<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mangkrak 6 Tahun, Proyek Raksasa Lotte Chemical Rp59,3 Triliun Siap Produksi Maret 2025</title><description>Proyek raksasa senilai Rp59,37 triliun milik PT Lotte Chemical Indonesia (PT LCI) akhirnya siap beroperasi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062026/mangkrak-6-tahun-proyek-raksasa-lotte-chemical-rp59-3-triliun-siap-produksi-maret-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062026/mangkrak-6-tahun-proyek-raksasa-lotte-chemical-rp59-3-triliun-siap-produksi-maret-2025"/><item><title>Mangkrak 6 Tahun, Proyek Raksasa Lotte Chemical Rp59,3 Triliun Siap Produksi Maret 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062026/mangkrak-6-tahun-proyek-raksasa-lotte-chemical-rp59-3-triliun-siap-produksi-maret-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062026/mangkrak-6-tahun-proyek-raksasa-lotte-chemical-rp59-3-triliun-siap-produksi-maret-2025</guid><pubDate>Kamis 12 September 2024 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/12/320/3062026/mangkrak-6-tahun-proyek-raksasa-lotte-chemical-rp59-3-triliun-siap-produksi-maret-2025-p8CCFMaYNV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek Raksasa Lotte Chemical Segera Rampung. (foto: okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/12/320/3062026/mangkrak-6-tahun-proyek-raksasa-lotte-chemical-rp59-3-triliun-siap-produksi-maret-2025-p8CCFMaYNV.jpg</image><title>Proyek Raksasa Lotte Chemical Segera Rampung. (foto: okezone.com)</title></images><description>JAKARTA -  Proyek raksasa senilai Rp59,37 triliun milik PT Lotte Chemical Indonesia (PT LCI) akhirnya siap beroperasi. Setelah mangkrak selama enam tahun, proyek Lotte Chemical mulai produksi 2025.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, perusahaan tersebut akan memulai produksi komersialnya pada Maret 2025.
&quot;Saya sangat mengapresiasi PT Lotte Chemical Indonesia juga dukungan dari pemerintah daerah sehingga pembangunan pabrik petrokimia ini sudah hampir selesai, kurang lebih 98,7%. Diharapkan bulan Maret nanti sudah mulai produksi dan bulan Mei sudah mulai ekspor,&quot; ujarnya, Rabu (11/9/2024).

BACA JUGA:
Bahlil Pastikan Proyek Lotte Chemical Cilegon Rampung 2025

PT LCI merupakan salah satu proyek investasi yang berhasil difasilitasi pemerintah pasca pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2021. Setelah menghadapi berbagai kendala perizinan dan tumpang tindih lahan, proyek ini berhasil dimulai kembali konstruksinya pada April 2022.
Proyek PT LCI mencakup pembangunan fasilitas petrokimia untuk memproduksi polypropylene serta produk hilir lainnya seperti butadiene, dan BTX (benzene, toluene, xylene). Produk-produk ini akan menjadi bahan baku penting bagi berbagai industri seperti pembuatan botol, ban, cat, peralatan medis, hingga pengusir serangga.
&quot;Industri ini sangat penting untuk hilirisasi di Indonesia. Tentunya di saat yang bersamaan, perusahaan juga menyerap 14 ribu tenaga kerja. Hanya 4% tenaga kerja dari Korea. Dari segi penyerapan tenaga kerja, teknologi, industrialisasi, dan ekspor, ini memberi dampak positif bagi Indonesia, terutama di daerah Cilegon,&quot; ungkap Rosan.

