<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ajak BEI, Kemenparekraf Dorong Pelaku Parekraf Melantai di Pasar Modal</title><description>Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong pelaku Parekraf melakukan IPO.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/04/278/3058589/ajak-bei-kemenparekraf-dorong-pelaku-parekraf-melantai-di-pasar-modal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/04/278/3058589/ajak-bei-kemenparekraf-dorong-pelaku-parekraf-melantai-di-pasar-modal"/><item><title>Ajak BEI, Kemenparekraf Dorong Pelaku Parekraf Melantai di Pasar Modal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/04/278/3058589/ajak-bei-kemenparekraf-dorong-pelaku-parekraf-melantai-di-pasar-modal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/04/278/3058589/ajak-bei-kemenparekraf-dorong-pelaku-parekraf-melantai-di-pasar-modal</guid><pubDate>Rabu 04 September 2024 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/04/278/3058589/ajak-bei-kemenparekraf-dorong-pelaku-parekraf-melantai-di-pasar-modal-C0yTXUy5RU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenparekraf dan BEI dorong pelaku parekraf melantai di pasar modal (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/04/278/3058589/ajak-bei-kemenparekraf-dorong-pelaku-parekraf-melantai-di-pasar-modal-C0yTXUy5RU.jpg</image><title>Kemenparekraf dan BEI dorong pelaku parekraf melantai di pasar modal (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong pelaku Parekraf melakukan IPO alias melantai di Pasar Modal Indonesia. Kemenparekraf menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memberikan pendampingan para pelaku parekraf.
BEI dan Kemenparekraf enggelar Demo Day KreatIPO, yang menjadi rangkaian akhir dari program KreatIPO. Kegiatan ini menjadi panggung bagi delapan perusahaan binaan Kemenparekraf dan IDX Incubator untuk menampilkan potensi mereka di hadapan para stakeholder pasar modal, termasuk penjamin emisi efek (underwriter) serta lembaga dan profesi pendukung pasar modal lainnya seperti Kantor Akuntan Publik dan Konsultan Hukum.

BACA JUGA:
Dana Realisasi IPO BEI Tembus Rp5,15 Triliun di Tengah Dugaan Skandal Gratifikasi


&quot;Delapan perusahaan ini telah menjadi binaan bersama kemenparekraf dan idx incubator sehingga dianggap layak untuk mempresentasikan diri di hadapan tim penilai yang terdiri dari 13 underwriter,  10 konsultan hukum, dan 2 kantor akuntan publik,&quot; ujar Ketua Pokja Dana Masyarakat Kemenparekraf Megawati Panjaitan, Rabu (4/9/2024).
Adapun kedelapan perusahaan tersebut adalah PT Pemindo Mitra Sinergi, PT Bintang Raya Juarsa Indonesia, PT Bumi Kadaka, PT Solusi Kampus Indonesia, PT Kartini Bangun Bangsa, PT Agrinesia Raya, PT Vilo Kreasi Rasa, dan PT Respiro Indonesia.

BACA JUGA:
Gaji Pekerja Swasta Bakal Dipotong Lagi untuk Program Pensiun Tambahan Wajib


