<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Perbankan Tembus Rp7.515 Triliun, Naik 12% di Agustus 2024</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kredit perbankan terus melanjutkan tren peningkatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059589/kredit-perbankan-tembus-rp7-515-triliun-naik-12-di-agustus-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059589/kredit-perbankan-tembus-rp7-515-triliun-naik-12-di-agustus-2024"/><item><title>Kredit Perbankan Tembus Rp7.515 Triliun, Naik 12% di Agustus 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059589/kredit-perbankan-tembus-rp7-515-triliun-naik-12-di-agustus-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059589/kredit-perbankan-tembus-rp7-515-triliun-naik-12-di-agustus-2024</guid><pubDate>Jum'at 06 September 2024 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/06/320/3059589/kredit-perbankan-tembus-rp7-515-triliun-naik-12-di-agustus-2024-UDahfbLBkw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit perbankan tumbuh di Agustus 2024 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/06/320/3059589/kredit-perbankan-tembus-rp7-515-triliun-naik-12-di-agustus-2024-UDahfbLBkw.jpg</image><title>Kredit perbankan tumbuh di Agustus 2024 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kredit perbankan terus melanjutkan tren peningkatan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pada Juli 2024, pertumbuhan kredit melanjutkan catatan pertumbuhan double digit.
&quot;Pertumbuhan penyaluran kredit melanjutkan catatan double digit growth sebesar 12,40% (yoy) yang tercatat pada bulan Juni lalu adalah 12,36% yoy atau 0,48% (mtm) menjadi sebesar Rp7.515 triliun,&quot; kata Dian dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan &amp;amp; Kebijakan OJK Hasil RDK Bulanan Agustus 2024 secara virtual, Jumat (6/9/2024).

BACA JUGA:
OJK Ungkap 4 Tantangan Kelola Dana Pensiun di Indonesia


Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan positif dengan tumbuh sebesar 7,72% yoy dibandingkan Juni lalu sebesar 8,45% yoy. Namun, terkontraksi -0,40% secara mtm menjadi Rp8,686,7 triliun, dengan giro menjadi kontributor pertumbuhan terbesar DPK.
Sementara itu, lanjut Dian, likuiditas industri perbankan pada bulan Juli 2024 juga sangat memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang masih jauh di atas level kebutuhan pengawasan.

BACA JUGA:
BNI Cetak Laba Rp10,7 Triliun dan Salurkan Kredit Rp727 Triliun, Ini Penopangnya


Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing 109,20% dan 24,57%, atau jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.
Sementara itu, kualitas kredit juga terjaga dengan rasio NPL gross  perbankan sebesar 2,27%, dimana bulan Juni lalu tercatat 2,26% dan NPL  nett sebesar 0,79%, dimana bulan Juni lalu tercatat 0,78%.
Kemudian LaR menunjukkan tren penurunan sebesar 10,27% dibandingkan  Juni 2024 lalu sebesar 10,50%. &quot;Semakin mendekati level pandemi yaitu  sebesar 9,93% pada bulan Desember 2019,&quot; katanya.
Dian juga menambahkan bahwa perbankan terpantau dalam kondisi yang  kuat. Hal itu tercermin dari rasio permodalan atau capital adequacy  ratio (CAR) sebesar 26,61%, naik secara bulanan dari sebelumnya 26,09%.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kredit perbankan terus melanjutkan tren peningkatan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pada Juli 2024, pertumbuhan kredit melanjutkan catatan pertumbuhan double digit.
&quot;Pertumbuhan penyaluran kredit melanjutkan catatan double digit growth sebesar 12,40% (yoy) yang tercatat pada bulan Juni lalu adalah 12,36% yoy atau 0,48% (mtm) menjadi sebesar Rp7.515 triliun,&quot; kata Dian dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan &amp;amp; Kebijakan OJK Hasil RDK Bulanan Agustus 2024 secara virtual, Jumat (6/9/2024).

BACA JUGA:
OJK Ungkap 4 Tantangan Kelola Dana Pensiun di Indonesia


Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan positif dengan tumbuh sebesar 7,72% yoy dibandingkan Juni lalu sebesar 8,45% yoy. Namun, terkontraksi -0,40% secara mtm menjadi Rp8,686,7 triliun, dengan giro menjadi kontributor pertumbuhan terbesar DPK.
Sementara itu, lanjut Dian, likuiditas industri perbankan pada bulan Juli 2024 juga sangat memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang masih jauh di atas level kebutuhan pengawasan.

BACA JUGA:
BNI Cetak Laba Rp10,7 Triliun dan Salurkan Kredit Rp727 Triliun, Ini Penopangnya


Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing 109,20% dan 24,57%, atau jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.
Sementara itu, kualitas kredit juga terjaga dengan rasio NPL gross  perbankan sebesar 2,27%, dimana bulan Juni lalu tercatat 2,26% dan NPL  nett sebesar 0,79%, dimana bulan Juni lalu tercatat 0,78%.
Kemudian LaR menunjukkan tren penurunan sebesar 10,27% dibandingkan  Juni 2024 lalu sebesar 10,50%. &quot;Semakin mendekati level pandemi yaitu  sebesar 9,93% pada bulan Desember 2019,&quot; katanya.
Dian juga menambahkan bahwa perbankan terpantau dalam kondisi yang  kuat. Hal itu tercermin dari rasio permodalan atau capital adequacy  ratio (CAR) sebesar 26,61%, naik secara bulanan dari sebelumnya 26,09%.</content:encoded></item></channel></rss>
