<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngeri! Sri Mulyani: Perubahan Iklim Ancaman Nyata</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut perubahan iklim adalah ancaman nyata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059661/ngeri-sri-mulyani-perubahan-iklim-ancaman-nyata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059661/ngeri-sri-mulyani-perubahan-iklim-ancaman-nyata"/><item><title>Ngeri! Sri Mulyani: Perubahan Iklim Ancaman Nyata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059661/ngeri-sri-mulyani-perubahan-iklim-ancaman-nyata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059661/ngeri-sri-mulyani-perubahan-iklim-ancaman-nyata</guid><pubDate>Jum'at 06 September 2024 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/06/320/3059661/ngeri-sri-mulyani-perubahan-iklim-ancaman-nyata-ySTh2J7N0w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani sebut perubahan iklim ancaman nyata (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/06/320/3059661/ngeri-sri-mulyani-perubahan-iklim-ancaman-nyata-ySTh2J7N0w.jpg</image><title>Sri Mulyani sebut perubahan iklim ancaman nyata (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut perubahan iklim adalah ancaman nyata. Dia pun mengungkap kekhawatirannya tentang krisis iklim yang terjadi belakangan ini.
Dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 di Jakarta International Center, Jumat (06/09/2024), Menteri Sri Mulyani menyebut bahwa ini menjadi topik penting yang harus dicari jalan keluarnya guna menyelamatkan generasi mendatang.

BACA JUGA:
Cerita Sri Mulyani Jadi Menteri Keuangan di Depan Bos BCA


Lebih lanjut dirinya menyampaikan penanganan masalah perubahan iklim tak kalah penting dengan tugas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama yang sangat menantang.
&quot;Kita harus memastikan bahwa akan ada tempat yang lebih baik untuk ditinggali bagi kita semua, bagi anak-anak kita, atau dalam kasus saya, cucu-cucu saya, dan seluruh generasi muda dan generasi mendatang,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Kenang Faisal Basri, Sri Mulyani: Sahabat Saya sejak di FEUI


Menteri Sri Mulyani mengungkap bahwa masalah krisis iklim telah mencuat dalam seabad terakhir. Ia menilai masalah ini tidak bisa dilepaskan dengan pertumbuhan industri, di mana industri berhasil menciptakan kemakmuran namun di sisi lain memberikan dampak pada lingkungan.
&quot;Manufaktur dalam industrialisasi, menciptakan peningkatan kemakmuran. Banyak orang keluar dari kemiskinan, tetapi pada saat yang sama, mengalami konsekuensi yang mengerikan. Dampak negatif emisi karbon tidak dapat disangkal,&quot; kata Sri Mulyani.&quot;Jika kita tidak mengatasi masalah ini, hubungan atau perjalanan  antara pembangunan dan industrialisasi dengan iklim, perubahan akan  menjadi lebih parah dan dapat menciptakan kemunduran bagi banyak  pencapaian pembangunan,&quot; tambahnya.
Menteri Sri Mulyani menyoroti bagaimana krisis iklim telah menaikkan  permukaan air laut dan mengubah pola curah hujan. Selain itu perubahan  iklim juga disebutnya telah menaikkan angka terjadinya bencana alam yang  menjadi ancaman bagi masyarakat.
&quot;Kita melihat bahwa tantangan-tantangan ini nyata, tidak hanya bagi  Indonesia tetapi juga bagi banyak negara. Terlepas dari apakah negara  maju atau negara berkembang, negara berpendapatan tinggi atau rendah  risiko ini benar-benar ada,&quot; imbuhnya.
Sri Mulyani menyebut hal ini lah yang mendorong Indonesia untuk  memantapkan komitmennya dalam berkontribusi dan mengurangi CO2. Di mana  menurutnya saat ini Pemerintah terus melanjutkan pembangunan, namun di  saat yang sama menargetkan net zero emission di tahun 2060.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut perubahan iklim adalah ancaman nyata. Dia pun mengungkap kekhawatirannya tentang krisis iklim yang terjadi belakangan ini.
Dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 di Jakarta International Center, Jumat (06/09/2024), Menteri Sri Mulyani menyebut bahwa ini menjadi topik penting yang harus dicari jalan keluarnya guna menyelamatkan generasi mendatang.

BACA JUGA:
Cerita Sri Mulyani Jadi Menteri Keuangan di Depan Bos BCA


Lebih lanjut dirinya menyampaikan penanganan masalah perubahan iklim tak kalah penting dengan tugas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama yang sangat menantang.
&quot;Kita harus memastikan bahwa akan ada tempat yang lebih baik untuk ditinggali bagi kita semua, bagi anak-anak kita, atau dalam kasus saya, cucu-cucu saya, dan seluruh generasi muda dan generasi mendatang,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Kenang Faisal Basri, Sri Mulyani: Sahabat Saya sejak di FEUI


Menteri Sri Mulyani mengungkap bahwa masalah krisis iklim telah mencuat dalam seabad terakhir. Ia menilai masalah ini tidak bisa dilepaskan dengan pertumbuhan industri, di mana industri berhasil menciptakan kemakmuran namun di sisi lain memberikan dampak pada lingkungan.
&quot;Manufaktur dalam industrialisasi, menciptakan peningkatan kemakmuran. Banyak orang keluar dari kemiskinan, tetapi pada saat yang sama, mengalami konsekuensi yang mengerikan. Dampak negatif emisi karbon tidak dapat disangkal,&quot; kata Sri Mulyani.&quot;Jika kita tidak mengatasi masalah ini, hubungan atau perjalanan  antara pembangunan dan industrialisasi dengan iklim, perubahan akan  menjadi lebih parah dan dapat menciptakan kemunduran bagi banyak  pencapaian pembangunan,&quot; tambahnya.
Menteri Sri Mulyani menyoroti bagaimana krisis iklim telah menaikkan  permukaan air laut dan mengubah pola curah hujan. Selain itu perubahan  iklim juga disebutnya telah menaikkan angka terjadinya bencana alam yang  menjadi ancaman bagi masyarakat.
&quot;Kita melihat bahwa tantangan-tantangan ini nyata, tidak hanya bagi  Indonesia tetapi juga bagi banyak negara. Terlepas dari apakah negara  maju atau negara berkembang, negara berpendapatan tinggi atau rendah  risiko ini benar-benar ada,&quot; imbuhnya.
Sri Mulyani menyebut hal ini lah yang mendorong Indonesia untuk  memantapkan komitmennya dalam berkontribusi dan mengurangi CO2. Di mana  menurutnya saat ini Pemerintah terus melanjutkan pembangunan, namun di  saat yang sama menargetkan net zero emission di tahun 2060.
</content:encoded></item></channel></rss>
