<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rosan Bongkar Alasan Tesla Milik Elon Musk Batal Investasi di RI</title><description>Menteri Investasi Rosan Roeslani membongkar alasan Elon Musk batal investasi di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/03/320/3058297/rosan-bongkar-alasan-tesla-milik-elon-musk-batal-investasi-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/03/320/3058297/rosan-bongkar-alasan-tesla-milik-elon-musk-batal-investasi-di-ri"/><item><title>Rosan Bongkar Alasan Tesla Milik Elon Musk Batal Investasi di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/03/320/3058297/rosan-bongkar-alasan-tesla-milik-elon-musk-batal-investasi-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/03/320/3058297/rosan-bongkar-alasan-tesla-milik-elon-musk-batal-investasi-di-ri</guid><pubDate>Selasa 03 September 2024 21:14 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/03/320/3058297/rosan-bongkar-alasan-tesla-milik-elon-musk-batal-investasi-di-ri-ASgLl7K33U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rosan bongkar alasan Tesla batal investasi di Indonesia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/03/320/3058297/rosan-bongkar-alasan-tesla-milik-elon-musk-batal-investasi-di-ri-ASgLl7K33U.jpg</image><title>Rosan bongkar alasan Tesla batal investasi di Indonesia (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi Rosan Roeslani membongkar alasan Elon Musk batal investasi di Indonesia. Tenaga listrik yang masih berbasis energi fosil menjadi salah satu alasan produsen kendaraan listrik Tesla batal tanam modal di Indonesia.
&quot;Saya contohkan mungkin Tesla, kalau mereka masuk ke kawasan industri di kita, namun energinya masih dari energi berbasis fosil seperti batu bara, maka tidak selaras dengan visinya mereka,&quot; ujar Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (3/9/2024).

BACA JUGA:
Elon Musk Ungkap Alasan AS Menuju Kebangkrutan 

Menurut dia, Indonesia salah satu negara yang menikmati ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Namun, keuntungan dari perang dagang yang diambil Indonesia tidak besar.
&amp;ldquo;Masih ada Vietnam, Malaysia, Thailand yang lebih banyak menikmati perpindahan investor ke negara-negara tersebut. Kalau kita lebih telusur lagi, itu kenapa? Salah satunya memang hal yang harus kita sempurnakan dari segi kemudahan berusaha, perizinan, kepastian hukum yang merupakan salah satu pekerjaan rumah kita dan juga yang menarik mereka bilang di kita ini investasi yang ada diharapkan energinya itu dari EBT atau clean energy,&quot; katanya dilansir dari Antara.

BACA JUGA:
Elon Musk Tak Bangun Pabrik Tesla di RI, Begini Reaksi Jokowi!

Rosan mengambil contoh Vietnam, yang industrial park-nya atau kawasan ekonominya kebanyakan sudah lebih dari 62 persen itu menggunakan tenaga listrik berbasis clean energy seperti hidro, tenaga surya, tenaga angin dan sebagainya karena hal tersebut merupakan tuntutan dari global.Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Panjaitan menyebut pabrikan mobil listrik Tesla yang  dimiliki Elon Musk, belum akan membangun pabrik di mana pun dalam  satu-dua tahun ini.
Luhut mengatakan Indonesia akan mencoba menawarkan investasi terkait  hilirisasi nikel kepada Elon Musk. Sementara itu, Presiden Joko Widodo  (Jokowi) menekankan Indonesia tidak bergantung kepada satu atau dua  merek tertentu dalam membuka investasi mobil listrik di tanah air.
Hal itu ditekankan Jokowi menyikapi belum adanya lampu hijau dari  investor Amerika Serikat Elon Musk dalam membangun pabrik kendaraan  listrik Tesla di Indonesia. Jokowi menyampaikan saat ini sudah terdapat  pabrikan asal Korea Selatan Hyundai yang memproduksi mobil listrik di  Indonesia. Selain Hyundai, ada pabrikan lain yang juga sudah masuk di  Indonesia yakni Wuling, BYD, VinFast, dan Chery.
Selain itu, juga sudah ada investasi pabrik baterai listrik yang juga sudah beroperasi di Karawang, Jawa Barat.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi Rosan Roeslani membongkar alasan Elon Musk batal investasi di Indonesia. Tenaga listrik yang masih berbasis energi fosil menjadi salah satu alasan produsen kendaraan listrik Tesla batal tanam modal di Indonesia.
&quot;Saya contohkan mungkin Tesla, kalau mereka masuk ke kawasan industri di kita, namun energinya masih dari energi berbasis fosil seperti batu bara, maka tidak selaras dengan visinya mereka,&quot; ujar Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (3/9/2024).

BACA JUGA:
Elon Musk Ungkap Alasan AS Menuju Kebangkrutan 

Menurut dia, Indonesia salah satu negara yang menikmati ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Namun, keuntungan dari perang dagang yang diambil Indonesia tidak besar.
&amp;ldquo;Masih ada Vietnam, Malaysia, Thailand yang lebih banyak menikmati perpindahan investor ke negara-negara tersebut. Kalau kita lebih telusur lagi, itu kenapa? Salah satunya memang hal yang harus kita sempurnakan dari segi kemudahan berusaha, perizinan, kepastian hukum yang merupakan salah satu pekerjaan rumah kita dan juga yang menarik mereka bilang di kita ini investasi yang ada diharapkan energinya itu dari EBT atau clean energy,&quot; katanya dilansir dari Antara.

BACA JUGA:
Elon Musk Tak Bangun Pabrik Tesla di RI, Begini Reaksi Jokowi!

Rosan mengambil contoh Vietnam, yang industrial park-nya atau kawasan ekonominya kebanyakan sudah lebih dari 62 persen itu menggunakan tenaga listrik berbasis clean energy seperti hidro, tenaga surya, tenaga angin dan sebagainya karena hal tersebut merupakan tuntutan dari global.Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Panjaitan menyebut pabrikan mobil listrik Tesla yang  dimiliki Elon Musk, belum akan membangun pabrik di mana pun dalam  satu-dua tahun ini.
Luhut mengatakan Indonesia akan mencoba menawarkan investasi terkait  hilirisasi nikel kepada Elon Musk. Sementara itu, Presiden Joko Widodo  (Jokowi) menekankan Indonesia tidak bergantung kepada satu atau dua  merek tertentu dalam membuka investasi mobil listrik di tanah air.
Hal itu ditekankan Jokowi menyikapi belum adanya lampu hijau dari  investor Amerika Serikat Elon Musk dalam membangun pabrik kendaraan  listrik Tesla di Indonesia. Jokowi menyampaikan saat ini sudah terdapat  pabrikan asal Korea Selatan Hyundai yang memproduksi mobil listrik di  Indonesia. Selain Hyundai, ada pabrikan lain yang juga sudah masuk di  Indonesia yakni Wuling, BYD, VinFast, dan Chery.
Selain itu, juga sudah ada investasi pabrik baterai listrik yang juga sudah beroperasi di Karawang, Jawa Barat.</content:encoded></item></channel></rss>
