<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Diproyeksi Tembus 8.000, OJK: Sangat Mungkin Terjadi</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi tembus level 8.000.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/09/278/3060563/ihsg-diproyeksi-tembus-8-000-ojk-sangat-mungkin-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/09/278/3060563/ihsg-diproyeksi-tembus-8-000-ojk-sangat-mungkin-terjadi"/><item><title>IHSG Diproyeksi Tembus 8.000, OJK: Sangat Mungkin Terjadi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/09/278/3060563/ihsg-diproyeksi-tembus-8-000-ojk-sangat-mungkin-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/09/278/3060563/ihsg-diproyeksi-tembus-8-000-ojk-sangat-mungkin-terjadi</guid><pubDate>Senin 09 September 2024 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/09/278/3060563/ihsg-diproyeksi-tembus-8-000-ojk-sangat-mungkin-terjadi-zouDxhOdjx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat ke level 8.000 (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/09/278/3060563/ihsg-diproyeksi-tembus-8-000-ojk-sangat-mungkin-terjadi-zouDxhOdjx.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat ke level 8.000 (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi tembus level 8.000. Menanggapi hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan potensi IHSG ke level 8.000 merupakan suatu tantangan namun bukan tidak mungkin untuk dicapai.
&amp;ldquo;Dengan optimisme dan sentimen positif yang terjadi di global dan domestik, tren kenaikan indeks bisa sangat mungkin terjadi,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Indonesia, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi dalam konferensi pers secara daring, dikutip Senin (9/9/2024).

BACA JUGA:
IHSG Anjlok 0,84% ke Level 7.657 di Jeda Sesi I


Meski demikian, Inarno mengimbau untuk jangan terlena dengan potensi tersebut. Pelaku pasar diharapkan bisa tetap waspada terhadap risiko koreksi dan sentimen negatif yang dapat menyebabkan volatilitas gerak indeks.
&amp;ldquo;Perlambatan ekonomi global dan geopolitik juga harus tetap jadi perhatian kami,&amp;rdquo; imbuh Inarno.

BACA JUGA:
IHSG Dibuka Menguat, 233 Saham Hijau


Inarno menjelaskan, IHSG tercatat menguat 0,57 persen year to date ke level 7.670,73 pada Agustus 2024. Sementara secara month to date, indeks tercatat menguat sebesar 5,72 persen. Adapun, kapitalisasi pasar pada Agustus 2024 tercatat sebesar Rp13.114 triliun atau naik 12,34 persen year to date dan naik 6,29 persen secara month to date.
&amp;ldquo;Tren penguatan ini mendorong IHSG mencetak all time high (ATH) pada Agustus, dengan rekor tertinggi di 30 Agustus 7.670 dan rekor all time high pada September,&amp;rdquo; tutur Inarno.
Sebelumnya, Mandiri Sekuritas menaikkan proyeksi IHSG tahun 2024  menjadi 7.800 dengan bull case mencapai 8.000. Naiknya proyeksi indeks  telah memperhitungkan penurunan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia  yang lebih agresif.
&amp;ldquo;Kuatnya imbal hasil lebih lanjut akan menjadikan IHSG sebagai kelas  aset yang menarik saat ini dengan pendapatan 8 persen dan imbal hasil  dividen 5 persen,&amp;rdquo; kata Head of Equity Analyst and Strategy Mandiri  Sekuritas, Adrian Joezer dalam siaran pers, Selasa (3/9).
Adrian menyampaikan, dengan membaiknya cakupan pasar dan revisi laba  yang positif baik pada saham-saham berkapitalisasi besar maupun  menengah, IHSG tetap menarik, terutama mengingat menguatnya nilai tukar  Rupiah pada kuartal ini.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi tembus level 8.000. Menanggapi hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan potensi IHSG ke level 8.000 merupakan suatu tantangan namun bukan tidak mungkin untuk dicapai.
&amp;ldquo;Dengan optimisme dan sentimen positif yang terjadi di global dan domestik, tren kenaikan indeks bisa sangat mungkin terjadi,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Indonesia, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi dalam konferensi pers secara daring, dikutip Senin (9/9/2024).

BACA JUGA:
IHSG Anjlok 0,84% ke Level 7.657 di Jeda Sesi I


Meski demikian, Inarno mengimbau untuk jangan terlena dengan potensi tersebut. Pelaku pasar diharapkan bisa tetap waspada terhadap risiko koreksi dan sentimen negatif yang dapat menyebabkan volatilitas gerak indeks.
&amp;ldquo;Perlambatan ekonomi global dan geopolitik juga harus tetap jadi perhatian kami,&amp;rdquo; imbuh Inarno.

BACA JUGA:
IHSG Dibuka Menguat, 233 Saham Hijau


Inarno menjelaskan, IHSG tercatat menguat 0,57 persen year to date ke level 7.670,73 pada Agustus 2024. Sementara secara month to date, indeks tercatat menguat sebesar 5,72 persen. Adapun, kapitalisasi pasar pada Agustus 2024 tercatat sebesar Rp13.114 triliun atau naik 12,34 persen year to date dan naik 6,29 persen secara month to date.
&amp;ldquo;Tren penguatan ini mendorong IHSG mencetak all time high (ATH) pada Agustus, dengan rekor tertinggi di 30 Agustus 7.670 dan rekor all time high pada September,&amp;rdquo; tutur Inarno.
Sebelumnya, Mandiri Sekuritas menaikkan proyeksi IHSG tahun 2024  menjadi 7.800 dengan bull case mencapai 8.000. Naiknya proyeksi indeks  telah memperhitungkan penurunan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia  yang lebih agresif.
&amp;ldquo;Kuatnya imbal hasil lebih lanjut akan menjadikan IHSG sebagai kelas  aset yang menarik saat ini dengan pendapatan 8 persen dan imbal hasil  dividen 5 persen,&amp;rdquo; kata Head of Equity Analyst and Strategy Mandiri  Sekuritas, Adrian Joezer dalam siaran pers, Selasa (3/9).
Adrian menyampaikan, dengan membaiknya cakupan pasar dan revisi laba  yang positif baik pada saham-saham berkapitalisasi besar maupun  menengah, IHSG tetap menarik, terutama mengingat menguatnya nilai tukar  Rupiah pada kuartal ini.</content:encoded></item></channel></rss>
