<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tutup ISF 2024, Luhut: Dunia Hadapi Tantangan Perubahan Iklim</title><description>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menutup Indonesia International Sustainability Forum (IIISF) 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059723/tutup-isf-2024-luhut-dunia-hadapi-tantangan-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059723/tutup-isf-2024-luhut-dunia-hadapi-tantangan-perubahan-iklim"/><item><title>Tutup ISF 2024, Luhut: Dunia Hadapi Tantangan Perubahan Iklim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059723/tutup-isf-2024-luhut-dunia-hadapi-tantangan-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059723/tutup-isf-2024-luhut-dunia-hadapi-tantangan-perubahan-iklim</guid><pubDate>Jum'at 06 September 2024 20:48 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/06/320/3059723/tutup-isf-2024-luhut-dunia-hadapi-tantangan-perubahan-iklim-nhbb5JjvpG.png" expression="full" type="image/jpeg">Luhut tutup International Sustainabilitu Forum 2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/06/320/3059723/tutup-isf-2024-luhut-dunia-hadapi-tantangan-perubahan-iklim-nhbb5JjvpG.png</image><title>Luhut tutup International Sustainabilitu Forum 2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menutup Indonesia International Sustainability Forum (IIISF) 2024. Luhut menyampaikan apresiasi atas komitmen para peserta yang telah berkontribusi dalam diskusi terkait perubahan iklim dan keberlanjutan selama dua hari penuh.
Luhut menekankan bahwa acara ini berhasil menciptakan momentum penting untuk aksi nyata di masa depan.

BACA JUGA:
Respons Luhut soal Rencana Pemerintah Batasi BBM Subsidi 1 Oktober 2024


&quot;Kami sangat senang bisa bergabung dengan Anda semua dalam acara ini. Kehadiran peserta yang tetap penuh di ruangan ini menunjukkan komitmen kuat, tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari dunia global, dalam menghadapi tantangan perubahan iklim,&quot; ujar Luhut dalam pidatonya, Jumat (6/9/2024).
Luhut juga mengakui bahwa diskusi dalam forum ini sangat produktif dan inspiratif. &quot;Partisipasi Anda semua telah menghasilkan diskusi yang berdampak besar tentang keberlanjutan. Kami juga telah menciptakan platform yang membawa suara dan narasi negara-negara berkembang,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Transisi Energi, Luhut Tak Ingin Mengorbankan Aspek Lain


Selama lima tahun terakhir, peran Indonesia dalam upaya global menghadapi perubahan iklim semakin diperhatikan. Luhut menyampaikan kebanggaannya atas kemajuan Indonesia dalam memimpin dialog tentang transisi energi, terutama setelah diperkenalkannya rencana transisi energi JP dua tahun lalu.
&quot;Hari ini, peran penting Indonesia dalam masalah ini semakin terlihat jelas. Saya pun baru menyadari betapa pentingnya peran Indonesia setelah kami belajar lebih banyak tentang transisi energi,&quot; ungkap Luhut.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi  kompleksitas transisi energi dan isu keberlanjutan. &quot;Kita perlu  berkolaborasi, dan untuk bisa bekerja sama dengan baik, kita harus  saling memahami. Tanpa pemahaman dan kolaborasi yang mendalam, kita  tidak bisa mencapai transformasi yang kita butuhkan,&quot; kata Luhut.
Luhut juga optimistis bahwa momentum yang terbangun selama IISF 2024  akan menghasilkan aksi nyata. &quot;Saya sangat percaya bahwa kita akan  mempertahankan momentum yang tercipta dalam dua hari terakhir ini dan  mengubah diskusi menjadi aksi yang berarti,&quot; ujarnya.
Penutupan IISF 2024 ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus  berada di garis depan dalam menghadapi perubahan iklim dan mendorong  kolaborasi global guna menciptakan aksi nyata yang berkelanjutan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menutup Indonesia International Sustainability Forum (IIISF) 2024. Luhut menyampaikan apresiasi atas komitmen para peserta yang telah berkontribusi dalam diskusi terkait perubahan iklim dan keberlanjutan selama dua hari penuh.
Luhut menekankan bahwa acara ini berhasil menciptakan momentum penting untuk aksi nyata di masa depan.

BACA JUGA:
Respons Luhut soal Rencana Pemerintah Batasi BBM Subsidi 1 Oktober 2024


&quot;Kami sangat senang bisa bergabung dengan Anda semua dalam acara ini. Kehadiran peserta yang tetap penuh di ruangan ini menunjukkan komitmen kuat, tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari dunia global, dalam menghadapi tantangan perubahan iklim,&quot; ujar Luhut dalam pidatonya, Jumat (6/9/2024).
Luhut juga mengakui bahwa diskusi dalam forum ini sangat produktif dan inspiratif. &quot;Partisipasi Anda semua telah menghasilkan diskusi yang berdampak besar tentang keberlanjutan. Kami juga telah menciptakan platform yang membawa suara dan narasi negara-negara berkembang,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Transisi Energi, Luhut Tak Ingin Mengorbankan Aspek Lain


Selama lima tahun terakhir, peran Indonesia dalam upaya global menghadapi perubahan iklim semakin diperhatikan. Luhut menyampaikan kebanggaannya atas kemajuan Indonesia dalam memimpin dialog tentang transisi energi, terutama setelah diperkenalkannya rencana transisi energi JP dua tahun lalu.
&quot;Hari ini, peran penting Indonesia dalam masalah ini semakin terlihat jelas. Saya pun baru menyadari betapa pentingnya peran Indonesia setelah kami belajar lebih banyak tentang transisi energi,&quot; ungkap Luhut.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi  kompleksitas transisi energi dan isu keberlanjutan. &quot;Kita perlu  berkolaborasi, dan untuk bisa bekerja sama dengan baik, kita harus  saling memahami. Tanpa pemahaman dan kolaborasi yang mendalam, kita  tidak bisa mencapai transformasi yang kita butuhkan,&quot; kata Luhut.
Luhut juga optimistis bahwa momentum yang terbangun selama IISF 2024  akan menghasilkan aksi nyata. &quot;Saya sangat percaya bahwa kita akan  mempertahankan momentum yang tercipta dalam dua hari terakhir ini dan  mengubah diskusi menjadi aksi yang berarti,&quot; ujarnya.
Penutupan IISF 2024 ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus  berada di garis depan dalam menghadapi perubahan iklim dan mendorong  kolaborasi global guna menciptakan aksi nyata yang berkelanjutan.</content:encoded></item></channel></rss>
