<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Akui Infrastruktur Transportasi di RI Belum Merata</title><description>Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengakui infrastruktur transportasi di Indonesia belum merata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059594/wapres-akui-infrastruktur-transportasi-di-ri-belum-merata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059594/wapres-akui-infrastruktur-transportasi-di-ri-belum-merata"/><item><title>Wapres Akui Infrastruktur Transportasi di RI Belum Merata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059594/wapres-akui-infrastruktur-transportasi-di-ri-belum-merata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059594/wapres-akui-infrastruktur-transportasi-di-ri-belum-merata</guid><pubDate>Jum'at 06 September 2024 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/06/320/3059594/wapres-akui-infrastruktur-transportasi-di-ri-belum-merata-bw02MqEwJZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres akui infrastruktur transportasi belum merata (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/06/320/3059594/wapres-akui-infrastruktur-transportasi-di-ri-belum-merata-bw02MqEwJZ.jpg</image><title>Wapres akui infrastruktur transportasi belum merata (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengakui infrastruktur transportasi di Indonesia belum merata. Padahal, transportasi merupakan elemen penting penghubung antar wilayah yang mendukung pengembangan ekonomi dan pembangunan.
&amp;ldquo;Kita juga masih menghadapi pembangunan infrastruktur transportasi yang belum merata. Keterbatasan anggaran pembiayaan, infrastruktur, hingga kemacetan lalu lintas di kota besar,&amp;rdquo; kata Wapres pada acara Hub Space 2024 di JI-Expo Convention Center Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/9/2024).

BACA JUGA:
Pembangunan Infrastruktur Bakal Terhambat Pilkada Serentak 2024?


Wapres pun mengakui bahwa karakteristik geografis dan topografi Indonesia yang beragam menjadi satu tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur transportasi yang efisien dan terintegrasi.
Lebih lanjut, Wapres mengatakan dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor transportasi yang semakin kompleks tersebut pemerintah terus melakukan berbagai upaya penting untuk memajukan transportasi dan konektivitas di Indonesia.

BACA JUGA:
Alokasi Anggaran Infrastruktur Dasar IKN 2025 Tembus Rp4,1 Triliun, Ini yang Dibangun


&amp;ldquo;Salah satunya adalah pengembangan infrastruktur transportasi massal untuk mengurangi kemacetan memperbaiki kualitas udara dan mempermudah mobilitas masyarakat,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;ldquo;Selain itu ada juga peningkatan konektivitas antar wilayah bahkan hingga daerah terdepan terluar dan tertinggal yang menstimulasi pertumbuhan ekonomi dan mendukung kelancaran logistik,&amp;rdquo; imbuhnya.
Saat ini, kata Wapres, juga telah dimulai penerapan sistem  transportasi cerdas yang memanfaatkan teknologi digital dan informasi  untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan transportasi.
&amp;ldquo;Tidak hanya dukungan langsung dalam bentuk fisik, pemerintah juga  mengembangkan skema investasi dalam pembangunan infrastruktur  transportasi untuk mengatasi masalah keterbatasan anggaran,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengakui infrastruktur transportasi di Indonesia belum merata. Padahal, transportasi merupakan elemen penting penghubung antar wilayah yang mendukung pengembangan ekonomi dan pembangunan.
&amp;ldquo;Kita juga masih menghadapi pembangunan infrastruktur transportasi yang belum merata. Keterbatasan anggaran pembiayaan, infrastruktur, hingga kemacetan lalu lintas di kota besar,&amp;rdquo; kata Wapres pada acara Hub Space 2024 di JI-Expo Convention Center Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/9/2024).

BACA JUGA:
Pembangunan Infrastruktur Bakal Terhambat Pilkada Serentak 2024?


Wapres pun mengakui bahwa karakteristik geografis dan topografi Indonesia yang beragam menjadi satu tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur transportasi yang efisien dan terintegrasi.
Lebih lanjut, Wapres mengatakan dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor transportasi yang semakin kompleks tersebut pemerintah terus melakukan berbagai upaya penting untuk memajukan transportasi dan konektivitas di Indonesia.

BACA JUGA:
Alokasi Anggaran Infrastruktur Dasar IKN 2025 Tembus Rp4,1 Triliun, Ini yang Dibangun


&amp;ldquo;Salah satunya adalah pengembangan infrastruktur transportasi massal untuk mengurangi kemacetan memperbaiki kualitas udara dan mempermudah mobilitas masyarakat,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;ldquo;Selain itu ada juga peningkatan konektivitas antar wilayah bahkan hingga daerah terdepan terluar dan tertinggal yang menstimulasi pertumbuhan ekonomi dan mendukung kelancaran logistik,&amp;rdquo; imbuhnya.
Saat ini, kata Wapres, juga telah dimulai penerapan sistem  transportasi cerdas yang memanfaatkan teknologi digital dan informasi  untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan transportasi.
&amp;ldquo;Tidak hanya dukungan langsung dalam bentuk fisik, pemerintah juga  mengembangkan skema investasi dalam pembangunan infrastruktur  transportasi untuk mengatasi masalah keterbatasan anggaran,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
