<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penduduk Jakarta 10,7 Juta Orang, Pegang Peran Penting Ekonomi RI</title><description>Jakarta masih memegang peran penting bagi perekonomian Nasional meski tak lagi menjadi Ibu Kota Negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062091/penduduk-jakarta-10-7-juta-orang-pegang-peran-penting-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062091/penduduk-jakarta-10-7-juta-orang-pegang-peran-penting-ekonomi-ri"/><item><title>Penduduk Jakarta 10,7 Juta Orang, Pegang Peran Penting Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062091/penduduk-jakarta-10-7-juta-orang-pegang-peran-penting-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062091/penduduk-jakarta-10-7-juta-orang-pegang-peran-penting-ekonomi-ri</guid><pubDate>Minggu 15 September 2024 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/12/320/3062091/penduduk-jakarta-10-7-juta-orang-pegang-peran-penting-ekonomi-ri-LJzpELyBU5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jakarta masih pegang peran penting di Ekonomi Nasional (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/12/320/3062091/penduduk-jakarta-10-7-juta-orang-pegang-peran-penting-ekonomi-ri-LJzpELyBU5.jpg</image><title>Jakarta masih pegang peran penting di Ekonomi Nasional (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jakarta masih memegang peran penting bagi perekonomian Nasional meski tak lagi menjadi Ibu Kota Negara (IKN). Saat ini jumlah penduduk Jakarta mencapai 10,7 juta jiwa.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati mengatakan, Jakarta tetap memainkan peran penting sebagai pusat perdagangan, jasa keuangan, dan bisnis, meskipun ibu kota negara dipindahkan ke Kalimantan. Jakarta akan bertransformasi menjadi kota global dari perspektif ekonomi dan investasi.

BACA JUGA:
Capaian 10 Tahun Jokowi, dari Pertumbuhan Ekonomi hingga Pembangunan Infrastruktur

&amp;ldquo;Dengan kontribusi sekitar 16.67% terhadap perekonomian nasional dengan jumlah penduduk 10,7 juta jiwa. Jakarta memainkan peran kunci dalam perdagangan dan sirkulasi keuangan Indonesia karena 70% dari jumlah uang beredar negara mengalir melalui Jakarta,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurutnya, aliran dana yang signifikan ini merupakan peran penting Jakarta dalam perekonomian nasional. Memposisikan Jakarta sebagai kota yang sangat diperlukan untuk kemakmuran dan stabilitas Indonesia.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bawa Kabar Buruk soal Perubahan Iklim, Ekonomi Bisa Goyang

Oleh karena itu, transformasi Jakarta sebagai kota global harus memperkuat peran ini untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.  Menurut Kearney, Global City Index (GCI) 2023 Jakarta berada di peringkat ke-74 dari 156 kota.
&amp;ldquo;Karena itu transformasi Jakarta menjadi kota global yang kompetitif akan dicapai dengan memenuhi beberapa kriteria,&amp;rdquo; katanya.Pertama adalah ekonomi yang tangguh dan terhubung secara global, Ini  termasuk skala ekonomi yang kompetitif, potensi ekonomi yang kuat,  tenaga kerja terampil dan kehadiran perusahaan internasional besar di  Jakarta. Kedua adalah penelitian dan inovasi yang andal dan  berkelanjutan,
&amp;ldquo;Penguatan hal ini sangat penting karena Jakarta masih membutuhkan perbaikan yang signifikan dalam indikator ini,&amp;rdquo; ujarnya.
Ketiga, adalah lingkungan hidup yang nyaman, ini melibatkan  pengembangan infrastruktur yang andal, suasana yang aman dan terjamin,  kesehatan dan pendidikan berkualitas tinggi, biaya hidup yang terjangkau  dan juga akses ke informasi.
Keempat adalah tujuan wisata, merupakan bagian penting peningkatan  pariwisata budaya, menyelenggarakan acara internasional dan meningkatkan  infrastruktur wisata seperti stadion, museum, dan juga teater.
Kelima adalah lingkungan yang bersih, nyaman dan berkelanjutan,  memastikan kualitas lingkungan yang sangat baik dan ketahanan terhadap  perubahan iklim.
&amp;ldquo;Dan yang terakhir adalah peningkatan aksesibilitas yang menawarkan  pilihan transportasi yang beragam dan efisien di dalam kota dan akses  mudah bagi pengunjung internasional,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jakarta masih memegang peran penting bagi perekonomian Nasional meski tak lagi menjadi Ibu Kota Negara (IKN). Saat ini jumlah penduduk Jakarta mencapai 10,7 juta jiwa.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati mengatakan, Jakarta tetap memainkan peran penting sebagai pusat perdagangan, jasa keuangan, dan bisnis, meskipun ibu kota negara dipindahkan ke Kalimantan. Jakarta akan bertransformasi menjadi kota global dari perspektif ekonomi dan investasi.

BACA JUGA:
Capaian 10 Tahun Jokowi, dari Pertumbuhan Ekonomi hingga Pembangunan Infrastruktur

&amp;ldquo;Dengan kontribusi sekitar 16.67% terhadap perekonomian nasional dengan jumlah penduduk 10,7 juta jiwa. Jakarta memainkan peran kunci dalam perdagangan dan sirkulasi keuangan Indonesia karena 70% dari jumlah uang beredar negara mengalir melalui Jakarta,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurutnya, aliran dana yang signifikan ini merupakan peran penting Jakarta dalam perekonomian nasional. Memposisikan Jakarta sebagai kota yang sangat diperlukan untuk kemakmuran dan stabilitas Indonesia.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bawa Kabar Buruk soal Perubahan Iklim, Ekonomi Bisa Goyang

Oleh karena itu, transformasi Jakarta sebagai kota global harus memperkuat peran ini untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.  Menurut Kearney, Global City Index (GCI) 2023 Jakarta berada di peringkat ke-74 dari 156 kota.
&amp;ldquo;Karena itu transformasi Jakarta menjadi kota global yang kompetitif akan dicapai dengan memenuhi beberapa kriteria,&amp;rdquo; katanya.Pertama adalah ekonomi yang tangguh dan terhubung secara global, Ini  termasuk skala ekonomi yang kompetitif, potensi ekonomi yang kuat,  tenaga kerja terampil dan kehadiran perusahaan internasional besar di  Jakarta. Kedua adalah penelitian dan inovasi yang andal dan  berkelanjutan,
&amp;ldquo;Penguatan hal ini sangat penting karena Jakarta masih membutuhkan perbaikan yang signifikan dalam indikator ini,&amp;rdquo; ujarnya.
Ketiga, adalah lingkungan hidup yang nyaman, ini melibatkan  pengembangan infrastruktur yang andal, suasana yang aman dan terjamin,  kesehatan dan pendidikan berkualitas tinggi, biaya hidup yang terjangkau  dan juga akses ke informasi.
Keempat adalah tujuan wisata, merupakan bagian penting peningkatan  pariwisata budaya, menyelenggarakan acara internasional dan meningkatkan  infrastruktur wisata seperti stadion, museum, dan juga teater.
Kelima adalah lingkungan yang bersih, nyaman dan berkelanjutan,  memastikan kualitas lingkungan yang sangat baik dan ketahanan terhadap  perubahan iklim.
&amp;ldquo;Dan yang terakhir adalah peningkatan aksesibilitas yang menawarkan  pilihan transportasi yang beragam dan efisien di dalam kota dan akses  mudah bagi pengunjung internasional,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
