<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada IKN, Hotel di Kalimantan Timur Paling Laris di Juli 2024</title><description>Hotel di Kalimantan Timur paling laris sepanjang Juli 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/470/3057662/ada-ikn-hotel-di-kalimantan-timur-paling-laris-di-juli-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/470/3057662/ada-ikn-hotel-di-kalimantan-timur-paling-laris-di-juli-2024"/><item><title>Ada IKN, Hotel di Kalimantan Timur Paling Laris di Juli 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/470/3057662/ada-ikn-hotel-di-kalimantan-timur-paling-laris-di-juli-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/02/470/3057662/ada-ikn-hotel-di-kalimantan-timur-paling-laris-di-juli-2024</guid><pubDate>Senin 02 September 2024 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/02/470/3057662/ada-ikn-hotel-di-kalimantan-timur-paling-laris-di-juli-2024-sJA4JRGfed.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IKN membuat hotel di Kaltim laris manis (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/02/470/3057662/ada-ikn-hotel-di-kalimantan-timur-paling-laris-di-juli-2024-sJA4JRGfed.jpg</image><title>IKN membuat hotel di Kaltim laris manis (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Hotel di Kalimantan Timur paling laris sepanjang Juli 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Indonesia pada Juli 2024 mencapai 43,99%. Nilai ini meningkat 1,09 poin dibandingkan Juni 2024.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan secara spasial, TPK hotel bintang tertinggi tercatat di Provinsi Kalimantan Timur yaitu sebesar 69,88%, diikuti oleh Bali dan Papua Selatan, masing-masing sebesar 68,78% dan 63,48%.

BACA JUGA:
Jokowi Yakin Prabowo Lanjutkan Hilirisasi Industri hingga IKN


Sementara itu, TPK hotel bintang terendah tercatat di Papua Pegunungan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sulawesi Barat, masing-masing sebesar 33,44%, 33,17%, dan 29,31%.
&quot;TPK hotel klasifikasi bintang tertinggi tercatat di provinsi Kalimantan Timur yaitu sebesar 69,88% yang masih didorong antara lain oleh aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara, terutama dalam penyiapan upacara peringatan detik-detik proklamasi Agustus 2024 kemarin,&quot; jelas Pudji dalam konferensi pers hari ini, Senin (2/9/2024).

BACA JUGA:
Jadi Tuan Tanah di Ibukota Baru, Hashim Djojohadikusumo: Saya Memang Ingin IKN Lanjut 


Berbeda dengan hotel bintang, lanjut Pudji, TPK hotel nonbintang pada Juli 2024 mencapai 28,02%. Secara spasial, Bali mencatat TPK hotel nonbintang tertinggi pada Juli 2024 yang mencapai 50,03%, diikuti oleh DKI Jakarta sebesar 44,52% dan Kalimantan Utara sebesar 36,70%. Sementara itu, TPK terendah tercacat di Kepulauan Bangka Belitung yang hanya mencapai 15,21%.
Pudji menerangkan, bila dibandingkan Juni 2024 TPK hotel nonbintang menunjukkan kenaikan, yaitu sebesar 0,37 poin. Papua Selatan mengalami kenaikan yang paling besar, yaitu sebesar 8,39 poin, diikuti oleh Nusa Tenggara Barat dan Bali, masing-masing naik sebesar 3,57 poin dan 2,98 poin.
Sementara itu, Papua Pegunungan, Kepulauan Riau, dan Maluku justru  mengalami penurunan terdalam, masing-masing turun sebesar 13,21 poin,  9,70 poin, dan 2,38 poin.
Selain itu, TPK hotel nonbintang di Indonesia mengalami kenaikan  sebesar 2,28 poin bila dibandingkan Juli 2023.  Kenaikan tertinggi  tercatat di Bali sebesar 10,43 poin, diikuti oleh Nusa Tenggara Barat  dan Papua Selatan masing-masing naik sebesar 10,10 poin dan 10,07 poin.
&quot;Sementara itu, Papua Barat Daya, Kepulauan Bangka Belitung, dan  Jambi justru mencatat penurunan terdalam, masing-masing turun sebesar  10,18 poin, 4,32 poin, dan 4,17 poin,&quot; pungkas Pudji.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Hotel di Kalimantan Timur paling laris sepanjang Juli 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Indonesia pada Juli 2024 mencapai 43,99%. Nilai ini meningkat 1,09 poin dibandingkan Juni 2024.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan secara spasial, TPK hotel bintang tertinggi tercatat di Provinsi Kalimantan Timur yaitu sebesar 69,88%, diikuti oleh Bali dan Papua Selatan, masing-masing sebesar 68,78% dan 63,48%.

BACA JUGA:
Jokowi Yakin Prabowo Lanjutkan Hilirisasi Industri hingga IKN


Sementara itu, TPK hotel bintang terendah tercatat di Papua Pegunungan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sulawesi Barat, masing-masing sebesar 33,44%, 33,17%, dan 29,31%.
&quot;TPK hotel klasifikasi bintang tertinggi tercatat di provinsi Kalimantan Timur yaitu sebesar 69,88% yang masih didorong antara lain oleh aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara, terutama dalam penyiapan upacara peringatan detik-detik proklamasi Agustus 2024 kemarin,&quot; jelas Pudji dalam konferensi pers hari ini, Senin (2/9/2024).

BACA JUGA:
Jadi Tuan Tanah di Ibukota Baru, Hashim Djojohadikusumo: Saya Memang Ingin IKN Lanjut 


Berbeda dengan hotel bintang, lanjut Pudji, TPK hotel nonbintang pada Juli 2024 mencapai 28,02%. Secara spasial, Bali mencatat TPK hotel nonbintang tertinggi pada Juli 2024 yang mencapai 50,03%, diikuti oleh DKI Jakarta sebesar 44,52% dan Kalimantan Utara sebesar 36,70%. Sementara itu, TPK terendah tercacat di Kepulauan Bangka Belitung yang hanya mencapai 15,21%.
Pudji menerangkan, bila dibandingkan Juni 2024 TPK hotel nonbintang menunjukkan kenaikan, yaitu sebesar 0,37 poin. Papua Selatan mengalami kenaikan yang paling besar, yaitu sebesar 8,39 poin, diikuti oleh Nusa Tenggara Barat dan Bali, masing-masing naik sebesar 3,57 poin dan 2,98 poin.
Sementara itu, Papua Pegunungan, Kepulauan Riau, dan Maluku justru  mengalami penurunan terdalam, masing-masing turun sebesar 13,21 poin,  9,70 poin, dan 2,38 poin.
Selain itu, TPK hotel nonbintang di Indonesia mengalami kenaikan  sebesar 2,28 poin bila dibandingkan Juli 2023.  Kenaikan tertinggi  tercatat di Bali sebesar 10,43 poin, diikuti oleh Nusa Tenggara Barat  dan Papua Selatan masing-masing naik sebesar 10,10 poin dan 10,07 poin.
&quot;Sementara itu, Papua Barat Daya, Kepulauan Bangka Belitung, dan  Jambi justru mencatat penurunan terdalam, masing-masing turun sebesar  10,18 poin, 4,32 poin, dan 4,17 poin,&quot; pungkas Pudji.</content:encoded></item></channel></rss>
