<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLTU Cirebon Disuntik Mati, Sri Mulyani: Jangan Sampai Rugikan Negara</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa program pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 masih berlangsung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/07/320/3059923/pltu-cirebon-disuntik-mati-sri-mulyani-jangan-sampai-rugikan-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/07/320/3059923/pltu-cirebon-disuntik-mati-sri-mulyani-jangan-sampai-rugikan-negara"/><item><title>PLTU Cirebon Disuntik Mati, Sri Mulyani: Jangan Sampai Rugikan Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/07/320/3059923/pltu-cirebon-disuntik-mati-sri-mulyani-jangan-sampai-rugikan-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/07/320/3059923/pltu-cirebon-disuntik-mati-sri-mulyani-jangan-sampai-rugikan-negara</guid><pubDate>Sabtu 07 September 2024 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/07/320/3059923/pltu-cirebon-disuntik-mati-sri-mulyani-jangan-sampai-rugikan-negara-0hatyE3If2.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani soal PLTU Pensiun Dini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/07/320/3059923/pltu-cirebon-disuntik-mati-sri-mulyani-jangan-sampai-rugikan-negara-0hatyE3If2.jpeg</image><title>Menkeu Sri Mulyani soal PLTU Pensiun Dini (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa program pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 masih berlangsung dan tengah dalam tahap proses kesepakatan.
Sebelumnya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 ditargetkan pensiun dini pada 2035. Rencana ini tujuh tahun lebih cepat dari rencana awal yakni Juli 2042.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bawa Kabar Terbaru Pensiun PLTU Cirebon 1

&amp;ldquo;Ya karena (masih) work in progress,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani di Jakarta dikutip Antara, Sabtu (7/9/2024).



Sri Mulyani mengatakan bahwa memang ada tantangan yang menjadi alasan terhambatnya proses tersebut, salah satunya yakni kebutuhan biaya yang sangat besar.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bawa Kabar Buruk soal Perubahan Iklim, Ekonomi Bisa Goyang

&quot;Challenge-nya kita lihat dari biaya yang muncul akibat dari keputusan itu, konsekuensinya terhadap PLN, terhadap APBN dan private sector,&quot; ujarnya.Namun demikian, Bendahara Negara itu menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengusahakan agar program pensiun dini PLTU berkapasitas 660 Mega Watt (MW) itu bisa terealisasi sebelum pemerintahan Prabowo-Gibran.
&quot;Kita usahakan terus ya, kita usahakan terus,&quot; ucapnya.
Dia juga tetap memastikan bahwa proses tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku serta tidak merugikan negara.
&quot;Bagaimana ini being seeing sebagai transaksi yang baik dan akuntabel untuk dari sisi hukum sehingga tidak dianggap sesuatu yang merugikan negara,&quot; terang Menkeu.
Adapun Sri Mulyani mengatakan untuk mempensiunkan dini PLTU Cirebon-1 dibutuhkan biaya sekitar 1,3 miliar dolar AS.
Program itu dijalankan melalui skema Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform sebagai pendanaan campuran untuk memobilisasi sumber daya keuangan dan dukungan internasional.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa program pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 masih berlangsung dan tengah dalam tahap proses kesepakatan.
Sebelumnya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 ditargetkan pensiun dini pada 2035. Rencana ini tujuh tahun lebih cepat dari rencana awal yakni Juli 2042.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bawa Kabar Terbaru Pensiun PLTU Cirebon 1

&amp;ldquo;Ya karena (masih) work in progress,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani di Jakarta dikutip Antara, Sabtu (7/9/2024).



Sri Mulyani mengatakan bahwa memang ada tantangan yang menjadi alasan terhambatnya proses tersebut, salah satunya yakni kebutuhan biaya yang sangat besar.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bawa Kabar Buruk soal Perubahan Iklim, Ekonomi Bisa Goyang

&quot;Challenge-nya kita lihat dari biaya yang muncul akibat dari keputusan itu, konsekuensinya terhadap PLN, terhadap APBN dan private sector,&quot; ujarnya.Namun demikian, Bendahara Negara itu menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengusahakan agar program pensiun dini PLTU berkapasitas 660 Mega Watt (MW) itu bisa terealisasi sebelum pemerintahan Prabowo-Gibran.
&quot;Kita usahakan terus ya, kita usahakan terus,&quot; ucapnya.
Dia juga tetap memastikan bahwa proses tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku serta tidak merugikan negara.
&quot;Bagaimana ini being seeing sebagai transaksi yang baik dan akuntabel untuk dari sisi hukum sehingga tidak dianggap sesuatu yang merugikan negara,&quot; terang Menkeu.
Adapun Sri Mulyani mengatakan untuk mempensiunkan dini PLTU Cirebon-1 dibutuhkan biaya sekitar 1,3 miliar dolar AS.
Program itu dijalankan melalui skema Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform sebagai pendanaan campuran untuk memobilisasi sumber daya keuangan dan dukungan internasional.</content:encoded></item></channel></rss>
