<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biaya Kesehatan Diprediksi Tembus Rp417,1 Triliun Imbas Polusi Udara</title><description>Selain berdampak pada kesehatan, polusi udara juga telah menjadi ancaman serius terhadap kualitas hidup dan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/10/320/3061200/biaya-kesehatan-diprediksi-tembus-rp417-1-triliun-imbas-polusi-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/10/320/3061200/biaya-kesehatan-diprediksi-tembus-rp417-1-triliun-imbas-polusi-udara"/><item><title>Biaya Kesehatan Diprediksi Tembus Rp417,1 Triliun Imbas Polusi Udara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/10/320/3061200/biaya-kesehatan-diprediksi-tembus-rp417-1-triliun-imbas-polusi-udara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/10/320/3061200/biaya-kesehatan-diprediksi-tembus-rp417-1-triliun-imbas-polusi-udara</guid><pubDate>Selasa 10 September 2024 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>Ghanny Rachmansyah S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/10/320/3061200/biaya-kesehatan-diprediksi-tembus-rp417-1-triliun-imbas-polusi-udara-6IHii0d8lM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polusi Udara Bikin Biaya Kesehatan Capai Rp417,1 Triliun (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/10/320/3061200/biaya-kesehatan-diprediksi-tembus-rp417-1-triliun-imbas-polusi-udara-6IHii0d8lM.jpg</image><title>Polusi Udara Bikin Biaya Kesehatan Capai Rp417,1 Triliun (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Selain berdampak pada kesehatan, polusi udara juga telah menjadi ancaman serius terhadap kualitas hidup dan ekonomi di Indonesia.
Studi oleh ITB, IIASA, dan Kementerian Kesehatan memperkirakan  jika tidak ada tindakan lebih lanjut untuk mengatasi polusi udara, biaya kesehatan yang ditimbulkan bisa mencapai sekitar 1,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, atau sekitar USD27 miliar atau setara Rp417.176 triliun (kurs Rp15.450) per tahun pada tahun 2030.

BACA JUGA:
Beli Pertalite Cs Dibatasi demi Tekan Polusi dan Hemat APBN

Partner Systemiq and Head of APAC Sustainable Finance, Masyita Crystallin, menyatakan bahwa kolaborasi yang kuat dapat mendorong perubahan nyata dalam kualitas udara di Indonesia sambil tetap menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xOS8xLzE4MTkxNS81L3g5MGtmeTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kami bersama Kemenko Marves meluncurkan white paper akhir tahun ini yang diharapkan dapat menjadi panduan oleh pemerintahan yang baru dalam menetapkan kebijakan pengendalian polusi udara,&quot; kata dia pada  acara diskusi Aksi Kolektif untuk Mengatasi Polusi, Selasa (10/9/2024).

BACA JUGA:
Alasan Beli Pertalite Cs Dibatasi, Jokowi: Polusi dan Efisiensi APBN

Dalam kesempatan yang sama, bicara udara memperkuat pandangan ini dengan menekankan pentingnya integrasi data dan inventarisasi sumber emisi.Saat ini, inventarisasi sumber emisi baru dilakukan di Jakarta, padahal polusi udara bersifat lintas batas dan mempengaruhi kawasan aglomerasi Jakarta yang meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur).
&amp;ldquo;Kondisi ini mendorong perlunya proyek percontohan untuk inventarisasi sumber emisi di kawasan tersebut,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Selain berdampak pada kesehatan, polusi udara juga telah menjadi ancaman serius terhadap kualitas hidup dan ekonomi di Indonesia.
Studi oleh ITB, IIASA, dan Kementerian Kesehatan memperkirakan  jika tidak ada tindakan lebih lanjut untuk mengatasi polusi udara, biaya kesehatan yang ditimbulkan bisa mencapai sekitar 1,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, atau sekitar USD27 miliar atau setara Rp417.176 triliun (kurs Rp15.450) per tahun pada tahun 2030.

BACA JUGA:
Beli Pertalite Cs Dibatasi demi Tekan Polusi dan Hemat APBN

Partner Systemiq and Head of APAC Sustainable Finance, Masyita Crystallin, menyatakan bahwa kolaborasi yang kuat dapat mendorong perubahan nyata dalam kualitas udara di Indonesia sambil tetap menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xOS8xLzE4MTkxNS81L3g5MGtmeTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kami bersama Kemenko Marves meluncurkan white paper akhir tahun ini yang diharapkan dapat menjadi panduan oleh pemerintahan yang baru dalam menetapkan kebijakan pengendalian polusi udara,&quot; kata dia pada  acara diskusi Aksi Kolektif untuk Mengatasi Polusi, Selasa (10/9/2024).

BACA JUGA:
Alasan Beli Pertalite Cs Dibatasi, Jokowi: Polusi dan Efisiensi APBN

Dalam kesempatan yang sama, bicara udara memperkuat pandangan ini dengan menekankan pentingnya integrasi data dan inventarisasi sumber emisi.Saat ini, inventarisasi sumber emisi baru dilakukan di Jakarta, padahal polusi udara bersifat lintas batas dan mempengaruhi kawasan aglomerasi Jakarta yang meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur).
&amp;ldquo;Kondisi ini mendorong perlunya proyek percontohan untuk inventarisasi sumber emisi di kawasan tersebut,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
