<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang RI Gemar Pakai Paylater, Ini Buktinya</title><description>Orang Indonesia ternyata gemar memakai Paylater.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059686/orang-ri-gemar-pakai-paylater-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059686/orang-ri-gemar-pakai-paylater-ini-buktinya"/><item><title>Orang RI Gemar Pakai Paylater, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059686/orang-ri-gemar-pakai-paylater-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059686/orang-ri-gemar-pakai-paylater-ini-buktinya</guid><pubDate>Jum'at 06 September 2024 19:06 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/06/320/3059686/orang-ri-gemar-pakai-paylater-ini-buktinya-7768ugv7jI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Orang Indonesia gemar pakai Paylater (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/06/320/3059686/orang-ri-gemar-pakai-paylater-ini-buktinya-7768ugv7jI.jpg</image><title>Orang Indonesia gemar pakai Paylater (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Orang Indonesia ternyata gemar memakai Paylater. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat produk buy now pay later (BNPL) di perbankan per Juli 2024 tembus Rp18,01 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, angka paylater tersebut baki debet tumbuh stabil 36,66% secara tahunan (yoy) dari 49,43% pada Juni 2024.

BACA JUGA:
Hati-hati! Waspadai 5 Modus Penipuan Paylater Ini

&quot;Per Juli 2024 baki debet kredit BNPL tumbuh 36,66% yoy menjadi Rp18,01 triliun, dengan total jumlah rekening 17,90 juta,&quot; tulis Dian dalam Hasil RDK Bulan Agustus 2024, Jumat (6/9/2024).
Adapun perkembangan paylater tersebut dengan total jumlah rekening 17,90 juta per Juli 2024, lebih tinggi dari Juni 2024 sebesar 17,48 juta rekening.

BACA JUGA:
Warga RI Suka Pakai Paylater, Transaksi Capai Rp6,81 Triliun

Sementara itu, risiko kredit untuk pay later di perbankan turun ke level 2,24% dari posisi bulan Juni 2024 di angka 2,5%.Dari sisi Sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura,  Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), OJK  mencatat BNPL dari perusahaan pembiayaan meningkat 73,55% yoy, naik dari  47,81% yoy pada Juni 2024 menjadi Rp7,81 triliun.
Sedangkan NPF gross sebesar 2,82% di Juli 2024, dibandingkan pada Juni 2024 sebesar 3,07%.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Orang Indonesia ternyata gemar memakai Paylater. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat produk buy now pay later (BNPL) di perbankan per Juli 2024 tembus Rp18,01 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, angka paylater tersebut baki debet tumbuh stabil 36,66% secara tahunan (yoy) dari 49,43% pada Juni 2024.

BACA JUGA:
Hati-hati! Waspadai 5 Modus Penipuan Paylater Ini

&quot;Per Juli 2024 baki debet kredit BNPL tumbuh 36,66% yoy menjadi Rp18,01 triliun, dengan total jumlah rekening 17,90 juta,&quot; tulis Dian dalam Hasil RDK Bulan Agustus 2024, Jumat (6/9/2024).
Adapun perkembangan paylater tersebut dengan total jumlah rekening 17,90 juta per Juli 2024, lebih tinggi dari Juni 2024 sebesar 17,48 juta rekening.

BACA JUGA:
Warga RI Suka Pakai Paylater, Transaksi Capai Rp6,81 Triliun

Sementara itu, risiko kredit untuk pay later di perbankan turun ke level 2,24% dari posisi bulan Juni 2024 di angka 2,5%.Dari sisi Sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura,  Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), OJK  mencatat BNPL dari perusahaan pembiayaan meningkat 73,55% yoy, naik dari  47,81% yoy pada Juni 2024 menjadi Rp7,81 triliun.
Sedangkan NPF gross sebesar 2,82% di Juli 2024, dibandingkan pada Juni 2024 sebesar 3,07%.</content:encoded></item></channel></rss>
