<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jualan di E-Commerce, Target Pasar UMKM Lebih Luas</title><description>Pelaku UMKM bisa memperlua target pasar dengan memanfaatkan teknologi di perusahaan e-commerce di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/455/3052338/jualan-di-e-commerce-target-pasar-umkm-lebih-luas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/455/3052338/jualan-di-e-commerce-target-pasar-umkm-lebih-luas"/><item><title>Jualan di E-Commerce, Target Pasar UMKM Lebih Luas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/455/3052338/jualan-di-e-commerce-target-pasar-umkm-lebih-luas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/21/455/3052338/jualan-di-e-commerce-target-pasar-umkm-lebih-luas</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2024 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/21/455/3052338/jualan-di-e-commerce-target-pasar-umkm-lebih-luas-ZZfVmWsezh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Target pasar UMKM bisa meluas dengan jualan di e-commerce (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/21/455/3052338/jualan-di-e-commerce-target-pasar-umkm-lebih-luas-ZZfVmWsezh.jpg</image><title>Target pasar UMKM bisa meluas dengan jualan di e-commerce (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pelaku UMKM bisa memperlua target pasar dengan memanfaatkan teknologi di perusahaan e-commerce di Indonesia. Namun muncul kekhawatiran komitmen e-commerce asing perusahaan terhadap pasar lokal dan UMKM.
Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah ketergantungan platform e-commerce pada mitra internasional, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan operasional jika mitra global menghadapi masalah atau melakukan perubahan kebijakan. Selain itu, fokus yang berlebihan pada pasar global dapat mengakibatkan pengabaian terhadap kebutuhan dan preferensi konsumen domestik, serta penurunan kualitas produk atau layanan di pasar lokal.

BACA JUGA:
Tekan Angka Backlog, BUMN Jualan Rumah Lewat E-Commerce

Untuk menangani kekhawatiran ini, perhatian dari semua pihak, termasuk pemerintah, perusahaan besar, dan UMKM, sangat diperlukan agar pertumbuhan e-commerce tidak hanya memberikan keuntungan global tetapi juga mendukung perkembangan pasar lokal.
Direktur Ekonomi Digital di Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda mengungkapkan, pasar e-commerce kita memang masih cukup banyak dikuasai asing.

BACA JUGA:
RI Bakal Punya e-Commerce Saingi Alibaba dan Amazon 


&amp;ldquo;Kehadiran investor asing tentunya akan semakin menyemarakkan kehadiran investor asing dalam ekosistem digital kita. Namun, kita harus melihat ini sebagai peluang untuk memperkuat sektor lokal dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi yang dibawa oleh mitra internasional. Sebagai perusahaan terbuka, kehadiran investor asing yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan tentu tidak menjadi masalah, selama aturan yang ada tetap dipatuhi,&quot; kata dia, Rabu (21/8/2024).
Nailul Huda juga menambahkan, yang penting adalah bagaimana kita menjaga agar barang impor tidak semakin deras masuk ke RI. Pemerintah perlu menerbitkan peraturan mengenai tagging barang di platform online commerce, baik di lokapasar maupun sosial commerce.
&amp;ldquo;Ini akan memudahkan kita dalam mengidentifikasi barang impor dan  menetapkan kebijakan terkait. Selain itu, penerapan pajak konsumsi  khusus dan pembatasan diskon pada produk asing akan mendukung produk  lokal, sekaligus memacu pertumbuhan UMKM domestik,&quot; ucapnya.
Kerja sama antara perusahaan e-commerce lokal dan mitra internasional  tidak harus mengubah arah positif yang telah ada. Banyak perusahaan  e-commerce lokal yang bergabung dengan perusahaan global mampu  menciptakan sinergi antara teknologi dan kepekaan lokal. Pendekatan ini  memungkinkan mereka untuk memperkuat identitas lokal sambil memanfaatkan  sumber daya global untuk kemajuan bersama.
Menurut riset INDEF pada Desember 2023, dari 254 responden UMKM,  83,46% mengungkapkan kurangnya keterampilan tenaga kerja dalam  penggunaan platform digital, dan 96,46% mengalami ketatnya persaingan  antar pelaku usaha dalam platform digital. Di sisi lain, kolaborasi  dengan perusahaan global memberikan akses yang lebih baik bagi UMKM ke  pasar yang lebih luas dan teknologi canggih. Inovasi seperti alat  analitik membantu pelaku usaha lokal memahami tren pasar dan preferensi  konsumen, sementara pelatihan dan dukungan dari perusahaan e-commerce  dapat meningkatkan efisiensi operasional dan keterampilan bisnis UMKM.
Sebagai contoh Tokopedia, yang bergabung dengan ByteDance pada awal  tahun 2024. Data menunjukkan bahwa sektor UMKM berkontribusi sekitar 61%  terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dan lebih dari 97% dari  total lapangan kerja di negara ini diserap oleh UMKM. Dukungan dan  akses ke pasar global melalui platform e-commerce memberikan dorongan  signifikan bagi pertumbuhan sektor ini.
Dengan strategi yang tepat, kerja sama internasional dapat berfungsi  sebagai jembatan antara pasar lokal dan global, meningkatkan  kesejahteraan pelaku usaha kecil, dan memperkuat posisi ekonomi lokal di  dunia yang semakin terhubung.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pelaku UMKM bisa memperlua target pasar dengan memanfaatkan teknologi di perusahaan e-commerce di Indonesia. Namun muncul kekhawatiran komitmen e-commerce asing perusahaan terhadap pasar lokal dan UMKM.
Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah ketergantungan platform e-commerce pada mitra internasional, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan operasional jika mitra global menghadapi masalah atau melakukan perubahan kebijakan. Selain itu, fokus yang berlebihan pada pasar global dapat mengakibatkan pengabaian terhadap kebutuhan dan preferensi konsumen domestik, serta penurunan kualitas produk atau layanan di pasar lokal.

