<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ekspor Listrik EBT ke Singapura, Nilai Investasi Tembus Ratusan Triliun</title><description>Indonesia akan mengekspor listrik yang berasal dari energi baru terbarukan (EBT) ke Singapura.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/05/320/3059149/ri-ekspor-listrik-ebt-ke-singapura-nilai-investasi-tembus-ratusan-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/05/320/3059149/ri-ekspor-listrik-ebt-ke-singapura-nilai-investasi-tembus-ratusan-triliun"/><item><title>RI Ekspor Listrik EBT ke Singapura, Nilai Investasi Tembus Ratusan Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/05/320/3059149/ri-ekspor-listrik-ebt-ke-singapura-nilai-investasi-tembus-ratusan-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/05/320/3059149/ri-ekspor-listrik-ebt-ke-singapura-nilai-investasi-tembus-ratusan-triliun</guid><pubDate>Kamis 05 September 2024 17:43 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/05/320/3059149/ri-ekspor-listrik-ebt-ke-singapura-nilai-investasi-tembus-ratusan-triliun-Y1MLa1Im3A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI bakal ekspor EBT ke Singapura (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/05/320/3059149/ri-ekspor-listrik-ebt-ke-singapura-nilai-investasi-tembus-ratusan-triliun-Y1MLa1Im3A.jpg</image><title>RI bakal ekspor EBT ke Singapura (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia akan mengekspor listrik yang berasal dari energi baru terbarukan (EBT) ke Singapura. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Indonesia siap mengekspor listrik EBT ke Singapura sebanyak 2 sampai 3 gigawatt.
Dikatakan Luhut, hal itu juga telah ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Indonesia dan Singapura. Adapun nilai kesepakatan dari kerja sama ekspor listrik hijau ini ditaksir mencapai puluhan miliar dolar atau sekitar ratusan triliun.

BACA JUGA:
Pengguna REC Naik 65 Persen, PLN Terus Tambah Suplai dari Pembangkit EBT Baru


&quot;Ya lagi jalan sudah di tandatangan itu,&quot; jelasnya ketika ditemui usai acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) di JCC, Jakarta, Kamis (5/9/2024).
Dikatakan Luhut, untuk tahap pertama listrik hijau yang akan diekspor memang sebanyak 2 sampai 3 gigawatt. Namun dirinya tidak menutup kemungkinan bahwa ke depan jumlah itu akan bertambah.

BACA JUGA:
Jokowi Hadiri Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan dan EBT Besok


Namun diakuinya, pemerintah masih akan memastikan kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi dengan baik.
&quot;Itu kan tadi dibilang pertama 2 gigawatt ya. Itu bisa saja berkembang. Bisa, nanti tambah. Ya kita lihat lah itu yang paling baik. Kita juga harus lihat kebutuhan dalam negeri kan. Jangan semua kita ekspor, nanti kita tidak punya,&quot; paparnya.
Kendati demikian, ketika ditanya kepastian nilai investasi, Luhut  mengaku dirinya belum bisa merincikan angka pastinya. Ia hanya  memperkirakan bahwa investasi ini kan tembus hingga pulihan miliar dolar  atau kisaran ratusan triliun rupiah.
&quot;Oh itu berapa, dengan industrinya beberapa bisa beberapa puluh miliar dolar itu. Besar itu,&quot; tutup Luhut.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia akan mengekspor listrik yang berasal dari energi baru terbarukan (EBT) ke Singapura. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Indonesia siap mengekspor listrik EBT ke Singapura sebanyak 2 sampai 3 gigawatt.
Dikatakan Luhut, hal itu juga telah ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Indonesia dan Singapura. Adapun nilai kesepakatan dari kerja sama ekspor listrik hijau ini ditaksir mencapai puluhan miliar dolar atau sekitar ratusan triliun.

BACA JUGA:
Pengguna REC Naik 65 Persen, PLN Terus Tambah Suplai dari Pembangkit EBT Baru


&quot;Ya lagi jalan sudah di tandatangan itu,&quot; jelasnya ketika ditemui usai acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) di JCC, Jakarta, Kamis (5/9/2024).
Dikatakan Luhut, untuk tahap pertama listrik hijau yang akan diekspor memang sebanyak 2 sampai 3 gigawatt. Namun dirinya tidak menutup kemungkinan bahwa ke depan jumlah itu akan bertambah.

BACA JUGA:
Jokowi Hadiri Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan dan EBT Besok


Namun diakuinya, pemerintah masih akan memastikan kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi dengan baik.
&quot;Itu kan tadi dibilang pertama 2 gigawatt ya. Itu bisa saja berkembang. Bisa, nanti tambah. Ya kita lihat lah itu yang paling baik. Kita juga harus lihat kebutuhan dalam negeri kan. Jangan semua kita ekspor, nanti kita tidak punya,&quot; paparnya.
Kendati demikian, ketika ditanya kepastian nilai investasi, Luhut  mengaku dirinya belum bisa merincikan angka pastinya. Ia hanya  memperkirakan bahwa investasi ini kan tembus hingga pulihan miliar dolar  atau kisaran ratusan triliun rupiah.
&quot;Oh itu berapa, dengan industrinya beberapa bisa beberapa puluh miliar dolar itu. Besar itu,&quot; tutup Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
