<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Cara Baru Dapat Duit dari WhatsApp</title><description>Indonesia menjadi negara dengan penggunaan WhatsApp Business tertinggi di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/22/455/3053104/ini-cara-baru-dapat-duit-dari-whatsapp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/22/455/3053104/ini-cara-baru-dapat-duit-dari-whatsapp"/><item><title>Ini Cara Baru Dapat Duit dari WhatsApp</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/22/455/3053104/ini-cara-baru-dapat-duit-dari-whatsapp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/22/455/3053104/ini-cara-baru-dapat-duit-dari-whatsapp</guid><pubDate>Kamis 22 Agustus 2024 21:37 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/22/455/3053104/ini-cara-baru-dapat-duit-dari-whatsapp-LPNmoaWY9z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cara Dapat Duit (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/22/455/3053104/ini-cara-baru-dapat-duit-dari-whatsapp-LPNmoaWY9z.jpg</image><title>Cara Dapat Duit (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia menjadi negara dengan penggunaan WhatsApp Business tertinggi di dunia. Di mana 90% orang dewasa pengguna internet di Indonesia mengirimkan pesan ke bisnis setidaknya sekali seminggu.
Menurut Country Director Indonesia Meta, Pieter Lydian angka ini melampaui rata-rata global yang berada di angka 79,4%. Ia pun menilai tren ini bisa dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk meraih cuan.

BACA JUGA:
Menko Airlangga Optimistis Inklusi Keuangan RI 90% di 2024

&quot;Mengingat konsumen Indonesia lebih memilih perpesanan sebagai cara utama untuk berkomunikasi dengan bisnis, maka penting bagi para pelaku bisnis untuk memanfaatkan platform perpesanan dalam berinteraksi dengan konsumen modern,&quot; kata Pieter dalam acara WhatsApp Business Summit (WABS) yang digelar di Jakarta pada Kamis (22/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yOS8xLzE4MzM2OC81L3g5MzNsbGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, Vice President of Southeast Asia and Emerging Markets Meta, Benjamin Joe, Indonesia memiliki populasi digital terbesar ke-empat di dunia dan merupakan salah satu negara dengan tingkat penetrasi mobile tertinggi.

BACA JUGA:
Ternyata Kandungan Emas di Uang Koin Ini Lebih Banyak Dibanding Medali Emas Olimpiade Paris 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia menjelaskan bahwa sebagian besar orang Indonesia mengirim pesan kepada WhatsApp Business setidaknya sekali dalam seminggu.&quot;Tidak mengherankan jika 88% orang Indonesia saat ini mengatakan bahwa mereka mengirim pesan kepada bisnis setidaknya sekali seminggu, sama seperti mereka berkomunikasi dengan teman dan keluarga,&quot; imbuh Pieter.
Untuk diketahui, WhatsApp sendiri baru saja mengumumkan sejumlah fitur yang dirancang untuk membantu bisnis membangun presence, menciptakan pengalaman percakapan yang baru, dan terhubung lebih baik dengan pelanggan.
Terakhir ada fitur Meta AI untuk WhatsApp Business yang memungkinkan pengguna membuat iklan tanpa biaya tambahan. Namun fitur ini kasih dalam tahap awal, WhatsApp menyebut tengah menyempurnakannya sebelum benar-benar diluncurkan ke lebih banyak pengguna.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia menjadi negara dengan penggunaan WhatsApp Business tertinggi di dunia. Di mana 90% orang dewasa pengguna internet di Indonesia mengirimkan pesan ke bisnis setidaknya sekali seminggu.
Menurut Country Director Indonesia Meta, Pieter Lydian angka ini melampaui rata-rata global yang berada di angka 79,4%. Ia pun menilai tren ini bisa dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk meraih cuan.

BACA JUGA:
Menko Airlangga Optimistis Inklusi Keuangan RI 90% di 2024

&quot;Mengingat konsumen Indonesia lebih memilih perpesanan sebagai cara utama untuk berkomunikasi dengan bisnis, maka penting bagi para pelaku bisnis untuk memanfaatkan platform perpesanan dalam berinteraksi dengan konsumen modern,&quot; kata Pieter dalam acara WhatsApp Business Summit (WABS) yang digelar di Jakarta pada Kamis (22/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yOS8xLzE4MzM2OC81L3g5MzNsbGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, Vice President of Southeast Asia and Emerging Markets Meta, Benjamin Joe, Indonesia memiliki populasi digital terbesar ke-empat di dunia dan merupakan salah satu negara dengan tingkat penetrasi mobile tertinggi.

BACA JUGA:
Ternyata Kandungan Emas di Uang Koin Ini Lebih Banyak Dibanding Medali Emas Olimpiade Paris 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia menjelaskan bahwa sebagian besar orang Indonesia mengirim pesan kepada WhatsApp Business setidaknya sekali dalam seminggu.&quot;Tidak mengherankan jika 88% orang Indonesia saat ini mengatakan bahwa mereka mengirim pesan kepada bisnis setidaknya sekali seminggu, sama seperti mereka berkomunikasi dengan teman dan keluarga,&quot; imbuh Pieter.
Untuk diketahui, WhatsApp sendiri baru saja mengumumkan sejumlah fitur yang dirancang untuk membantu bisnis membangun presence, menciptakan pengalaman percakapan yang baru, dan terhubung lebih baik dengan pelanggan.
Terakhir ada fitur Meta AI untuk WhatsApp Business yang memungkinkan pengguna membuat iklan tanpa biaya tambahan. Namun fitur ini kasih dalam tahap awal, WhatsApp menyebut tengah menyempurnakannya sebelum benar-benar diluncurkan ke lebih banyak pengguna.</content:encoded></item></channel></rss>
