<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Menguat ke Rp15.479 per USD, Ini Penopangnya</title><description>Nilai tukar Rupiah hari ini ditutup menguat 46,9 poin atau 0,30% ke level Rp15.479 per dolar AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/04/320/3058637/rupiah-menguat-ke-rp15-479-per-usd-ini-penopangnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/04/320/3058637/rupiah-menguat-ke-rp15-479-per-usd-ini-penopangnya"/><item><title>Rupiah Menguat ke Rp15.479 per USD, Ini Penopangnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/04/320/3058637/rupiah-menguat-ke-rp15-479-per-usd-ini-penopangnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/04/320/3058637/rupiah-menguat-ke-rp15-479-per-usd-ini-penopangnya</guid><pubDate>Rabu 04 September 2024 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/04/320/3058637/rupiah-menguat-ke-rp15-479-per-usd-ini-penopangnya-bz2S5ubgT3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai tukar rupiah menguat hari ini (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/04/320/3058637/rupiah-menguat-ke-rp15-479-per-usd-ini-penopangnya-bz2S5ubgT3.jpeg</image><title>Nilai tukar rupiah menguat hari ini (Foto: Shutterstock)</title></images><description> 
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah hari ini ditutup menguat 46,9 poin atau 0,30% ke level Rp15.479 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp15.534 per USD.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS melemah dipengaruhi investor bersiap menghadapi minggu yang dipenuhi dengan data penting, termasuk laporan penggajian AS yang akan dirilis pada hari Jumat. Laporan pekerjaan ini diharapkan akan berdampak besar pada keputusan Federal Reserve, yang akan dirilis pada tanggal 18 September.

BACA JUGA:
Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS Selama Sepekan, Ini Pergerakannya


&amp;ldquo;Antisipasi terhadap data penggajian ini menyusul komentar dari Ketua Fed Jerome Powell bulan lalu, yang menandakan dimulainya penurunan suku bunga karena kekhawatiran tentang melemahnya pasar tenaga kerja. Kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve menjadi titik fokus bagi investor,&amp;rdquo; tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (4/9/2924).
Menurut alat CME FedWatch, ada peluang 63% untuk penurunan sebesar 25 basis poin dan peluang 37% untuk penurunan sebesar 50 basis poin. Secara keseluruhan, pasar telah memperhitungkan total 100 basis poin dalam penurunan suku bunga sepanjang tahun.

BACA JUGA:
Indonesia dan Korea Selatan Resmi Buang Dolar AS, Sepakat Transaksi Pakai Rupiah-Won Mulai 30 September


Sebelumnya, laporan media mengutip gubernur Bank Jepang yang menegaskan kembali dalam sebuah dokumen yang diserahkan kepada panel pemerintah pada hari Selasa bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga jika ekonomi dan inflasi berjalan sesuai dengan yang diharapkan para pembuat kebijakan saat ini.
Dari sentimen domestik, pasar merespons positif terhadap data Inflasi Agustus 2024 tercatat 2,12% year on year (yoy), bergerak stabil didorong oleh penurunan sebagian besar harga pangan. Meski demikian, pemerintah mewaspadai potensi risiko musim kemarau yang dapat berdampak pada komoditas beras.
Inflasi harga diatur pemerintah, tercatat mengalami kenaikan, yaitu menjadi sebesar 1,68% yoy didorong oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi dan rokok.
Sementara itu, inflasi harga bergejolak melanjutkan tren penurunan,  tercatat 3,04% yoy. Penurunan harga pangan terutama didorong oleh  pasokan yang melimpah seiring dengan masa panen serta turunnya biaya  produksi seperti pakan jagung.
Sebelumnya, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada  Agustus 2024 tercatat pada level 48,9. Hal ini tidak terlepas dari  menurunnya kinerja sektor manufaktur global di tengah tekanan  permintaan.
Adapun aktivitas manufaktur negara mitra dagang dan kawasan ASEAN  juga mengalami tantangan yang sama, antara lain Amerika Serikat sebesar  48,0 dan Jepang 49,8.
Negara tetangga seperti Malaysia dan Australia juga kembali  mencatatkan PMI manufaktur yang terkontraksi masing-masing pada level  49,7 dan 48,5.
Di tengah perlambatan PMI Indonesia, optimisme masih terjaga dengan  kinerja sejumlah leading industri di tanah air. Industri makanan dan  minuman serta kimia farmasi hingga triwulan II lalu konsisten tumbuh di  atas 5% yoy.
Bahkan, industri logam dasar tumbuh hingga 18,1% seiring proses  hilirisasi yang semakin menunjukkan hasil. Berdasarkan data di atas,  mata uang rupiah untuk perdagangan berikutnya diprediksi bergerak  fluktuatif, namun kembali ditutup menguat di rentang Rp15.400-Rpp15.560  per dolar AS.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah hari ini ditutup menguat 46,9 poin atau 0,30% ke level Rp15.479 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp15.534 per USD.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS melemah dipengaruhi investor bersiap menghadapi minggu yang dipenuhi dengan data penting, termasuk laporan penggajian AS yang akan dirilis pada hari Jumat. Laporan pekerjaan ini diharapkan akan berdampak besar pada keputusan Federal Reserve, yang akan dirilis pada tanggal 18 September.

