<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Minta Tambahan Anggaran hingga Rp68 Triliun, Ini Alasannya</title><description>Andi Amran Sulaiman meminta untuk menambah jumlah anggaran Kementan hingga Rp68 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/27/320/3054848/mentan-minta-tambahan-anggaran-hingga-rp68-triliun-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/08/27/320/3054848/mentan-minta-tambahan-anggaran-hingga-rp68-triliun-ini-alasannya"/><item><title>Mentan Minta Tambahan Anggaran hingga Rp68 Triliun, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/08/27/320/3054848/mentan-minta-tambahan-anggaran-hingga-rp68-triliun-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/08/27/320/3054848/mentan-minta-tambahan-anggaran-hingga-rp68-triliun-ini-alasannya</guid><pubDate>Selasa 27 Agustus 2024 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/27/320/3054848/mentan-minta-tambahan-anggaran-hingga-rp68-triliun-ini-alasannya-tsnMb1QNBC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Amran Sulaiman minta tambahan anggaran (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/27/320/3054848/mentan-minta-tambahan-anggaran-hingga-rp68-triliun-ini-alasannya-tsnMb1QNBC.jpg</image><title>Mentan Amran Sulaiman minta tambahan anggaran (Foto: Kementan)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta untuk menambah jumlah anggaran Kementan hingga Rp68 triliun. Menurutnya hal  ini diperlukan dalam rangka memperkuat ketersediaan pangan nasional.
Dia menyebut penambahan anggaran akan digunakan untuk mempercepat pencetakan sawah satu juta hektar guna mewujudkan swasembada dan juga menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia.

BACA JUGA:
Wamentan Minta Emak-Emak Tanam Sayuran di Rumah, Negara Bisa Hemat Rp10 Triliun

&quot;Pemerintah bertekad untuk cetak sawah satu juta hektare. Karena itu kita berharap ada tambahan. Jadi dari Rp68 triliun itu paling kita gunakan Rp25 sampai Rp30 triliun untuk cetak sawah,&quot; ujar Mentan di DPR RI dikutip, Selasa (27/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xOS8xLzE4MTkxOS81L3g5MGtraDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menuturkan, langkah ini sangat penting karena hampir semua negara di dunia tengah menghadapi tantangan sulit seperti perubahan cuaca hingga gelombang panas dunia. Dengan program yang dicanangkan, ia optimis bisa mengantisipasi terjadinya kekeringan dan shortage.

BACA JUGA:
Mentan Uji Coba Biodiesel B50, Gantikan BBM

Berikutnya, lanjut dia, pemerintah juga terus menyiapkan benih unggul sebagai bagian penting dalam meningkatkan produktivitas.Selain itu, pemrograman juga terus melakukan transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern.
&quot;Benih unggul sangat penting terutama untuk optimalisasi lahan, yang juga penting adalah penggunaan alat mesin pertanian yang harus kita perbanyak. Kenapa? Karena pertanian modern itu mutlak kita lakukan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta untuk menambah jumlah anggaran Kementan hingga Rp68 triliun. Menurutnya hal  ini diperlukan dalam rangka memperkuat ketersediaan pangan nasional.
Dia menyebut penambahan anggaran akan digunakan untuk mempercepat pencetakan sawah satu juta hektar guna mewujudkan swasembada dan juga menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia.

BACA JUGA:
Wamentan Minta Emak-Emak Tanam Sayuran di Rumah, Negara Bisa Hemat Rp10 Triliun

&quot;Pemerintah bertekad untuk cetak sawah satu juta hektare. Karena itu kita berharap ada tambahan. Jadi dari Rp68 triliun itu paling kita gunakan Rp25 sampai Rp30 triliun untuk cetak sawah,&quot; ujar Mentan di DPR RI dikutip, Selasa (27/8/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xOS8xLzE4MTkxOS81L3g5MGtraDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menuturkan, langkah ini sangat penting karena hampir semua negara di dunia tengah menghadapi tantangan sulit seperti perubahan cuaca hingga gelombang panas dunia. Dengan program yang dicanangkan, ia optimis bisa mengantisipasi terjadinya kekeringan dan shortage.

BACA JUGA:
Mentan Uji Coba Biodiesel B50, Gantikan BBM

Berikutnya, lanjut dia, pemerintah juga terus menyiapkan benih unggul sebagai bagian penting dalam meningkatkan produktivitas.Selain itu, pemrograman juga terus melakukan transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern.
&quot;Benih unggul sangat penting terutama untuk optimalisasi lahan, yang juga penting adalah penggunaan alat mesin pertanian yang harus kita perbanyak. Kenapa? Karena pertanian modern itu mutlak kita lakukan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
