<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Kumpulkan Bos PLN, Pertamina hingga Telkom Jelang Jabatan Berakhir</title><description>Erick Thohir mengumpulkan sejumlah Direktur Utama (Dirut) BUMN</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3061874/erick-thohir-kumpulkan-bos-pln-pertamina-hingga-telkom-jelang-jabatan-berakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3061874/erick-thohir-kumpulkan-bos-pln-pertamina-hingga-telkom-jelang-jabatan-berakhir"/><item><title>Erick Thohir Kumpulkan Bos PLN, Pertamina hingga Telkom Jelang Jabatan Berakhir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3061874/erick-thohir-kumpulkan-bos-pln-pertamina-hingga-telkom-jelang-jabatan-berakhir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3061874/erick-thohir-kumpulkan-bos-pln-pertamina-hingga-telkom-jelang-jabatan-berakhir</guid><pubDate>Kamis 12 September 2024 07:48 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/12/320/3061874/erick-thohir-kumpulkan-bos-pln-pertamina-hingga-telkom-jelang-jabatan-berakhir-0UKAn8IHTG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir Kumpulkan Bos-Bos BUMN. (Foto: Okezone.com/KBUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/12/320/3061874/erick-thohir-kumpulkan-bos-pln-pertamina-hingga-telkom-jelang-jabatan-berakhir-0UKAn8IHTG.jpg</image><title>Erick Thohir Kumpulkan Bos-Bos BUMN. (Foto: Okezone.com/KBUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumpulkan sejumlah Direktur Utama (Dirut) BUMN. Pertemuan tersebut membahas Rencana Jangka Panjang Pembangunan (RJPP) BUMN.
Erick memastikan, semua data, konsep, dan strategi perseroan sudah tersusun rapi sehingga ada tolok ukur dan bisa diterapkan secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan menjelang berakhirnya masa jabatan Erick Thohir pada Oktober 2024 mendatang.
&amp;ldquo;Sore tadi kami menggelar rapat membahas Rencana Jangka Panjang Pembangunan (RJPP) BUMN,&amp;rdquo; ujar Erick melalui akun Instagramnya, Kamis (12/9/2024),

BACA JUGA:
Pantun Perpisahan Erick Thohir ke Anggota DPR

Dari video pendek yang diunggah, nampak beberapa bos-bos BUMN memaparkan RJPP masing-masing perusahaan. Dalam sesi pertama forum tersebut disampaikan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo.
Lalu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Dirut PT Danareksa (Persero) Yadi Jaya Ruchandi, hingga Dirut PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah
&amp;ldquo;Sesi pertama hari ini, RJPP disampaikan para Direktur Utama dari PLN, Danareksa, Pertamina, dan Telkom,&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
Usulan Tambahan Anggaran Rp66 Miliar Ditolak, Erick Thohir: Ini Cobaan

Adapun, RJPP merupakan dokumen perencanaan yang dibuat perusahaan untuk jangka waktu 5&amp;ndash;10 tahun ke depan. Dokumen tersebut penting lantaran menjadi acuan bagi perusahaan dalam pengambilan setiap keputusan dan pelaksanaan kegiatannya.
Karena itu, dalam rapat dengan Menteri BUMN, Darmawan Prasodjo memaparkan bahwa target utama PLN hingga 2028 meningkatkan digitalisasi dan pertumbuhan bisnis.&quot;Goal kami di tahun 2028 Pak, ini dari growth kita ada peningkatan, kemudian digitalisasi dari PLN Mobile, kemudian bagaimana kami lebih kuat lagi menjadi perusahaan yang berorientasi kepada masa depan,&quot; ucap Darmawan.
Hal senada juga disampaikan Nicke Widyawati. Menurutnya, Pertamina akan fokus pada beberapa aspek utama selama lima tahun ke depan. Seperti, meningkatkam kapasitas untuk menurunkan impor growth, gasoline dan elpiji.
Lalu, menurunkan emisi karbon terkait dengan misi net zero emission. &quot;Jadi ada karbonisasi dari existing operation dan ketiga adalah hilirisasi dari oil dan gas karena kebutuhan BBM-nya akan menurun,&quot; beber Nicke.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumpulkan sejumlah Direktur Utama (Dirut) BUMN. Pertemuan tersebut membahas Rencana Jangka Panjang Pembangunan (RJPP) BUMN.
Erick memastikan, semua data, konsep, dan strategi perseroan sudah tersusun rapi sehingga ada tolok ukur dan bisa diterapkan secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan menjelang berakhirnya masa jabatan Erick Thohir pada Oktober 2024 mendatang.
&amp;ldquo;Sore tadi kami menggelar rapat membahas Rencana Jangka Panjang Pembangunan (RJPP) BUMN,&amp;rdquo; ujar Erick melalui akun Instagramnya, Kamis (12/9/2024),

BACA JUGA:
Pantun Perpisahan Erick Thohir ke Anggota DPR

Dari video pendek yang diunggah, nampak beberapa bos-bos BUMN memaparkan RJPP masing-masing perusahaan. Dalam sesi pertama forum tersebut disampaikan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo.
Lalu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Dirut PT Danareksa (Persero) Yadi Jaya Ruchandi, hingga Dirut PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah
&amp;ldquo;Sesi pertama hari ini, RJPP disampaikan para Direktur Utama dari PLN, Danareksa, Pertamina, dan Telkom,&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
Usulan Tambahan Anggaran Rp66 Miliar Ditolak, Erick Thohir: Ini Cobaan

Adapun, RJPP merupakan dokumen perencanaan yang dibuat perusahaan untuk jangka waktu 5&amp;ndash;10 tahun ke depan. Dokumen tersebut penting lantaran menjadi acuan bagi perusahaan dalam pengambilan setiap keputusan dan pelaksanaan kegiatannya.
Karena itu, dalam rapat dengan Menteri BUMN, Darmawan Prasodjo memaparkan bahwa target utama PLN hingga 2028 meningkatkan digitalisasi dan pertumbuhan bisnis.&quot;Goal kami di tahun 2028 Pak, ini dari growth kita ada peningkatan, kemudian digitalisasi dari PLN Mobile, kemudian bagaimana kami lebih kuat lagi menjadi perusahaan yang berorientasi kepada masa depan,&quot; ucap Darmawan.
Hal senada juga disampaikan Nicke Widyawati. Menurutnya, Pertamina akan fokus pada beberapa aspek utama selama lima tahun ke depan. Seperti, meningkatkam kapasitas untuk menurunkan impor growth, gasoline dan elpiji.
Lalu, menurunkan emisi karbon terkait dengan misi net zero emission. &quot;Jadi ada karbonisasi dari existing operation dan ketiga adalah hilirisasi dari oil dan gas karena kebutuhan BBM-nya akan menurun,&quot; beber Nicke.</content:encoded></item></channel></rss>
