<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produk Sampingan Baja Diolah Jadi Penyubur Tanaman</title><description>Produk sampingan baja atau slag diolah menjadi bahan penyubur tanaman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/05/320/3059043/produk-sampingan-baja-diolah-jadi-penyubur-tanaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/05/320/3059043/produk-sampingan-baja-diolah-jadi-penyubur-tanaman"/><item><title>Produk Sampingan Baja Diolah Jadi Penyubur Tanaman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/05/320/3059043/produk-sampingan-baja-diolah-jadi-penyubur-tanaman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/05/320/3059043/produk-sampingan-baja-diolah-jadi-penyubur-tanaman</guid><pubDate>Kamis 05 September 2024 14:36 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/05/320/3059043/produk-sampingan-baja-diolah-jadi-penyubur-tanaman-4xPlI0GTvH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produk sampingan baja diolah jadi pupuk melalui kerjasama Krakatau Posco dan Kementerian Pertanian (Foto: Krakatau Posco)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/05/320/3059043/produk-sampingan-baja-diolah-jadi-penyubur-tanaman-4xPlI0GTvH.jpg</image><title>Produk sampingan baja diolah jadi pupuk melalui kerjasama Krakatau Posco dan Kementerian Pertanian (Foto: Krakatau Posco)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Produk sampingan baja atau slag diolah menjadi bahan penyubur tanaman. Untuk mengoptimalkan slag baja, Krakatau Posco menjalin kerjasama dengan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian.
Krakatau Posco meneken nota Kesepahaman (MoU) dengan tujuan untuk pengembangan metode recycling slag (terak) baja untuk mendukung pertanian ramah lingkungan di Indonesia.

BACA JUGA:
IAF 2024, Indonesia Buka Peluang Bisnis Kosmetik dan Pupuk di Afrika 


Kerjasama ini sejalan dengan komitmen Krakatau Posco untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dari proses produksinya. MoU ini menandai langkah nyata perusahaan dalam memanfaatkan sisa produksi berupa slag baja menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian.
&amp;ldquo;Saya optimis akan keberhasilan kerja sama ini. Karenanya, perlu dukungan dan komitmen dari semua pihak baik sektor pemerintah maupun swasta untuk mendukung pertanian ramah lingkungan. Semoga kerjasama ini dapat membawa kebaikan yang lebih besar bagi pertanian Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, Kementerian Pertanian Fadjry Djufry, Kamis (5/9/2024).

BACA JUGA:
Jangan Dibuang! Ampas Kopi Bisa Disulap Jadi Pupuk Organik Loh


Kerjasama ini meliputi pengkajian pemanfaatan slag baja yang dimiliki oleh Krakatau Posco yang kaya akan kandungan silika dan berpotensi sebagai pembenah tanah ataupun sumber bahan baku pupuk silika. Pemanfaatan slag baja untuk bidang pertanian contohnya pupuk telah diimplementasikan oleh beberapa negara di antaranya Korea Selatan dan Jepang.
Selanjutnya akan dilakukan penyusunan dan perumusan standar mutu slag baja untuk bidang pertanian sebagai komponen draft dan mendukung formulasi slag baja Krakatau Posco dengan bahan bermanfaat lainnya serta pengembangan formula pupuk dan atau pembenah tanah terpilih  yang akan digunakan di bidang pertanian.
Seluruh bentuk kerjasama yang dibentuk merupakan dukungan terhadap  program pemerintah dalam mewujudkan penurunan emisi gas rumah kaca  melalui pemanfaatan slag baja Krakatau Posco. Penelitian kolaboratif ini  diharapkan dapat menunjukkan bahwa pemanfaatan slag baja dalam  pertanian mampu berkontribusi terhadap pengurangan emisi GRK, sejalan  dengan upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.
Slag baja, yang biasanya dianggap sebagai produk sampingan, kini  diolah untuk menjadi sumber daya yang dapat meningkatkan kesuburan tanah  dan produktivitas tanaman. Melalui inovasi ini, Krakatau Posco  menunjukkan bahwa sektor industri dan pertanian dapat bersinergi untuk  mencapai tujuan yang lebih besar, yakni untuk keberlanjutan lingkungan.
Slag Baja cocok untuk dijadikan pupuk di lahan pertanian karena  kandungan dari slag baja, seperti besi, boron, mangan, kapur, silikat,  dan fosfat, merupakan zat-zat yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan  tanaman. Dan dalam perjanjian ini akan dilakukan uji coba pupuk yang  berasal dari olehan slag di beberapa lahan pertanian, untuk membuktikan  bahwa slag baja tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan  dapat memberikan berbagai manfaat dan aman dipergunakan untuk kehidupan  pertanian di Indonesia.
Penandatanganan MoU ini memperkuat komitmen jangka panjang Krakatau  Posco terhadap keberlanjutan. Dengan memanfaatkan slag baja, perusahaan  ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan dari proses produksinya,  tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap sektor pertanian di  Indonesia.
Melalui kerja sama ini, Krakatau Posco  berkomitmen untuk terus  mendukung inisiatif-inisiatif yang dapat membawa dampak positif bagi  lingkungan dan masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya  perusahaan untuk menjadi pemimpin dalam inovasi ramah lingkungan di  industri baja, sekaligus memberikan manfaat yang luas bagi pertanian  Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Produk sampingan baja atau slag diolah menjadi bahan penyubur tanaman. Untuk mengoptimalkan slag baja, Krakatau Posco menjalin kerjasama dengan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian.
Krakatau Posco meneken nota Kesepahaman (MoU) dengan tujuan untuk pengembangan metode recycling slag (terak) baja untuk mendukung pertanian ramah lingkungan di Indonesia.

