<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beras dan Rokok Biang Kerok Inflasi hingga Agustus 2024</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi secara tahunan mencapai 2,12% hingga Agustus 2024</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/320/3057546/beras-dan-rokok-biang-kerok-inflasi-hingga-agustus-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/320/3057546/beras-dan-rokok-biang-kerok-inflasi-hingga-agustus-2024"/><item><title>Beras dan Rokok Biang Kerok Inflasi hingga Agustus 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/320/3057546/beras-dan-rokok-biang-kerok-inflasi-hingga-agustus-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/320/3057546/beras-dan-rokok-biang-kerok-inflasi-hingga-agustus-2024</guid><pubDate>Senin 02 September 2024 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/02/320/3057546/beras-dan-rokok-biang-kerok-inflasi-hingga-agustus-2024-sXO3e44J43.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Beras dan Rokok Biang Kerok Inflasi. (foto :Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/02/320/3057546/beras-dan-rokok-biang-kerok-inflasi-hingga-agustus-2024-sXO3e44J43.jpg</image><title>Beras dan Rokok Biang Kerok Inflasi. (foto :Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi secara tahunan mencapai 2,12% hingga Agustus 2024. Sementara secara tahun kalender terjadi inflasi 0,87%.
&quot;Tingkat inflasi tahunan pada Agustus 2024 adalah sebesar 2,12% atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 103,86 pada Agustus 2023 menjadi 106,06 pada Agustus 2024,&quot; jelas Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers hari ini, Senin (2/9/2024).

BACA JUGA:
IHSG Besok Diprediksi Menguat, Data Inflasi Jadi Penopang

Pudji menuturkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 3,39% dan memberikan andil sebesar 0,96% terhadap inflasi umumnya.
Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah beras dan sigaret kretek mesin masing-masing memberikan andil sebesar 0,43 persen dan 0,12%. Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi cukup besar adalah cabai rawit, kopi bubuk dan gula pasir.

BACA JUGA:
Anggaran IKN Bengkak Imbas Inflasi dan Kenaikan Harga, Ini Kata PUPR

&quot;Komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi cukup signifikan adalah emas perhiasan dan bensin yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,30% dan 0,06%,&quot; terang Pudji.Dia menambahkan, secara tahunan, inflasi pada Agustus 2024 ini terjadi pada seluruh komponen. Komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,02%. Komponen ini memberikan andil inflasi terbesar dengan andil inflasi sebesar 1,30%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya emas perhiasan, kopi bubuk, gula pasir, nasi dengan lauk, biaya sewa rumah dan minyak goreng.
&quot;Berikutnya, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi tahunan sebesar 1,68%. Komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 0,33% dan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi untuk komponen ini adalah sigaret kretek mesin, bensin, sigaret kretek tangan, dan sigaret kretek putih mesin,&quot; papar Pudji.
Selanjutnya, komponen harga bergejolak yang mengalami inflasi sebesar 3,04% dengan andil inflasi sebesar 0,49%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi untuk komponen harga bergejolak ini adalah beras, cabai rawit, dan kentang.
&quot;Kemudian berdasarkan sebaran wilayahnya dimana secara tahunan, seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan dengan inflasi sebesar 5,05%. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kepulauan Bangka Blitung dengan inflasi sebesar 1,02%,&quot; tutup Pudji.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi secara tahunan mencapai 2,12% hingga Agustus 2024. Sementara secara tahun kalender terjadi inflasi 0,87%.
&quot;Tingkat inflasi tahunan pada Agustus 2024 adalah sebesar 2,12% atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 103,86 pada Agustus 2023 menjadi 106,06 pada Agustus 2024,&quot; jelas Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers hari ini, Senin (2/9/2024).

BACA JUGA:
IHSG Besok Diprediksi Menguat, Data Inflasi Jadi Penopang

Pudji menuturkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 3,39% dan memberikan andil sebesar 0,96% terhadap inflasi umumnya.
Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah beras dan sigaret kretek mesin masing-masing memberikan andil sebesar 0,43 persen dan 0,12%. Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi cukup besar adalah cabai rawit, kopi bubuk dan gula pasir.

BACA JUGA:
Anggaran IKN Bengkak Imbas Inflasi dan Kenaikan Harga, Ini Kata PUPR

&quot;Komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi cukup signifikan adalah emas perhiasan dan bensin yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,30% dan 0,06%,&quot; terang Pudji.Dia menambahkan, secara tahunan, inflasi pada Agustus 2024 ini terjadi pada seluruh komponen. Komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,02%. Komponen ini memberikan andil inflasi terbesar dengan andil inflasi sebesar 1,30%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya emas perhiasan, kopi bubuk, gula pasir, nasi dengan lauk, biaya sewa rumah dan minyak goreng.
&quot;Berikutnya, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi tahunan sebesar 1,68%. Komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 0,33% dan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi untuk komponen ini adalah sigaret kretek mesin, bensin, sigaret kretek tangan, dan sigaret kretek putih mesin,&quot; papar Pudji.
Selanjutnya, komponen harga bergejolak yang mengalami inflasi sebesar 3,04% dengan andil inflasi sebesar 0,49%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi untuk komponen harga bergejolak ini adalah beras, cabai rawit, dan kentang.
&quot;Kemudian berdasarkan sebaran wilayahnya dimana secara tahunan, seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan dengan inflasi sebesar 5,05%. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kepulauan Bangka Blitung dengan inflasi sebesar 1,02%,&quot; tutup Pudji.</content:encoded></item></channel></rss>
