<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AP I dan II Merger Bakal Buka Lowongan Kerja Besar-besaran</title><description>Faik Fahmi menyatakan bahwa penggabungan Angkasa Pura I dan II tidak berdampak sampai Pemutusan Hubungan Kerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/11/320/3061711/ap-i-dan-ii-merger-bakal-buka-lowongan-kerja-besar-besaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/11/320/3061711/ap-i-dan-ii-merger-bakal-buka-lowongan-kerja-besar-besaran"/><item><title>AP I dan II Merger Bakal Buka Lowongan Kerja Besar-besaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/11/320/3061711/ap-i-dan-ii-merger-bakal-buka-lowongan-kerja-besar-besaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/11/320/3061711/ap-i-dan-ii-merger-bakal-buka-lowongan-kerja-besar-besaran</guid><pubDate>Rabu 11 September 2024 19:12 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/11/320/3061711/ap-i-dan-ii-merger-bakal-buka-lowongan-kerja-besar-besaran-GHeGAe5wwF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirut InJourney Faik Fahmi soal Penggabungan Angkasa Pura (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/11/320/3061711/ap-i-dan-ii-merger-bakal-buka-lowongan-kerja-besar-besaran-GHeGAe5wwF.jpg</image><title>Dirut InJourney Faik Fahmi soal Penggabungan Angkasa Pura (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi menyatakan bahwa penggabungan Angkasa Pura I dan II tidak berdampak sampai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bahkan, aksi korporasi ini justru membuat peluang kerja yang lebih besar dari pengembangan operator bandara di Indonesia.
&quot;Tidak ada (PHK), kan sekarang sedang berkembang, sedang bagus. Kita justru akan lebih butuh banyak orang lagi,&quot; ujarnya saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (11/9/1024).

BACA JUGA:
Angkasa Pura Resmi Merger, Erick Thohir Pastikan Tak Ada PHK Karyawan

Lebih lanjut, Faik menjelaskan salah satu tujuan penggabungan AP I dan II bukan semata-mata melakukan efisiensi. Tapi untuk membesarkan perusahaan operator bandara dalam rangka memperkuat konektivitas udara dan sektor pariwisata.



&quot;Begini, kita itu menggabung karena kita mau jadi besar. Memang ada perusahaan yang merger karena mau efisien, tapi kalau kita tidak, karena mau semakin besar,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Pantun Perpisahan Erick Thohir ke Anggota DPR

Menurut Faik, setidaknya ada 3 objektif utama dari penggabungan AP I dan AP II menjadi InJourney Airports. Pertama membangun konektivitas udara untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi sekaligus mendorong sektor pariwisata.Kedua, melakukan penataan bandara. Sebab menurutnya Bandara akan menjadi etalase Indonesia bagi para tamu mancanegara yang datang ke Indonesia. Contohnya, beautifikasi terminal Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan optimalisasi kapasitas dan fasilitas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
&quot;Kita diharapkan mampu merubah wajah bangsa melalui bandara, kan ini menjadi etalasenya nih, orang asing masuk Indoensia yang pertama dilihat bandaranya,&quot; lanjutnya.
Ketiga, menciptakan nilai tambah. Sebab lewat penggabungan kedua operator bandara tersebut membuat InJourney Airport sebagai pengelola bandara terbesar ke-5 di dunia dari sisi vaulasi. InJourney Airports sendiri akan mengelola 37 bandara komersial di Indonesia.
Dengan adanya konsolidasi ini InJourney Airports dapat menangani lebih dari 170 juta penumpang per tahun dan akan berada di urutan kelima perusahaan operator bandara terbesar di dunia. &quot;Jadi banyak opportunity yang bisa kita kembangkan dari bergabungnya AP I dan AP II,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi menyatakan bahwa penggabungan Angkasa Pura I dan II tidak berdampak sampai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bahkan, aksi korporasi ini justru membuat peluang kerja yang lebih besar dari pengembangan operator bandara di Indonesia.
&quot;Tidak ada (PHK), kan sekarang sedang berkembang, sedang bagus. Kita justru akan lebih butuh banyak orang lagi,&quot; ujarnya saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (11/9/1024).

BACA JUGA:
Angkasa Pura Resmi Merger, Erick Thohir Pastikan Tak Ada PHK Karyawan

Lebih lanjut, Faik menjelaskan salah satu tujuan penggabungan AP I dan II bukan semata-mata melakukan efisiensi. Tapi untuk membesarkan perusahaan operator bandara dalam rangka memperkuat konektivitas udara dan sektor pariwisata.



&quot;Begini, kita itu menggabung karena kita mau jadi besar. Memang ada perusahaan yang merger karena mau efisien, tapi kalau kita tidak, karena mau semakin besar,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Pantun Perpisahan Erick Thohir ke Anggota DPR

Menurut Faik, setidaknya ada 3 objektif utama dari penggabungan AP I dan AP II menjadi InJourney Airports. Pertama membangun konektivitas udara untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi sekaligus mendorong sektor pariwisata.Kedua, melakukan penataan bandara. Sebab menurutnya Bandara akan menjadi etalase Indonesia bagi para tamu mancanegara yang datang ke Indonesia. Contohnya, beautifikasi terminal Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan optimalisasi kapasitas dan fasilitas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
&quot;Kita diharapkan mampu merubah wajah bangsa melalui bandara, kan ini menjadi etalasenya nih, orang asing masuk Indoensia yang pertama dilihat bandaranya,&quot; lanjutnya.
Ketiga, menciptakan nilai tambah. Sebab lewat penggabungan kedua operator bandara tersebut membuat InJourney Airport sebagai pengelola bandara terbesar ke-5 di dunia dari sisi vaulasi. InJourney Airports sendiri akan mengelola 37 bandara komersial di Indonesia.
Dengan adanya konsolidasi ini InJourney Airports dapat menangani lebih dari 170 juta penumpang per tahun dan akan berada di urutan kelima perusahaan operator bandara terbesar di dunia. &quot;Jadi banyak opportunity yang bisa kita kembangkan dari bergabungnya AP I dan AP II,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
