<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS Catat 5 Tahun Terakhir Selalu Terjadi Deflasi di Agustus, Ini Penyebabnya</title><description>BPS) melaporkan terjadi deflasi sebesar 0,03% secara bulanan atau terjadi penurunan indeks harga konsumen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/320/3057498/bps-catat-5-tahun-terakhir-selalu-terjadi-deflasi-di-agustus-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/320/3057498/bps-catat-5-tahun-terakhir-selalu-terjadi-deflasi-di-agustus-ini-penyebabnya"/><item><title>BPS Catat 5 Tahun Terakhir Selalu Terjadi Deflasi di Agustus, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/320/3057498/bps-catat-5-tahun-terakhir-selalu-terjadi-deflasi-di-agustus-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/320/3057498/bps-catat-5-tahun-terakhir-selalu-terjadi-deflasi-di-agustus-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Senin 02 September 2024 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/02/320/3057498/bps-catat-5-tahun-terakhir-selalu-terjadi-deflasi-di-agustus-ini-penyebabnya-alHfQrdIOh.JPG" expression="full" type="image/jpeg">BPS Catat Deflasi pada Agustus 2024 (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/02/320/3057498/bps-catat-5-tahun-terakhir-selalu-terjadi-deflasi-di-agustus-ini-penyebabnya-alHfQrdIOh.JPG</image><title>BPS Catat Deflasi pada Agustus 2024 (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi deflasi sebesar 0,03% secara bulanan atau terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 106,09 pada Juli 2024 menjadi 106,06 pada Agustus 2024.
Menurut Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, dalam lima tahun terakhir terjadi deflasi di Agustus, kecuali pada Agustus 2021.

BACA JUGA:
BPS Catat Deflasi 0,03% di Agustus 2024

&quot;Deflasi yang terjadi setiap Agustus dalam lima tahun terakhir umumnya disumbang oleh penurunan harga komoditas komponen harga bergejolak,&quot; jelasnya dalam konferensi pers hari ini, Senin (2/9/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8yNS80LzE4NDMzMC81L3g5NGtnNzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pudji menyebut, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi kelompok utama penyumbang deflasi di setiap bulan Agustus pada 2020 sampai dengan 2024. Kelompok ini, lanjutnya, juga mengalami deflasi berturut-turut dalam lima bulan terkahir di 2024.

BACA JUGA:
Tarif KRL Jabodetabek Berbasis NIK Diberlakukan Bertahap di 2025, Begini Skemanya

&quot;Adapun komoditas utama penyumbang deflasi Agustus 2024 adalah bawang merah, daging ayam ras, tomat dan telur ayam ras,&quot; tutur Pudji.Sebelumnya, deflasi pada Agustus 2024 juga didorong oleh deflasi komponen harga bergejolak. Komponen ini mengalami deflasi 1,24 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,20 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi pada komponen harga bergejolak ini diantaranya bawang merah, daging ayam ras, tomat dan telur ayam ras.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi deflasi sebesar 0,03% secara bulanan atau terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 106,09 pada Juli 2024 menjadi 106,06 pada Agustus 2024.
Menurut Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, dalam lima tahun terakhir terjadi deflasi di Agustus, kecuali pada Agustus 2021.

BACA JUGA:
BPS Catat Deflasi 0,03% di Agustus 2024

&quot;Deflasi yang terjadi setiap Agustus dalam lima tahun terakhir umumnya disumbang oleh penurunan harga komoditas komponen harga bergejolak,&quot; jelasnya dalam konferensi pers hari ini, Senin (2/9/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8yNS80LzE4NDMzMC81L3g5NGtnNzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pudji menyebut, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi kelompok utama penyumbang deflasi di setiap bulan Agustus pada 2020 sampai dengan 2024. Kelompok ini, lanjutnya, juga mengalami deflasi berturut-turut dalam lima bulan terkahir di 2024.

BACA JUGA:
Tarif KRL Jabodetabek Berbasis NIK Diberlakukan Bertahap di 2025, Begini Skemanya

&quot;Adapun komoditas utama penyumbang deflasi Agustus 2024 adalah bawang merah, daging ayam ras, tomat dan telur ayam ras,&quot; tutur Pudji.Sebelumnya, deflasi pada Agustus 2024 juga didorong oleh deflasi komponen harga bergejolak. Komponen ini mengalami deflasi 1,24 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,20 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi pada komponen harga bergejolak ini diantaranya bawang merah, daging ayam ras, tomat dan telur ayam ras.
</content:encoded></item></channel></rss>