Advisor to Listing Directorate IDX Saptono Adi Junarso menyampaikan, meningkatnya kesadaran pentingnya berinvestasi dan didukung oleh perkembangan teknologi digital, jumlah investor pasar modal Indonesia terus mengalami peningkatan. Per 26 Juli 2024, jumlah total investor pasar modal telah mencapai 13,2 juta, menandakan peningkatan sebesar 5,3x sejak tahun 2019. Jumlah investor saham pada khususnya telah meningkat 5,2x sejak tahun 2019.
BEI siap memberikan pendampingan bagi pelaku parekraf yang ingin memanfaatkan pendanaan pasar modal dari perusahaan terbuka melalui IPO. Selain itu, BEI memiliki pertumbuhan jumlah perusahaan yang baru tercatat tertinggi dibandingkan dengan bursa besar lainnya di ASEAN.
&amp;ldquo;Walau aktivitas IPO secara global sedang mengalami pelambatan/penurunan, pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu pasar modal yang paling menarik di ranah global,&amp;rdquo; ungkap Sapto.
Sejak tahun 2018, BEI selalu berhasil melakukan pencatatan saham baru  terbanyak dibandingkan dengan bursa-bursa di kawasan ASEAN lainnya.  Tahun lalu BEI berhasil menorehkan pencapaian tertinggi jumlah  perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia, dengan 79  perusahaan tercatat yang berhasil melakukan fundraised sebesar Rp54,1  triliun.
&amp;ldquo;Inisiatif kerja sama ini yang juga sejalan untuk mengajak lebih  banyak Perusahan kecil dan menengah Indonesia khususnya dari sektor  pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat semakin bertumbuh dan  berkembang melalui pendanaan di pasar modal,&amp;rdquo; ungkap Sapto.
Sapto menekankan pentingnya acara ini karena kerja sama dengan  profesi penunjang merupakan proses yang krusial dalam perjalanan  perusahaan menjadi emiten.
&amp;ldquo;Salah satu proses utama dalam persiapan IPO adalah menentukan  lembaga profesi penunjang pasar modal yang akan membantu jalannya proses  persiapan. Melalui acara ini diharapkan dapat menjadi sarana networking  yang mempertemukan para pelaku usaha yang merupakan binaan IDX  Incubator khususnuya di bidang parekraf, dengan para profesi penunjang  pasar modal.
Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Anggara Hayun Anjuprana  berharap Pasar Modal menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan yang  dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk &amp;ldquo;Naik Kelas&amp;rdquo; (Scale Up) sehingga  dapat berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja serta perekonomian  nasional.
&amp;ldquo;Data tahun 2023, menunjukkan, 22 perusahaan berasal dari sektor  parekraf yang listing di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun  sebesar Rp. 4,78 triliun, tren positif berlanjut pada tahun 2024, hingga  akhir Agustus terdapat 10 perusahaan parekraf yang telah listing dengan  mengumpulkan total dana sebesar Rp 1,038 triliun. Capaian ini menjadi  bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan di sektor parekraf semakin  dipercaya oleh investor sebagai salah satu portofolio investasi yang  menarik di Pasar Modal Indonesia,&amp;rdquo; ujar Hayun
Hayun menambahkan Demo Day KreatIPO merupakan kesempatan berharga  bagi perusahaan binaan yang saat ini sedang mempersiapkan diri menjadi  perusahaan Go Public.
&quot;Semoga ini menjadi peluang yang baik untuk membangun jaringan  strategis dan menyusun tim persiapan IPO yang handal, sehingga  mempermudah langkah mereka menuju pasar modal dengan kesiapan optimal,&amp;rdquo;  tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong pelaku Parekraf melakukan IPO alias melantai di Pasar Modal Indonesia. Kemenparekraf menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memberikan pendampingan para pelaku parekraf.
BEI dan Kemenparekraf enggelar Demo Day KreatIPO, yang menjadi rangkaian akhir dari program KreatIPO. Kegiatan ini menjadi panggung bagi delapan perusahaan binaan Kemenparekraf dan IDX Incubator untuk menampilkan potensi mereka di hadapan para stakeholder pasar modal, termasuk penjamin emisi efek (underwriter) serta lembaga dan profesi pendukung pasar modal lainnya seperti Kantor Akuntan Publik dan Konsultan Hukum.

BACA JUGA:
Dana Realisasi IPO BEI Tembus Rp5,15 Triliun di Tengah Dugaan Skandal Gratifikasi


&quot;Delapan perusahaan ini telah menjadi binaan bersama kemenparekraf dan idx incubator sehingga dianggap layak untuk mempresentasikan diri di hadapan tim penilai yang terdiri dari 13 underwriter,  10 konsultan hukum, dan 2 kantor akuntan publik,&quot; ujar Ketua Pokja Dana Masyarakat Kemenparekraf Megawati Panjaitan, Rabu (4/9/2024).
Adapun kedelapan perusahaan tersebut adalah PT Pemindo Mitra Sinergi, PT Bintang Raya Juarsa Indonesia, PT Bumi Kadaka, PT Solusi Kampus Indonesia, PT Kartini Bangun Bangsa, PT Agrinesia Raya, PT Vilo Kreasi Rasa, dan PT Respiro Indonesia.

