<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angkasa Pura Resmi Merger, Erick Thohir Pastikan Tak Ada PHK Karyawan</title><description>Erick Thohir memastikan tak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) dibalik merger PT Angkasa Pura I.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/09/320/3060736/angkasa-pura-resmi-merger-erick-thohir-pastikan-tak-ada-phk-karyawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/09/320/3060736/angkasa-pura-resmi-merger-erick-thohir-pastikan-tak-ada-phk-karyawan"/><item><title>Angkasa Pura Resmi Merger, Erick Thohir Pastikan Tak Ada PHK Karyawan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/09/320/3060736/angkasa-pura-resmi-merger-erick-thohir-pastikan-tak-ada-phk-karyawan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/09/320/3060736/angkasa-pura-resmi-merger-erick-thohir-pastikan-tak-ada-phk-karyawan</guid><pubDate>Senin 09 September 2024 18:51 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/09/320/3060736/angkasa-pura-resmi-merger-erick-thohir-pastikan-tak-ada-phk-karyawan-IyQODuGRnm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir soal Penggabungan Angkasa Pura (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/09/320/3060736/angkasa-pura-resmi-merger-erick-thohir-pastikan-tak-ada-phk-karyawan-IyQODuGRnm.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir soal Penggabungan Angkasa Pura (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan tak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) di balik merger PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa II (Persero).
Kedua operator bandara pelat merah ini resmi digabungkan. Adapun, Angkasa Pura I dan II bergabung menjadi PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, yang juga masuk sebagai anak usaha PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.

BACA JUGA:
Update Penggabungan BUMN Karya, Waskita Tak Lagi Ambil Proyek Tol

Dia menegaskan bahwa PHK atau lay off bukan menjadi isu utama dalam konsolidasi dua perusahaan. Sebaliknya bisnis 37 bandar udara (bandara) sebagai pelayanan terintegrasi yang dikelola InJourney Airports lah yang jadi fokus pemegang saham.



&amp;ldquo;Hasilnya luar biasa hari ini (merger), nah sama ini Angkasa Pura I dan II menjadi Angkasa Pura Indonesia,&amp;rdquo; ujar Erick saat peresmian Angkasa Pura Indonesia pada Senin (9/9/2024).

BACA JUGA:
Angkasa Pura I dan II Resmi Merger! jadi Operator Bandara Terbesar ke-5 Dunia

&amp;ldquo;Jadi isu lay off tidak ada, justru ini isu pengembangan yang tadi disampaikan pak Budi (Menteri Perhubungan), ini kita mengelola 37 airport, dimana akan menjadi satu sistem pelayanan,&amp;rdquo; paparnya.Selain efisiensi bisnis, Erick menuturkan hasil merger akan memperkuat infrastruktur industri bandara yang dikelola Angkasa Pura Indonesia. Dengan langkah ini bandara di Indonesia bisa naik kelas di level global.
Menurutnya, Indonesia harus menyesuaikan bisnis bandaranya. Selain bisa bersaing dengan Bandara Changi di Singapura, beberapa bandara di Indonesia juga over capacity atau kelebihan kapasitas.
&amp;ldquo;Sehingga kalau kita sering ke luar negeri melihat banyak airport juga yang sekarang berubah model, membangun sebuah ekosistem baru,&amp;rdquo; beber dia.
Erick memastikan perbaikan bisnis model pasca konsolidasi Angkasa Pura I dan II terus dilakukan. Salah satunya, menggenjot bisnis non aero bandara agar semakin cuan.
&amp;ldquo;Jadi kita lihat di Singapura dan beberapa negara ya airport ini menjadi pusat kehidupan manusia, jadi bukan hanya traveling tapi kehidupan lainnya,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;ldquo;Di sinilah kenapa kita akan memperbaiki bisnis model, income-nya tadi disampaikan oleh pak Budi non aero-nya terus meningkat seperti yang sudah dilakukan saat ini,&amp;rdquo; lanjut Erick.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan tak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) di balik merger PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa II (Persero).
Kedua operator bandara pelat merah ini resmi digabungkan. Adapun, Angkasa Pura I dan II bergabung menjadi PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, yang juga masuk sebagai anak usaha PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.

BACA JUGA:
Update Penggabungan BUMN Karya, Waskita Tak Lagi Ambil Proyek Tol

Dia menegaskan bahwa PHK atau lay off bukan menjadi isu utama dalam konsolidasi dua perusahaan. Sebaliknya bisnis 37 bandar udara (bandara) sebagai pelayanan terintegrasi yang dikelola InJourney Airports lah yang jadi fokus pemegang saham.



&amp;ldquo;Hasilnya luar biasa hari ini (merger), nah sama ini Angkasa Pura I dan II menjadi Angkasa Pura Indonesia,&amp;rdquo; ujar Erick saat peresmian Angkasa Pura Indonesia pada Senin (9/9/2024).

BACA JUGA:
Angkasa Pura I dan II Resmi Merger! jadi Operator Bandara Terbesar ke-5 Dunia

&amp;ldquo;Jadi isu lay off tidak ada, justru ini isu pengembangan yang tadi disampaikan pak Budi (Menteri Perhubungan), ini kita mengelola 37 airport, dimana akan menjadi satu sistem pelayanan,&amp;rdquo; paparnya.Selain efisiensi bisnis, Erick menuturkan hasil merger akan memperkuat infrastruktur industri bandara yang dikelola Angkasa Pura Indonesia. Dengan langkah ini bandara di Indonesia bisa naik kelas di level global.
Menurutnya, Indonesia harus menyesuaikan bisnis bandaranya. Selain bisa bersaing dengan Bandara Changi di Singapura, beberapa bandara di Indonesia juga over capacity atau kelebihan kapasitas.
&amp;ldquo;Sehingga kalau kita sering ke luar negeri melihat banyak airport juga yang sekarang berubah model, membangun sebuah ekosistem baru,&amp;rdquo; beber dia.
Erick memastikan perbaikan bisnis model pasca konsolidasi Angkasa Pura I dan II terus dilakukan. Salah satunya, menggenjot bisnis non aero bandara agar semakin cuan.
&amp;ldquo;Jadi kita lihat di Singapura dan beberapa negara ya airport ini menjadi pusat kehidupan manusia, jadi bukan hanya traveling tapi kehidupan lainnya,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;ldquo;Di sinilah kenapa kita akan memperbaiki bisnis model, income-nya tadi disampaikan oleh pak Budi non aero-nya terus meningkat seperti yang sudah dilakukan saat ini,&amp;rdquo; lanjut Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