BACA JUGA:
Baru Jadi Menteri Investasi, Rosan Pamit ke DPR

Rosan juga menekankan bahwa pemerintah memiliki kebijakan insentif super tax deduction hingga 200% bagi perusahan yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Hal ini menjadi wujud upaya Pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa tidak hanya perusahaan yang tumbuh dan berkembang tetapi juga sumber daya manusia di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, President Director PT LCI Yim Dong Hee, juga mengapresiasi kehadiran Menteri Investasi/Kepala BKPM ke fasilitas produksi LCI hari ini. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah atas setiap perkembangan investasi yang terjadi di LCI.&quot;Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Investasi dan pemerintah daerah. Tahun depan, kami siap berproduksi, kami harap dapat kembali mengundang pemerintah ke sini,&quot; ujar Yim Dong Hee.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, investasi PT Lotte Chemical Indonesia tercatat sebagai penanaman modal asing (PMA) asal Malaysia, karena mayoritas pemegang saham (51%) adalah Lotte Chemical Titan Holding Bhd, yang berbasis di Malaysia. Selama 10 tahun terakhir, Malaysia menempati peringkat kelima sebagai negara asal Foreign Direct Investment (FDI) terbesar di Indonesia, dengan total investasi mencapai USD21,86 miliar.
Korea Selatan, sebagai negara asal pemegang saham minoritas di PT LCI, menempati peringkat ketujuh dengan total investasi sebesar USD18,20 miliar. Kehadiran kedua negara ini dalam proyek petrokimia strategis menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap potensi pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA -  Proyek raksasa senilai Rp59,37 triliun milik PT Lotte Chemical Indonesia (PT LCI) akhirnya siap beroperasi. Setelah mangkrak selama enam tahun, proyek Lotte Chemical mulai produksi 2025.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, perusahaan tersebut akan memulai produksi komersialnya pada Maret 2025.
&quot;Saya sangat mengapresiasi PT Lotte Chemical Indonesia juga dukungan dari pemerintah daerah sehingga pembangunan pabrik petrokimia ini sudah hampir selesai, kurang lebih 98,7%. Diharapkan bulan Maret nanti sudah mulai produksi dan bulan Mei sudah mulai ekspor,&quot; ujarnya, Rabu (11/9/2024).

BACA JUGA:
Bahlil Pastikan Proyek Lotte Chemical Cilegon Rampung 2025

PT LCI merupakan salah satu proyek investasi yang berhasil difasilitasi pemerintah pasca pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2021. Setelah menghadapi berbagai kendala perizinan dan tumpang tindih lahan, proyek ini berhasil dimulai kembali konstruksinya pada April 2022.
Proyek PT LCI mencakup pembangunan fasilitas petrokimia untuk memproduksi polypropylene serta produk hilir lainnya seperti butadiene, dan BTX (benzene, toluene, xylene). Produk-produk ini akan menjadi bahan baku penting bagi berbagai industri seperti pembuatan botol, ban, cat, peralatan medis, hingga pengusir serangga.
&quot;Industri ini sangat penting untuk hilirisasi di Indonesia. Tentunya di saat yang bersamaan, perusahaan juga menyerap 14 ribu tenaga kerja. Hanya 4% tenaga kerja dari Korea. Dari segi penyerapan tenaga kerja, teknologi, industrialisasi, dan ekspor, ini memberi dampak positif bagi Indonesia, terutama di daerah Cilegon,&quot; ungkap Rosan.

BACA JUGA:
Baru Jadi Menteri Investasi, Rosan Pamit ke DPR

Rosan juga menekankan bahwa pemerintah memiliki kebijakan insentif super tax deduction hingga 200% bagi perusahan yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Hal ini menjadi wujud upaya Pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa tidak hanya perusahaan yang tumbuh dan berkembang tetapi juga sumber daya manusia di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, President Director PT LCI Yim Dong Hee, juga mengapresiasi kehadiran Menteri Investasi/Kepala BKPM ke fasilitas produksi LCI hari ini. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah atas setiap perkembangan investasi yang terjadi di LCI.&quot;Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Investasi dan pemerintah daerah. Tahun depan, kami siap berproduksi, kami harap dapat kembali mengundang pemerintah ke sini,&quot; ujar Yim Dong Hee.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, investasi PT Lotte Chemical Indonesia tercatat sebagai penanaman modal asing (PMA) asal Malaysia, karena mayoritas pemegang saham (51%) adalah Lotte Chemical Titan Holding Bhd, yang berbasis di Malaysia. Selama 10 tahun terakhir, Malaysia menempati peringkat kelima sebagai negara asal Foreign Direct Investment (FDI) terbesar di Indonesia, dengan total investasi mencapai USD21,86 miliar.
Korea Selatan, sebagai negara asal pemegang saham minoritas di PT LCI, menempati peringkat ketujuh dengan total investasi sebesar USD18,20 miliar. Kehadiran kedua negara ini dalam proyek petrokimia strategis menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap potensi pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
