<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sistem Jual Beli Kripto Indodax Diretas, Bagaimana Nasib Aset Nasabah?</title><description>Sistem transaksi aset kripto PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) diduga mengalami peretasan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062143/sistem-jual-beli-kripto-indodax-diretas-bagaimana-nasib-aset-nasabah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062143/sistem-jual-beli-kripto-indodax-diretas-bagaimana-nasib-aset-nasabah"/><item><title>Sistem Jual Beli Kripto Indodax Diretas, Bagaimana Nasib Aset Nasabah?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062143/sistem-jual-beli-kripto-indodax-diretas-bagaimana-nasib-aset-nasabah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062143/sistem-jual-beli-kripto-indodax-diretas-bagaimana-nasib-aset-nasabah</guid><pubDate>Kamis 12 September 2024 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/12/320/3062143/sistem-jual-beli-kripto-indodax-diretas-bagaimana-nasib-aset-nasabah-dYiJzJFLfS.png" expression="full" type="image/jpeg">Sistem Jual Beli Kripto Indodax Diretas (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/12/320/3062143/sistem-jual-beli-kripto-indodax-diretas-bagaimana-nasib-aset-nasabah-dYiJzJFLfS.png</image><title>Sistem Jual Beli Kripto Indodax Diretas (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Sistem transaksi aset kripto PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) diduga mengalami peretasan. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kasan mengimbau pelanggan Indodax tidak panik terkait dugaan peretasan yang terjadi.

Kasan mengatakan Bappebti mendapatkan laporan bahwa salah satu calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK), yaitu Indodax mengalami peretasan pada sistem transaksi aset kripto. Bappebti, sebut Kasan, telah berkoordinasi dan meminta Indodax untuk mengklarifikasi kasus tersebut.

&quot;Saat ini, Indodax sedang dalam proses investigasi terhadap sistem yang diduga mengalami peretasan tersebut,&quot; ujar Kasan melalui keterangan di Jakarta, Kamis (12/9/2024).

BACA JUGA:
Nilai Transaksi Aset Kripto di RI Rp344 Triliun, Naik 353,94% pada 2024


Kasan juga menjelaskan Indodax kini tengah melakukan penutupan sistem secara menyeluruh untuk memastikan semua sistem beroperasi dengan baik. &quot;Untuk itu, Bappebti mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan Indodax, agar tetap tenang dan tidak panik,&quot; katanya.

Sementara itu, CEO Indodax Oscar Darmawan membenarkan bahwa pihaknya diduga mengalami peretasan.

&quot;Sistem transaksi kami betul diduga mengalami peretasan. Untuk itu, kami melakukan investigasi dan pemeliharaan menyeluruh terhadap sistem yang ada,&quot; kata Oscar.

BACA JUGA:
OJK Targetkan Transformasi Besar di Sektor Keuangan Digital dan Aset Kripto dalam 5 Tahun


Terkait investigasi tersebut, selama proses berlangsung platform web dan aplikasi Indodax tidak dapat diakses.

&quot;Namun, tidak perlu khawatir, karena kami pastikan bahwa saldo pelanggan akan aman, baik secara kripto maupun rupiah,&quot; ucap Oscar dilansir Antara.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sistem transaksi aset kripto PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) diduga mengalami peretasan. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kasan mengimbau pelanggan Indodax tidak panik terkait dugaan peretasan yang terjadi.

Kasan mengatakan Bappebti mendapatkan laporan bahwa salah satu calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK), yaitu Indodax mengalami peretasan pada sistem transaksi aset kripto. Bappebti, sebut Kasan, telah berkoordinasi dan meminta Indodax untuk mengklarifikasi kasus tersebut.

&quot;Saat ini, Indodax sedang dalam proses investigasi terhadap sistem yang diduga mengalami peretasan tersebut,&quot; ujar Kasan melalui keterangan di Jakarta, Kamis (12/9/2024).

BACA JUGA:
Nilai Transaksi Aset Kripto di RI Rp344 Triliun, Naik 353,94% pada 2024


Kasan juga menjelaskan Indodax kini tengah melakukan penutupan sistem secara menyeluruh untuk memastikan semua sistem beroperasi dengan baik. &quot;Untuk itu, Bappebti mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan Indodax, agar tetap tenang dan tidak panik,&quot; katanya.

Sementara itu, CEO Indodax Oscar Darmawan membenarkan bahwa pihaknya diduga mengalami peretasan.

&quot;Sistem transaksi kami betul diduga mengalami peretasan. Untuk itu, kami melakukan investigasi dan pemeliharaan menyeluruh terhadap sistem yang ada,&quot; kata Oscar.

BACA JUGA:
OJK Targetkan Transformasi Besar di Sektor Keuangan Digital dan Aset Kripto dalam 5 Tahun


Terkait investigasi tersebut, selama proses berlangsung platform web dan aplikasi Indodax tidak dapat diakses.

&quot;Namun, tidak perlu khawatir, karena kami pastikan bahwa saldo pelanggan akan aman, baik secara kripto maupun rupiah,&quot; ucap Oscar dilansir Antara.
</content:encoded></item></channel></rss>
