot; jelas Perry di acara GBI Talk  on Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030.
Perry pun mengungkapkan tengah menyiapkan penerbitan Rupiah Digital  dalam waktu dekat. Dengan keberadaan uang digital ini, maka total jenis  uang yang harus diterbitkan BI menjadi tiga jenis.
&quot;BI harus mengeluarkan 3 jenis uang, yaitu uang kertas, uang elektronik yang sekarang dan uang digital ke depan,&quot; kata Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