BACA JUGA:
IAF 2024, Indonesia Buka Peluang Bisnis Kosmetik dan Pupuk di Afrika 


Kerjasama ini sejalan dengan komitmen Krakatau Posco untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dari proses produksinya. MoU ini menandai langkah nyata perusahaan dalam memanfaatkan sisa produksi berupa slag baja menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian.
&amp;ldquo;Saya optimis akan keberhasilan kerja sama ini. Karenanya, perlu dukungan dan komitmen dari semua pihak baik sektor pemerintah maupun swasta untuk mendukung pertanian ramah lingkungan. Semoga kerjasama ini dapat membawa kebaikan yang lebih besar bagi pertanian Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, Kementerian Pertanian Fadjry Djufry, Kamis (5/9/2024).

BACA JUGA:
Jangan Dibuang! Ampas Kopi Bisa Disulap Jadi Pupuk Organik Loh


Kerjasama ini meliputi pengkajian pemanfaatan slag baja yang dimiliki oleh Krakatau Posco yang kaya akan kandungan silika dan berpotensi sebagai pembenah tanah ataupun sumber bahan baku pupuk silika. Pemanfaatan slag baja untuk bidang pertanian contohnya pupuk telah diimplementasikan oleh beberapa negara di antaranya Korea Selatan dan Jepang.
Selanjutnya akan dilakukan penyusunan dan perumusan standar mutu slag baja untuk bidang pertanian sebagai komponen draft dan mendukung formulasi slag baja Krakatau Posco dengan bahan bermanfaat lainnya serta pengembangan formula pupuk dan atau pembenah tanah terpilih  yang akan digunakan di bidang pertanian.
Seluruh bentuk kerjasama yang dibentuk merupakan dukungan terhadap  program pemerintah dalam mewujudkan penurunan emisi gas rumah kaca  melalui pemanfaatan slag baja Krakatau Posco. Penelitian kolaboratif ini  diharapkan dapat menunjukkan bahwa pemanfaatan slag baja dalam  pertanian mampu berkontribusi terhadap pengurangan emisi GRK, sejalan  dengan upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.
Slag baja, yang biasanya dianggap sebagai produk sampingan, kini  diolah untuk menjadi sumber daya yang dapat meningkatkan kesuburan tanah  dan produktivitas tanaman. Melalui inovasi ini, Krakatau Posco  menunjukkan bahwa sektor industri dan pertanian dapat bersinergi untuk  mencapai tujuan yang lebih besar, yakni untuk keberlanjutan lingkungan.
Slag Baja cocok untuk dijadikan pupuk di lahan pertanian karena  kandungan dari slag baja, seperti besi, boron, mangan, kapur, silikat,  dan fosfat, merupakan zat-zat yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan  tanaman. Dan dalam perjanjian ini akan dilakukan uji coba pupuk yang  berasal dari olehan slag di beberapa lahan pertanian, untuk membuktikan  bahwa slag baja tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan  dapat memberikan berbagai manfaat dan aman dipergunakan untuk kehidupan  pertanian di Indonesia.
Penandatanganan MoU ini memperkuat komitmen jangka panjang Krakatau  Posco terhadap keberlanjutan. Dengan memanfaatkan slag baja, perusahaan  ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan dari proses produksinya,  tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap sektor pertanian di  Indonesia.
Melalui kerja sama ini, Krakatau Posco  berkomitmen untuk terus  mendukung inisiatif-inisiatif yang dapat membawa dampak positif bagi  lingkungan dan masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya  perusahaan untuk menjadi pemimpin dalam inovasi ramah lingkungan di  industri baja, sekaligus memberikan manfaat yang luas bagi pertanian  Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
