<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamentan Minta Emak-Emak Tanam Sayuran di Rumah, Negara Bisa Hemat Rp10 Triliun</title><description>Wamenta Sudaryono menekankan pentingnya menanam sayuran di pekarangan rumah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/27/320/3054830/wamentan-minta-emak-emak-tanam-sayuran-di-rumah-negara-bisa-hemat-rp10-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/27/320/3054830/wamentan-minta-emak-emak-tanam-sayuran-di-rumah-negara-bisa-hemat-rp10-triliun"/><item><title>Wamentan Minta Emak-Emak Tanam Sayuran di Rumah, Negara Bisa Hemat Rp10 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/27/320/3054830/wamentan-minta-emak-emak-tanam-sayuran-di-rumah-negara-bisa-hemat-rp10-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/27/320/3054830/wamentan-minta-emak-emak-tanam-sayuran-di-rumah-negara-bisa-hemat-rp10-triliun</guid><pubDate>Selasa 27 Agustus 2024 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/27/320/3054830/wamentan-minta-emak-emak-tanam-sayuran-di-rumah-negara-bisa-hemat-rp10-triliun-f4HUSICbjG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamentan Minta Emak-Emak Tanam Sayuran di Rumah (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/27/320/3054830/wamentan-minta-emak-emak-tanam-sayuran-di-rumah-negara-bisa-hemat-rp10-triliun-f4HUSICbjG.jpg</image><title>Wamentan Minta Emak-Emak Tanam Sayuran di Rumah (Foto: Kementan)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menekankan pentingnya menanam sayuran di pekarangan rumah bagi setiap keluarga di seluruh Indonesia. Langkah ini dapat menghemat pengeluaran negara.

Dia mendorong program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) bagi kalangan ibu rumah tangga. Dia menyebut, program tersebut mampu mengendalikan inflasi serta menghemat anggaran hingga Rp10 triliun.

&quot;Penghematan anggaran sampai Rp10 triliun bisa kita lakukan dengan asumsi setiap rumah minimal 20 juta kepala keluarga di Indonesia melakukan pertanaman pekarangan,&quot; ujar Wamentan, Selasa (27/8/2024).

BACA JUGA:Jokowi Kunjungi Pertanian Modern, Mentan Optimistis Merauke Jadi Lumbung Pangan Indonesia Timur&amp;nbsp;


Wamentan mengklaim, jika program ini berhasil, maka Pemerintah akan meningkatkan pengadaan benih dan bibit yang disebarkan kepada perempuan rumah tangga di Indonesia. Berbagai benih yang nantinya disediakan di antaranya cabai, tomat, terong dan aneka sayuran lainnya.

&quot;Kita sudah menghitung bahwa kebutuhan-kebutuhan yang bisa dihemat dalam satu rumah tangga bisa mencapai Rp500 ribu maka dikalikan dengan jumlah rumah tangga yang nanti diharapkan bisa melakukan P2L sebanyak 20 juta KK saja sudah luar biasa,&quot; katanya.

Kata Sudaryono, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi berbagai komoditas pangan. Selain food estate, pemerintah juga mendorong program smart farming hingga klaster khusus kaum ibu agar mulai bertanam.



&quot;Sekali lagi kaum perempuan atau ibu-ibu diharapkan mampu memanfaatkan pekarangannya untuk menanam tanaman pangan,&quot; jelasnya.



Sebagai informasi, P2L sendiri merupakan program Kementan yang difokuskan pada kegiatan kelompok masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menekankan pentingnya menanam sayuran di pekarangan rumah bagi setiap keluarga di seluruh Indonesia. Langkah ini dapat menghemat pengeluaran negara.

Dia mendorong program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) bagi kalangan ibu rumah tangga. Dia menyebut, program tersebut mampu mengendalikan inflasi serta menghemat anggaran hingga Rp10 triliun.

&quot;Penghematan anggaran sampai Rp10 triliun bisa kita lakukan dengan asumsi setiap rumah minimal 20 juta kepala keluarga di Indonesia melakukan pertanaman pekarangan,&quot; ujar Wamentan, Selasa (27/8/2024).

BACA JUGA:Jokowi Kunjungi Pertanian Modern, Mentan Optimistis Merauke Jadi Lumbung Pangan Indonesia Timur&amp;nbsp;


Wamentan mengklaim, jika program ini berhasil, maka Pemerintah akan meningkatkan pengadaan benih dan bibit yang disebarkan kepada perempuan rumah tangga di Indonesia. Berbagai benih yang nantinya disediakan di antaranya cabai, tomat, terong dan aneka sayuran lainnya.

&quot;Kita sudah menghitung bahwa kebutuhan-kebutuhan yang bisa dihemat dalam satu rumah tangga bisa mencapai Rp500 ribu maka dikalikan dengan jumlah rumah tangga yang nanti diharapkan bisa melakukan P2L sebanyak 20 juta KK saja sudah luar biasa,&quot; katanya.

Kata Sudaryono, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi berbagai komoditas pangan. Selain food estate, pemerintah juga mendorong program smart farming hingga klaster khusus kaum ibu agar mulai bertanam.



&quot;Sekali lagi kaum perempuan atau ibu-ibu diharapkan mampu memanfaatkan pekarangannya untuk menanam tanaman pangan,&quot; jelasnya.



Sebagai informasi, P2L sendiri merupakan program Kementan yang difokuskan pada kegiatan kelompok masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan.</content:encoded></item></channel></rss>