BACA JUGA:
Tekan Angka Backlog, BUMN Jualan Rumah Lewat E-Commerce

Untuk menangani kekhawatiran ini, perhatian dari semua pihak, termasuk pemerintah, perusahaan besar, dan UMKM, sangat diperlukan agar pertumbuhan e-commerce tidak hanya memberikan keuntungan global tetapi juga mendukung perkembangan pasar lokal.
Direktur Ekonomi Digital di Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda mengungkapkan, pasar e-commerce kita memang masih cukup banyak dikuasai asing.

BACA JUGA:
RI Bakal Punya e-Commerce Saingi Alibaba dan Amazon 


&amp;ldquo;Kehadiran investor asing tentunya akan semakin menyemarakkan kehadiran investor asing dalam ekosistem digital kita. Namun, kita harus melihat ini sebagai peluang untuk memperkuat sektor lokal dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi yang dibawa oleh mitra internasional. Sebagai perusahaan terbuka, kehadiran investor asing yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan tentu tidak menjadi masalah, selama aturan yang ada tetap dipatuhi,&quot; kata dia, Rabu (21/8/2024).
Nailul Huda juga menambahkan, yang penting adalah bagaimana kita menjaga agar barang impor tidak semakin deras masuk ke RI. Pemerintah perlu menerbitkan peraturan mengenai tagging barang di platform online commerce, baik di lokapasar maupun sosial commerce.
&amp;ldquo;Ini akan memudahkan kita dalam mengidentifikasi barang impor dan  menetapkan kebijakan terkait. Selain itu, penerapan pajak konsumsi  khusus dan pembatasan diskon pada produk asing akan mendukung produk  lokal, sekaligus memacu pertumbuhan UMKM domestik,&quot; ucapnya.
Kerja sama antara perusahaan e-commerce lokal dan mitra internasional  tidak harus mengubah arah positif yang telah ada. Banyak perusahaan  e-commerce lokal yang bergabung dengan perusahaan global mampu  menciptakan sinergi antara teknologi dan kepekaan lokal. Pendekatan ini  memungkinkan mereka untuk memperkuat identitas lokal sambil memanfaatkan  sumber daya global untuk kemajuan bersama.
Menurut riset INDEF pada Desember 2023, dari 254 responden UMKM,  83,46% mengungkapkan kurangnya keterampilan tenaga kerja dalam  penggunaan platform digital, dan 96,46% mengalami ketatnya persaingan  antar pelaku usaha dalam platform digital. Di sisi lain, kolaborasi  dengan perusahaan global memberikan akses yang lebih baik bagi UMKM ke  pasar yang lebih luas dan teknologi canggih. Inovasi seperti alat  analitik membantu pelaku usaha lokal memahami tren pasar dan preferensi  konsumen, sementara pelatihan dan dukungan dari perusahaan e-commerce  dapat meningkatkan efisiensi operasional dan keterampilan bisnis UMKM.
Sebagai contoh Tokopedia, yang bergabung dengan ByteDance pada awal  tahun 2024. Data menunjukkan bahwa sektor UMKM berkontribusi sekitar 61%  terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dan lebih dari 97% dari  total lapangan kerja di negara ini diserap oleh UMKM. Dukungan dan  akses ke pasar global melalui platform e-commerce memberikan dorongan  signifikan bagi pertumbuhan sektor ini.
Dengan strategi yang tepat, kerja sama internasional dapat berfungsi  sebagai jembatan antara pasar lokal dan global, meningkatkan  kesejahteraan pelaku usaha kecil, dan memperkuat posisi ekonomi lokal di  dunia yang semakin terhubung.</content:encoded></item></channel></rss>
