<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eks Menkeu Ungkap Alasan Air Galon Bisa Bikin Kelas Menengah Jatuh Miskin</title><description>Bambang Brodjonegoro mengungkapkan penyebab masyarakat kelas menengah jatuh miskin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/04/320/3058130/eks-menkeu-ungkap-alasan-air-galon-bisa-bikin-kelas-menengah-jatuh-miskin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/04/320/3058130/eks-menkeu-ungkap-alasan-air-galon-bisa-bikin-kelas-menengah-jatuh-miskin"/><item><title>Eks Menkeu Ungkap Alasan Air Galon Bisa Bikin Kelas Menengah Jatuh Miskin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/04/320/3058130/eks-menkeu-ungkap-alasan-air-galon-bisa-bikin-kelas-menengah-jatuh-miskin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/04/320/3058130/eks-menkeu-ungkap-alasan-air-galon-bisa-bikin-kelas-menengah-jatuh-miskin</guid><pubDate>Rabu 04 September 2024 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/03/320/3058130/eks-menkeu-ungkap-alasan-air-galon-bisa-bikin-kelas-menengah-jatuh-miskin-UtPA5dOaDK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan Air Galon Bisa Bikin Kelas Menengah Miskin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/03/320/3058130/eks-menkeu-ungkap-alasan-air-galon-bisa-bikin-kelas-menengah-jatuh-miskin-UtPA5dOaDK.jpg</image><title>Alasan Air Galon Bisa Bikin Kelas Menengah Miskin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan penyebab masyarakat kelas menengah jatuh miskin. Di mana ada beberapa hal yang menjadi masalah selain tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.
Bambang menyebut judi online (Judol) memiliki sifat yang adiktif sehingga cepat sekali menghabiskan pemasukan masyarakat, sementara kebiasaan konsumsi air galon juga menghambat masyarakat untuk bisa berhemat.

BACA JUGA:
Dapat Surat dari Sri Mulyani, Anggaran Kemenhan 2025 Naik Jadi Rp165 Triliun

&quot;Judi online itu dampaknya luar biasa dan yang terlibat banyak di kelas menengah, aspiring middle class dan mungkin yang hampir miskin,&quot; kata Bambang dalam diskusi di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yOS8xLzE4MzM2OC81L3g5MzNsbGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Yang selama ini juga secara tidak sadar itu sudah menggerus income kita lumayan dengan style kita yang mengandalkan semua kepada air galon, air botol, dan segala macamnya,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Klaim Pertumbuhan Ekonomi Perbaiki Indeks Pembangunan Indonesia

Bambang menjelaskan, kebiasaan mengkonsumsi air dalam kemasan tidak terjadi di semua negara. Di negara maju misalnya, warga kelas menengah justru mengandalkan air minum yang disediakan di fasilitas umum.Dia menyebut dengan adanya fasilitas air minum gratis di fasilitas umum itu, masyarakat negara maju tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli minum.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kelas menengah di Indonesia menjadi rentan selama 10 tahun terakhir.
Baca Selengkapnya: Eks Menkeu Sebut Air Galon Bisa Bikin Kelas Menengah Jatuh Miskin, Ini Penjelasannya</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan penyebab masyarakat kelas menengah jatuh miskin. Di mana ada beberapa hal yang menjadi masalah selain tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.
Bambang menyebut judi online (Judol) memiliki sifat yang adiktif sehingga cepat sekali menghabiskan pemasukan masyarakat, sementara kebiasaan konsumsi air galon juga menghambat masyarakat untuk bisa berhemat.

BACA JUGA:
Dapat Surat dari Sri Mulyani, Anggaran Kemenhan 2025 Naik Jadi Rp165 Triliun

&quot;Judi online itu dampaknya luar biasa dan yang terlibat banyak di kelas menengah, aspiring middle class dan mungkin yang hampir miskin,&quot; kata Bambang dalam diskusi di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yOS8xLzE4MzM2OC81L3g5MzNsbGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Yang selama ini juga secara tidak sadar itu sudah menggerus income kita lumayan dengan style kita yang mengandalkan semua kepada air galon, air botol, dan segala macamnya,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Klaim Pertumbuhan Ekonomi Perbaiki Indeks Pembangunan Indonesia

Bambang menjelaskan, kebiasaan mengkonsumsi air dalam kemasan tidak terjadi di semua negara. Di negara maju misalnya, warga kelas menengah justru mengandalkan air minum yang disediakan di fasilitas umum.Dia menyebut dengan adanya fasilitas air minum gratis di fasilitas umum itu, masyarakat negara maju tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli minum.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kelas menengah di Indonesia menjadi rentan selama 10 tahun terakhir.
Baca Selengkapnya: Eks Menkeu Sebut Air Galon Bisa Bikin Kelas Menengah Jatuh Miskin, Ini Penjelasannya</content:encoded></item></channel></rss>