BACA JUGA:
Gaji Pekerja Swasta Bakal Dipotong Lagi untuk Program Pensiun Tambahan Wajib


Advisor to Listing Directorate IDX Saptono Adi Junarso menyampaikan, meningkatnya kesadaran pentingnya berinvestasi dan didukung oleh perkembangan teknologi digital, jumlah investor pasar modal Indonesia terus mengalami peningkatan. Per 26 Juli 2024, jumlah total investor pasar modal telah mencapai 13,2 juta, menandakan peningkatan sebesar 5,3x sejak tahun 2019. Jumlah investor saham pada khususnya telah meningkat 5,2x sejak tahun 2019.
BEI siap memberikan pendampingan bagi pelaku parekraf yang ingin memanfaatkan pendanaan pasar modal dari perusahaan terbuka melalui IPO. Selain itu, BEI memiliki pertumbuhan jumlah perusahaan yang baru tercatat tertinggi dibandingkan dengan bursa besar lainnya di ASEAN.
&amp;ldquo;Walau aktivitas IPO secara global sedang mengalami pelambatan/penurunan, pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu pasar modal yang paling menarik di ranah global,&amp;rdquo; ungkap Sapto.
Sejak tahun 2018, BEI selalu berhasil melakukan pencatatan saham baru  terbanyak dibandingkan dengan bursa-bursa di kawasan ASEAN lainnya.  Tahun lalu BEI berhasil menorehkan pencapaian tertinggi jumlah  perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia, dengan 79  perusahaan tercatat yang berhasil melakukan fundraised sebesar Rp54,1  triliun.
&amp;ldquo;Inisiatif kerja sama ini yang juga sejalan untuk mengajak lebih  banyak Perusahan kecil dan menengah Indonesia khususnya dari sektor  pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat semakin bertumbuh dan  berkembang melalui pendanaan di pasar modal,&amp;rdquo; ungkap Sapto.
Sapto menekankan pentingnya acara ini karena kerja sama dengan  profesi penunjang merupakan proses yang krusial dalam perjalanan  perusahaan menjadi emiten.
&amp;ldquo;Salah satu proses utama dalam persiapan IPO adalah menentukan  lembaga profesi penunjang pasar modal yang akan membantu jalannya proses  persiapan. Melalui acara ini diharapkan dapat menjadi sarana networking  yang mempertemukan para pelaku usaha yang merupakan binaan IDX  Incubator khususnuya di bidang parekraf, dengan para profesi penunjang  pasar modal.
Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Anggara Hayun Anjuprana  berharap Pasar Modal menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan yang  dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk &amp;ldquo;Naik Kelas&amp;rdquo; (Scale Up) sehingga  dapat berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja serta perekonomian  nasional.
&amp;ldquo;Data tahun 2023, menunjukkan, 22 perusahaan berasal dari sektor  parekraf yang listing di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun  sebesar Rp. 4,78 triliun, tren positif berlanjut pada tahun 2024, hingga  akhir Agustus terdapat 10 perusahaan parekraf yang telah listing dengan  mengumpulkan total dana sebesar Rp 1,038 triliun. Capaian ini menjadi  bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan di sektor parekraf semakin  dipercaya oleh investor sebagai salah satu portofolio investasi yang  menarik di Pasar Modal Indonesia,&amp;rdquo; ujar Hayun
Hayun menambahkan Demo Day KreatIPO merupakan kesempatan berharga  bagi perusahaan binaan yang saat ini sedang mempersiapkan diri menjadi  perusahaan Go Public.
&quot;Semoga ini menjadi peluang yang baik untuk membangun jaringan  strategis dan menyusun tim persiapan IPO yang handal, sehingga  mempermudah langkah mereka menuju pasar modal dengan kesiapan optimal,&amp;rdquo;  tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
