<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap RI Banyak Impor Senjata dari AS dan Prancis</title><description>Terungkap Indonesia masih impor senjata dari Amerika Serikat (AS) dan Prancis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/26/320/3054436/terungkap-ri-banyak-impor-senjata-dari-as-dan-prancis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/26/320/3054436/terungkap-ri-banyak-impor-senjata-dari-as-dan-prancis"/><item><title>Terungkap RI Banyak Impor Senjata dari AS dan Prancis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/26/320/3054436/terungkap-ri-banyak-impor-senjata-dari-as-dan-prancis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/26/320/3054436/terungkap-ri-banyak-impor-senjata-dari-as-dan-prancis</guid><pubDate>Senin 26 Agustus 2024 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/26/320/3054436/terungkap-ri-banyak-impor-senjata-dari-as-dan-prancis-t4RB5ASoPK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI masih impor senjata dari AS dan Prancis (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/26/320/3054436/terungkap-ri-banyak-impor-senjata-dari-as-dan-prancis-t4RB5ASoPK.jpg</image><title>RI masih impor senjata dari AS dan Prancis (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Terungkap Indonesia masih impor senjata dari Amerika Serikat (AS) dan Prancis. Impor ini dilakukan untuk memperkuat pertahanan dalam negeri.
Pemerintah menekankan komonalitas (commonality) dalam pengadaan alat pertahanan dan keamanan (alpahankam). Hal ini dapat mendukung industri pertahanan dalam negeri ikut berkembang.

BACA JUGA:
Pengusaha Curhat Adanya Pembatasan Impor ke Kemenperin


Deputi Bidang Polhukam Bappenas RI Bogat Widyatmoko mengatakan transformasi anggaran pertahanan menjadi salah satu program prioritas Presiden 2025-2029.
&quot;Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025&amp;ndash;2045 dan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025&amp;ndash;2029 telah menyusun sejumlah pedoman dan strategi untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri,&quot; kata Bogat Widyatmoko, Senin (26/8/2024).

BACA JUGA:
Impor Pipa RI Masih Tinggi, Sempat Bikin Jengkel Jokowi


Kata dia,memperkuat industri pertahanan dalam negeri, harus dijalankan. Salah satunya dalam pengadaan yang harus mengedepankan akuisisi teknologi dari pembelian alutsista asing tersebut.
&quot;Saat ini mengedepankan alat pertahanan dalam negeri perlu ditingkatkan dalam menjaga keamanan negara di tengah geopolitik dunia yang memanas,&quot; bebernya.
Dia menyebutkan, Indonesia berada di peringkat 25 sebagai negara yang paling banyak impor alat utama sistem senjata (alutsista). Terbanyak buatan Amerika, Prancis dan Korea Selatan.
&quot;Indonesia berada di 25 besar negara yang paling banyak impor  senjata. Tapi, Indonesia bukan termasuk pembeli terbesar bagi Amerika  Serikat dan Prancis,&quot; katanya.
Dia pun meminta BUMN sektor pertahanan untuk lebih banyak memproduksi  alutsista. Apalagi, BUMN sektor pertahanan memiliki pendapatan yang  sudah naik saat ini.
&quot;Kita minta BUMN Industri pertahanan meningkat hampir 3 kali lipat jadi tingkatkan produksi senjata maupun alutsista,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Global Sales and Marketing Ammunition KNDS Patrcik  Lier mengatakan bahwa persenjataan Indonesia sudah sangat maju. Hal ini  berkat kerjasama Prancis dan Indonesia dalam memajukan alutsista.
&quot;Kami sudah membantu Indonesia dalam industri senjata untuk membangun  persenjataan yang lebih canggih. Apalagi, Indonesia sudah sangat maju  untuk alutsista dalam negeri,&quot; bebernya.
Dia mengungkapkan bekerjasama dengan BUMN industri pertahanan seperti  PT Pindad. Menurutnya, BUMN itu merupakan mitra penting untuk  mengembangkan sistem persenjataan darat.
&quot;Kerja sama utama yakni artileri, amunisi dan kendaraan tempur,.  Untuk itu kerjasama ini menjadikan adanya win-win solusi yang didapatkan  Indonesia dan Prancis,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Terungkap Indonesia masih impor senjata dari Amerika Serikat (AS) dan Prancis. Impor ini dilakukan untuk memperkuat pertahanan dalam negeri.
Pemerintah menekankan komonalitas (commonality) dalam pengadaan alat pertahanan dan keamanan (alpahankam). Hal ini dapat mendukung industri pertahanan dalam negeri ikut berkembang.

BACA JUGA:
Pengusaha Curhat Adanya Pembatasan Impor ke Kemenperin


Deputi Bidang Polhukam Bappenas RI Bogat Widyatmoko mengatakan transformasi anggaran pertahanan menjadi salah satu program prioritas Presiden 2025-2029.
&quot;Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025&amp;ndash;2045 dan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025&amp;ndash;2029 telah menyusun sejumlah pedoman dan strategi untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri,&quot; kata Bogat Widyatmoko, Senin (26/8/2024).

BACA JUGA:
Impor Pipa RI Masih Tinggi, Sempat Bikin Jengkel Jokowi


Kata dia,memperkuat industri pertahanan dalam negeri, harus dijalankan. Salah satunya dalam pengadaan yang harus mengedepankan akuisisi teknologi dari pembelian alutsista asing tersebut.
&quot;Saat ini mengedepankan alat pertahanan dalam negeri perlu ditingkatkan dalam menjaga keamanan negara di tengah geopolitik dunia yang memanas,&quot; bebernya.
Dia menyebutkan, Indonesia berada di peringkat 25 sebagai negara yang paling banyak impor alat utama sistem senjata (alutsista). Terbanyak buatan Amerika, Prancis dan Korea Selatan.
&quot;Indonesia berada di 25 besar negara yang paling banyak impor  senjata. Tapi, Indonesia bukan termasuk pembeli terbesar bagi Amerika  Serikat dan Prancis,&quot; katanya.
Dia pun meminta BUMN sektor pertahanan untuk lebih banyak memproduksi  alutsista. Apalagi, BUMN sektor pertahanan memiliki pendapatan yang  sudah naik saat ini.
&quot;Kita minta BUMN Industri pertahanan meningkat hampir 3 kali lipat jadi tingkatkan produksi senjata maupun alutsista,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Global Sales and Marketing Ammunition KNDS Patrcik  Lier mengatakan bahwa persenjataan Indonesia sudah sangat maju. Hal ini  berkat kerjasama Prancis dan Indonesia dalam memajukan alutsista.
&quot;Kami sudah membantu Indonesia dalam industri senjata untuk membangun  persenjataan yang lebih canggih. Apalagi, Indonesia sudah sangat maju  untuk alutsista dalam negeri,&quot; bebernya.
Dia mengungkapkan bekerjasama dengan BUMN industri pertahanan seperti  PT Pindad. Menurutnya, BUMN itu merupakan mitra penting untuk  mengembangkan sistem persenjataan darat.
&quot;Kerja sama utama yakni artileri, amunisi dan kendaraan tempur,.  Untuk itu kerjasama ini menjadikan adanya win-win solusi yang didapatkan  Indonesia dan Prancis,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
