<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut: 94% Kendaraan Orang Kaya Masih Konsumsi Pertalite dan Solar Subsidi</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan menyebut masih banyak orang kaya yang pakai BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/05/320/3059154/luhut-94-kendaraan-orang-kaya-masih-konsumsi-pertalite-dan-solar-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/05/320/3059154/luhut-94-kendaraan-orang-kaya-masih-konsumsi-pertalite-dan-solar-subsidi"/><item><title>Luhut: 94% Kendaraan Orang Kaya Masih Konsumsi Pertalite dan Solar Subsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/05/320/3059154/luhut-94-kendaraan-orang-kaya-masih-konsumsi-pertalite-dan-solar-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/05/320/3059154/luhut-94-kendaraan-orang-kaya-masih-konsumsi-pertalite-dan-solar-subsidi</guid><pubDate>Kamis 05 September 2024 17:53 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/05/320/3059154/luhut-94-kendaraan-orang-kaya-masih-konsumsi-pertalite-dan-solar-subsidi-Z3vs4w3Q4z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">94% orang kaya masih pakai Pertalite dan Solar (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/05/320/3059154/luhut-94-kendaraan-orang-kaya-masih-konsumsi-pertalite-dan-solar-subsidi-Z3vs4w3Q4z.jpg</image><title>94% orang kaya masih pakai Pertalite dan Solar (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut masih banyak orang kaya yang pakai BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar. Bahkan dirinya memproyeksikan hanya 6% penerima subsidi BBM yang tepat sasaran. Sementara sisanya, 94% merupakan golongan orang mampu.
&quot;Jadi yang kena itu sebenarnya 6-7% (subsidi tepat sasaran), tapi yang kena (sisanya) itu orang-orang berada seperti saya, ya nggak fair dong saya disubsidi oleh pemerintah,&quot; jelasnya dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) di JCC, Jakarta, Kamis (5/9/2024).

BACA JUGA:
Pembatasan BBM Pertalite Cs, Luhut: Orang Tak Berhak Tidak Dapat


Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga telah melarang masyarakat kelas menengah menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi. Hal itu sejalan dengan rencana pemerintah agar BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran.
&quot;Kalau yang berhak menerima subsidi itu kan masyarakat mohon maaf ya, yang golongan ekonominya menengah ke bawa. Kalau kita kaya, kita masih menerima BBM bersubdidi, apa kata dunia bos?,&quot; tegasnya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

BACA JUGA:
Pakai AI, Nozzle SPBU Otomatis Mati jika Mobil Orang Kaya Isi BBM Subsidi


Oleh karena itu, dirinya memastikan agar kedepan pemilik kendaraan mewah tidak lagi bisa menikmati BBM subsidi. Salah satunya, dengan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM dalam waktu dekat.
Dalam aturan itu nantinya akan terungkap siapa saja yang berhak  menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP)  Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar Subsidi.
Bahlil pun memastikan, pelaksanaan aturan ini rencananya akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2024 mendatang.
Memang rencananya begitu (1 Oktober). Karena begitu aturan keluar,  permennya keluar, ada waktu untuk sosialisasi. Nah, sosialisasi ini yang  sekarang saya lagi bahas,&quot; urainya.
&quot;Jadi jangan lagi mobil-mobil mewah pakai barang subsidi,&quot; tutup Bahlil.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut masih banyak orang kaya yang pakai BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar. Bahkan dirinya memproyeksikan hanya 6% penerima subsidi BBM yang tepat sasaran. Sementara sisanya, 94% merupakan golongan orang mampu.
&quot;Jadi yang kena itu sebenarnya 6-7% (subsidi tepat sasaran), tapi yang kena (sisanya) itu orang-orang berada seperti saya, ya nggak fair dong saya disubsidi oleh pemerintah,&quot; jelasnya dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) di JCC, Jakarta, Kamis (5/9/2024).

BACA JUGA:
Pembatasan BBM Pertalite Cs, Luhut: Orang Tak Berhak Tidak Dapat


Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga telah melarang masyarakat kelas menengah menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi. Hal itu sejalan dengan rencana pemerintah agar BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran.
&quot;Kalau yang berhak menerima subsidi itu kan masyarakat mohon maaf ya, yang golongan ekonominya menengah ke bawa. Kalau kita kaya, kita masih menerima BBM bersubdidi, apa kata dunia bos?,&quot; tegasnya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

BACA JUGA:
Pakai AI, Nozzle SPBU Otomatis Mati jika Mobil Orang Kaya Isi BBM Subsidi


Oleh karena itu, dirinya memastikan agar kedepan pemilik kendaraan mewah tidak lagi bisa menikmati BBM subsidi. Salah satunya, dengan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM dalam waktu dekat.
Dalam aturan itu nantinya akan terungkap siapa saja yang berhak  menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP)  Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar Subsidi.
Bahlil pun memastikan, pelaksanaan aturan ini rencananya akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2024 mendatang.
Memang rencananya begitu (1 Oktober). Karena begitu aturan keluar,  permennya keluar, ada waktu untuk sosialisasi. Nah, sosialisasi ini yang  sekarang saya lagi bahas,&quot; urainya.
&quot;Jadi jangan lagi mobil-mobil mewah pakai barang subsidi,&quot; tutup Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
