<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cadangan Batu Bara BUMI Tembus 2,4 Miliar Ton</title><description>PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyatakan posisi cadangan yang tersimpan pada lokasi tambang batu bara mencapai 2,4 miliar ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/278/3057814/cadangan-batu-bara-bumi-tembus-2-4-miliar-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/278/3057814/cadangan-batu-bara-bumi-tembus-2-4-miliar-ton"/><item><title>Cadangan Batu Bara BUMI Tembus 2,4 Miliar Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/278/3057814/cadangan-batu-bara-bumi-tembus-2-4-miliar-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/278/3057814/cadangan-batu-bara-bumi-tembus-2-4-miliar-ton</guid><pubDate>Senin 02 September 2024 21:28 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/02/278/3057814/cadangan-batu-bara-bumi-tembus-2-4-miliar-ton-nHU6WTq39I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cadangan batu bara emiten BUMI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/02/278/3057814/cadangan-batu-bara-bumi-tembus-2-4-miliar-ton-nHU6WTq39I.jpg</image><title>Cadangan batu bara emiten BUMI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyatakan posisi cadangan yang tersimpan pada lokasi tambang batu bara mencapai 2,4 miliar ton. Cadangan batu bara tersebut berasal dari anak usaha BUMI, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (Arutmin) serta aset di Pendopo, Sumatera Selatan.
Sementara perkiraan potensi sumber daya mencapai 6,81 miliar ton. BUMI mengklaim bahwa dengan cadangan tersebut masih bisa memproduksi batu bara hingga 30 tahun dengan volume produksi mencapai 80 juta ton per tahun.

BACA JUGA:
Dampak PLTU Manfaatkan Limbah Serbuk Kayu Gantikan Batu Bara


&quot;KPC mencatat cadangan batu bara sebesar 721 juta ton dan Arutmin sebesar 327 juta ton,&quot; kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava dalam keterangannya, Jakarta, Senin (2/9/2024).
Adapun aset BUMI di Pendopo memiliki cadangan sekitar 1,3 miliar juta ton.

BACA JUGA:
Gantikan Batu Bara, Pemanfaatan Biomassa di PLTU Miliki Skala Ekonomi Rp9,4 Triliun


&quot;BUMI akan mengoptimalkan pendapatan dan laba bersih jangka panjang dari cadangan yang ada. Untuk itu, BUMI akan mengadopsi proses digital dalam operasional, dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi biaya produksi lainnya,&quot; katanya.
BUMI berkomitmen memenuhi wajib pasok dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) yang ditetapkan pemerintah, tujuannya adalah menjamin keamanan pasokan batu bara domestik secara berkelanjutan dan optimasi penerimaan negara. Setidaknya secara nasional, BUMI berkontribusi terhadap DMO sebesar 25%. BUMI mencatatkan kenaikan produksi batu bara menjadi 37,7 juta ton di semester I-2024, naik dari periode sama tahun 2023 yaitu sebesar 35,4 juta ton.
Kenaikan produksi batu bara itu didorong oleh performa kontraktor  yang lebih baik, dan curah hujan yang lebih sedikit di wilayah  pertambangan KPC.
Kendati produksi meningkat 7%, pendapatan BUMI turun pada semester  1-2024. BUMI mencatatkan pendapatan konsolidasi (KPC dan Arutmin)  sebesar USD2,89 miliar, turun 13% secara tahunan atau year on year (yoy)  dari sebelumnya USD3,30 miliar.
Sementara itu, laba sebelum pajak USD141 juta, total pendapatan  USD135 juta, pendapatan yang dapat diatribusikan USD85 juta (Naik 3,8%  YoY).
Pada semester pertama di tahun ini, terdapat beberapa tantangan baik  dari segi harga, pasokan, permintaan, produksi, tantangan regulasi, DMO,  dampak subsidi harga, serta struktur royalti yang tidak merata antar  sektor dan subsidi mineral.
Untuk itu, rencana ekspansi BUMI di tahun ini adalah mengoptimalkan  pendapatan dan laba bersih jangka panjang, selain itu BUMI juga akan  mengadopsi proses digital dalam proses operasional dan berupaya  semaksimal mungkin untuk menekan biaya produksi lainnya meski harga  jualnya turun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyatakan posisi cadangan yang tersimpan pada lokasi tambang batu bara mencapai 2,4 miliar ton. Cadangan batu bara tersebut berasal dari anak usaha BUMI, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (Arutmin) serta aset di Pendopo, Sumatera Selatan.
Sementara perkiraan potensi sumber daya mencapai 6,81 miliar ton. BUMI mengklaim bahwa dengan cadangan tersebut masih bisa memproduksi batu bara hingga 30 tahun dengan volume produksi mencapai 80 juta ton per tahun.

BACA JUGA:
Dampak PLTU Manfaatkan Limbah Serbuk Kayu Gantikan Batu Bara


&quot;KPC mencatat cadangan batu bara sebesar 721 juta ton dan Arutmin sebesar 327 juta ton,&quot; kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava dalam keterangannya, Jakarta, Senin (2/9/2024).
Adapun aset BUMI di Pendopo memiliki cadangan sekitar 1,3 miliar juta ton.

BACA JUGA:
Gantikan Batu Bara, Pemanfaatan Biomassa di PLTU Miliki Skala Ekonomi Rp9,4 Triliun


&quot;BUMI akan mengoptimalkan pendapatan dan laba bersih jangka panjang dari cadangan yang ada. Untuk itu, BUMI akan mengadopsi proses digital dalam operasional, dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi biaya produksi lainnya,&quot; katanya.
BUMI berkomitmen memenuhi wajib pasok dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) yang ditetapkan pemerintah, tujuannya adalah menjamin keamanan pasokan batu bara domestik secara berkelanjutan dan optimasi penerimaan negara. Setidaknya secara nasional, BUMI berkontribusi terhadap DMO sebesar 25%. BUMI mencatatkan kenaikan produksi batu bara menjadi 37,7 juta ton di semester I-2024, naik dari periode sama tahun 2023 yaitu sebesar 35,4 juta ton.
Kenaikan produksi batu bara itu didorong oleh performa kontraktor  yang lebih baik, dan curah hujan yang lebih sedikit di wilayah  pertambangan KPC.
Kendati produksi meningkat 7%, pendapatan BUMI turun pada semester  1-2024. BUMI mencatatkan pendapatan konsolidasi (KPC dan Arutmin)  sebesar USD2,89 miliar, turun 13% secara tahunan atau year on year (yoy)  dari sebelumnya USD3,30 miliar.
Sementara itu, laba sebelum pajak USD141 juta, total pendapatan  USD135 juta, pendapatan yang dapat diatribusikan USD85 juta (Naik 3,8%  YoY).
Pada semester pertama di tahun ini, terdapat beberapa tantangan baik  dari segi harga, pasokan, permintaan, produksi, tantangan regulasi, DMO,  dampak subsidi harga, serta struktur royalti yang tidak merata antar  sektor dan subsidi mineral.
Untuk itu, rencana ekspansi BUMI di tahun ini adalah mengoptimalkan  pendapatan dan laba bersih jangka panjang, selain itu BUMI juga akan  mengadopsi proses digital dalam proses operasional dan berupaya  semaksimal mungkin untuk menekan biaya produksi lainnya meski harga  jualnya turun.</content:encoded></item></channel></rss>
