<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Ungkap Harta Karun Energi Surya di Indonesia</title><description>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap harta karun energi surya di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059729/luhut-ungkap-harta-karun-energi-surya-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059729/luhut-ungkap-harta-karun-energi-surya-di-indonesia"/><item><title>Luhut Ungkap Harta Karun Energi Surya di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059729/luhut-ungkap-harta-karun-energi-surya-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/06/320/3059729/luhut-ungkap-harta-karun-energi-surya-di-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 06 September 2024 21:07 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/06/320/3059729/luhut-ungkap-harta-karun-energi-surya-di-indonesia-mga0K8ZNbR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut ungkap potensi energi surya di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/06/320/3059729/luhut-ungkap-harta-karun-energi-surya-di-indonesia-mga0K8ZNbR.jpg</image><title>Luhut ungkap potensi energi surya di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap harta karun energi surya di Indonesia. Dia mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan energi surya.
Luhut mengatakan Indonesia memiliki potensi tenaga surya diperkirakan sekitar 3.300 Gigawatt (GW). Menurutnya, seiring dengan pergeseran dunia menuju masa depan rendah karbon, Indonesia juga harus beralih menjadi pengekspor utama energi terbarukan.

BACA JUGA:
Tutup ISF 2024, Luhut: Dunia Hadapi Tantangan Perubahan Iklim


&quot;Ini tidak hanya untuk mendekarbonisasi Indonesia tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi global,&quot; ujar Luhut dalam acara Indonesia International Sustainability Forum 2024 di Jakarta pada Jumat (6/9/2024).
Lebih lanjut, Menko Luhut menjelaskan Indonesia juga telah bekerja sama dengan Singapura dalam perdagangan listrik hijau. &quot;Ini akan membuka investasi sekitar USD30-50 miliar dalam pembangkitan tenaga surya dan manufaktur Fotovoltaik (photovoltaic/PV) surya,&quot; jelas Menko Luhut.

BACA JUGA:
Respons Luhut soal Rencana Pemerintah Batasi BBM Subsidi 1 Oktober 2024


Di sektor transportasi, Indonesia telah meluncurkan beberapa program insentif untuk kendaraan listrik. Antara tahun 2022 dan 2024, Indonesia melipatgandakan penjualan kendaraan listrik baterai (BEV), yang menarik investasi sekitar USD10 miliar.
Selain itu, sebagai produsen minyak sawit mentah (Crude Palm Oil, CPO) terbesar di dunia dan produksi rumput laut yang melimpah, Indonesia memiliki peluang signifikan untuk mengeksplorasi produksi biofuel.
&quot;Bentang alam kami yang luas menawarkan potensi signifikan untuk  penyerap karbon berbasis alam, dengan kemampuan untuk mengurangi hingga  1.860 MtCO2e melalui program rehabilitasi hutan skala besar dan  kapasitas penyimpanan 400 Gigaton untuk Carbon Capture Storage (CCS),&quot;  tambah Menko Luhut.
Menko Luhut menyampaikan terlepas dari berbagai potensi alam yang  ada, Indonesia tidak dapat melakukan upaya dekarbonisasi ini sendiri.  &quot;Kolaborasi sangat penting untuk memastikan bahwa teknologi yang  diperlukan dapat diakses, yang mendorong pembangunan berkelanjutan di  seluruh wilayah serta investasi substansial tersedia untuk mendanai  inisiatif dekarbonisasi ini,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap harta karun energi surya di Indonesia. Dia mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan energi surya.
Luhut mengatakan Indonesia memiliki potensi tenaga surya diperkirakan sekitar 3.300 Gigawatt (GW). Menurutnya, seiring dengan pergeseran dunia menuju masa depan rendah karbon, Indonesia juga harus beralih menjadi pengekspor utama energi terbarukan.

BACA JUGA:
Tutup ISF 2024, Luhut: Dunia Hadapi Tantangan Perubahan Iklim


&quot;Ini tidak hanya untuk mendekarbonisasi Indonesia tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi global,&quot; ujar Luhut dalam acara Indonesia International Sustainability Forum 2024 di Jakarta pada Jumat (6/9/2024).
Lebih lanjut, Menko Luhut menjelaskan Indonesia juga telah bekerja sama dengan Singapura dalam perdagangan listrik hijau. &quot;Ini akan membuka investasi sekitar USD30-50 miliar dalam pembangkitan tenaga surya dan manufaktur Fotovoltaik (photovoltaic/PV) surya,&quot; jelas Menko Luhut.

BACA JUGA:
Respons Luhut soal Rencana Pemerintah Batasi BBM Subsidi 1 Oktober 2024


Di sektor transportasi, Indonesia telah meluncurkan beberapa program insentif untuk kendaraan listrik. Antara tahun 2022 dan 2024, Indonesia melipatgandakan penjualan kendaraan listrik baterai (BEV), yang menarik investasi sekitar USD10 miliar.
Selain itu, sebagai produsen minyak sawit mentah (Crude Palm Oil, CPO) terbesar di dunia dan produksi rumput laut yang melimpah, Indonesia memiliki peluang signifikan untuk mengeksplorasi produksi biofuel.
&quot;Bentang alam kami yang luas menawarkan potensi signifikan untuk  penyerap karbon berbasis alam, dengan kemampuan untuk mengurangi hingga  1.860 MtCO2e melalui program rehabilitasi hutan skala besar dan  kapasitas penyimpanan 400 Gigaton untuk Carbon Capture Storage (CCS),&quot;  tambah Menko Luhut.
Menko Luhut menyampaikan terlepas dari berbagai potensi alam yang  ada, Indonesia tidak dapat melakukan upaya dekarbonisasi ini sendiri.  &quot;Kolaborasi sangat penting untuk memastikan bahwa teknologi yang  diperlukan dapat diakses, yang mendorong pembangunan berkelanjutan di  seluruh wilayah serta investasi substansial tersedia untuk mendanai  inisiatif dekarbonisasi ini,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