BACA JUGA:
Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS Selama Sepekan, Ini Pergerakannya


&amp;ldquo;Antisipasi terhadap data penggajian ini menyusul komentar dari Ketua Fed Jerome Powell bulan lalu, yang menandakan dimulainya penurunan suku bunga karena kekhawatiran tentang melemahnya pasar tenaga kerja. Kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve menjadi titik fokus bagi investor,&amp;rdquo; tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (4/9/2924).
Menurut alat CME FedWatch, ada peluang 63% untuk penurunan sebesar 25 basis poin dan peluang 37% untuk penurunan sebesar 50 basis poin. Secara keseluruhan, pasar telah memperhitungkan total 100 basis poin dalam penurunan suku bunga sepanjang tahun.

BACA JUGA:
Indonesia dan Korea Selatan Resmi Buang Dolar AS, Sepakat Transaksi Pakai Rupiah-Won Mulai 30 September


Sebelumnya, laporan media mengutip gubernur Bank Jepang yang menegaskan kembali dalam sebuah dokumen yang diserahkan kepada panel pemerintah pada hari Selasa bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga jika ekonomi dan inflasi berjalan sesuai dengan yang diharapkan para pembuat kebijakan saat ini.
Dari sentimen domestik, pasar merespons positif terhadap data Inflasi Agustus 2024 tercatat 2,12% year on year (yoy), bergerak stabil didorong oleh penurunan sebagian besar harga pangan. Meski demikian, pemerintah mewaspadai potensi risiko musim kemarau yang dapat berdampak pada komoditas beras.
Inflasi harga diatur pemerintah, tercatat mengalami kenaikan, yaitu menjadi sebesar 1,68% yoy didorong oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi dan rokok.
Sementara itu, inflasi harga bergejolak melanjutkan tren penurunan,  tercatat 3,04% yoy. Penurunan harga pangan terutama didorong oleh  pasokan yang melimpah seiring dengan masa panen serta turunnya biaya  produksi seperti pakan jagung.
Sebelumnya, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada  Agustus 2024 tercatat pada level 48,9. Hal ini tidak terlepas dari  menurunnya kinerja sektor manufaktur global di tengah tekanan  permintaan.
Adapun aktivitas manufaktur negara mitra dagang dan kawasan ASEAN  juga mengalami tantangan yang sama, antara lain Amerika Serikat sebesar  48,0 dan Jepang 49,8.
Negara tetangga seperti Malaysia dan Australia juga kembali  mencatatkan PMI manufaktur yang terkontraksi masing-masing pada level  49,7 dan 48,5.
Di tengah perlambatan PMI Indonesia, optimisme masih terjaga dengan  kinerja sejumlah leading industri di tanah air. Industri makanan dan  minuman serta kimia farmasi hingga triwulan II lalu konsisten tumbuh di  atas 5% yoy.
Bahkan, industri logam dasar tumbuh hingga 18,1% seiring proses  hilirisasi yang semakin menunjukkan hasil. Berdasarkan data di atas,  mata uang rupiah untuk perdagangan berikutnya diprediksi bergerak  fluktuatif, namun kembali ditutup menguat di rentang Rp15.400-Rpp15.560  per dolar AS.
</content:encoded></item></channel></rss>
