<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Dibuang! Ampas Kopi Bisa Disulap Jadi Pupuk Organik Loh</title><description>Kopi adalah salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia yang dikonsumsi setiap hari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/01/320/3057270/jangan-dibuang-ampas-kopi-bisa-disulap-jadi-pupuk-organik-loh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/01/320/3057270/jangan-dibuang-ampas-kopi-bisa-disulap-jadi-pupuk-organik-loh"/><item><title>Jangan Dibuang! Ampas Kopi Bisa Disulap Jadi Pupuk Organik Loh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/01/320/3057270/jangan-dibuang-ampas-kopi-bisa-disulap-jadi-pupuk-organik-loh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/01/320/3057270/jangan-dibuang-ampas-kopi-bisa-disulap-jadi-pupuk-organik-loh</guid><pubDate>Minggu 01 September 2024 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Suchika Julian Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/01/320/3057270/jangan-dibuang-ampas-kopi-bisa-disulap-jadi-pupuk-organik-loh-54w1ppydZO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ampas kopi bisa jadi pupuk organik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/01/320/3057270/jangan-dibuang-ampas-kopi-bisa-disulap-jadi-pupuk-organik-loh-54w1ppydZO.jpg</image><title>Ampas kopi bisa jadi pupuk organik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kopi adalah salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia yang dikonsumsi setiap hari. Siapa sangka ampas kopi yang sering dianggap sebagai limbah ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang sangat berguna?
&quot;Dari pada jadi sampah mending diolah jadi pupuk organik, yang ternyata kaya akan nutrisi penting dan sangat bermanfaat bagi tanaman,&quot; tulis akun Instagram Kementerian Pertanian pada Minggu (1/9/2024).

BACA JUGA:
Kementan Cetak 1 Juta Hektare Sawah Baru, Pasokan Pupuk Aman?


Pemanfaatan ampas kopi dalam pertanian bukanlah hal baru. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Australia, sudah lama berdiri tempat pengolahan ampas kopi. Salah satu contohnya adalah program &quot;Ground to Ground&quot; yang berada di Texas, Amerika Serikat.
Ampas kopi dapat diolah menjadi dua jenis pupuk, yaitu:
1. Pupuk Padat: Campurkan dua gelas ampas kopi dengan satu liter air, saring, lalu jemur untuk mengurangi kadar gula. Ampas kopi yang masih mengandung gula bisa mengundang semut, jadi pastikan kering sebelum ditaburkan ke tanaman.

BACA JUGA:
Relawan Prabowo dan Eks Bupati Wonogiri Jadi Komisaris Pupuk Indonesia 


2. Pupuk Cair: Setelah disaring, ampas tidak dikeringkan tetapi langsung dimasukkan ke botol dan ditambahkan satu tutup botol pupuk organik cair (POC) untuk membantu fermentasi. Diamkan selama satu minggu sebelum digunakan. Cara penggunaannya adalah dengan mencampurkan satu tutup botol POC kopi dengan satu liter air, lalu disiramkan atau disemprotkan ke batang dan daun tanaman.
Penggunaan ampas kopi sebagai pupuk organik tidak hanya ramah  lingkungan tetapi juga ekonomis. Tanaman yang cocok untuk diberikan  pupuk kompos dari ampas kopi ini adalah tanaman yang memerlukan pH  rendah, sekitar 5.5 - 6.5, seperti tomat, cabai, dan kacang panjang.  Selain itu, pupuk kompos dari ampas kopi juga dapat berfungsi sebagai  pestisida alami, membantu menjauhkan tanaman dari serangan berbagai  hama.
Ampas kopi yang digunakan sebagai pupuk kompos juga ramah terhadap  ekosistem tanah. Cacing tanah, yang merupakan indikator kesehatan tanah,  tidak terganggu dengan kehadiran pupuk kompos ini.
Dengan memanfaatkan ampas kopi sebagai pupuk, kita tidak hanya  mendapatkan manfaat bagi tanaman tetapi juga ikut berkontribusi dalam  menjaga kelestarian lingkungan. Jadi, jangan buang ampas kopinya, karena  bisa disulap jadi pupuk organik yang bermanfaat!</description><content:encoded>JAKARTA - Kopi adalah salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia yang dikonsumsi setiap hari. Siapa sangka ampas kopi yang sering dianggap sebagai limbah ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang sangat berguna?
&quot;Dari pada jadi sampah mending diolah jadi pupuk organik, yang ternyata kaya akan nutrisi penting dan sangat bermanfaat bagi tanaman,&quot; tulis akun Instagram Kementerian Pertanian pada Minggu (1/9/2024).

BACA JUGA:
Kementan Cetak 1 Juta Hektare Sawah Baru, Pasokan Pupuk Aman?


Pemanfaatan ampas kopi dalam pertanian bukanlah hal baru. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Australia, sudah lama berdiri tempat pengolahan ampas kopi. Salah satu contohnya adalah program &quot;Ground to Ground&quot; yang berada di Texas, Amerika Serikat.
Ampas kopi dapat diolah menjadi dua jenis pupuk, yaitu:
1. Pupuk Padat: Campurkan dua gelas ampas kopi dengan satu liter air, saring, lalu jemur untuk mengurangi kadar gula. Ampas kopi yang masih mengandung gula bisa mengundang semut, jadi pastikan kering sebelum ditaburkan ke tanaman.

BACA JUGA:
Relawan Prabowo dan Eks Bupati Wonogiri Jadi Komisaris Pupuk Indonesia 


2. Pupuk Cair: Setelah disaring, ampas tidak dikeringkan tetapi langsung dimasukkan ke botol dan ditambahkan satu tutup botol pupuk organik cair (POC) untuk membantu fermentasi. Diamkan selama satu minggu sebelum digunakan. Cara penggunaannya adalah dengan mencampurkan satu tutup botol POC kopi dengan satu liter air, lalu disiramkan atau disemprotkan ke batang dan daun tanaman.
Penggunaan ampas kopi sebagai pupuk organik tidak hanya ramah  lingkungan tetapi juga ekonomis. Tanaman yang cocok untuk diberikan  pupuk kompos dari ampas kopi ini adalah tanaman yang memerlukan pH  rendah, sekitar 5.5 - 6.5, seperti tomat, cabai, dan kacang panjang.  Selain itu, pupuk kompos dari ampas kopi juga dapat berfungsi sebagai  pestisida alami, membantu menjauhkan tanaman dari serangan berbagai  hama.
Ampas kopi yang digunakan sebagai pupuk kompos juga ramah terhadap  ekosistem tanah. Cacing tanah, yang merupakan indikator kesehatan tanah,  tidak terganggu dengan kehadiran pupuk kompos ini.
Dengan memanfaatkan ampas kopi sebagai pupuk, kita tidak hanya  mendapatkan manfaat bagi tanaman tetapi juga ikut berkontribusi dalam  menjaga kelestarian lingkungan. Jadi, jangan buang ampas kopinya, karena  bisa disulap jadi pupuk organik yang bermanfaat!</content:encoded></item></channel></rss>
