<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Singgung Krisis Ekonomi, Presiden Jokowi: 96 Negara Jadi Pasien IMF</title><description>Presiden Jokowi menyinggung soal krisis ekonomi yang melanda sejumlah negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062178/singgung-krisis-ekonomi-presiden-jokowi-96-negara-jadi-pasien-imf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062178/singgung-krisis-ekonomi-presiden-jokowi-96-negara-jadi-pasien-imf"/><item><title>Singgung Krisis Ekonomi, Presiden Jokowi: 96 Negara Jadi Pasien IMF</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062178/singgung-krisis-ekonomi-presiden-jokowi-96-negara-jadi-pasien-imf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/320/3062178/singgung-krisis-ekonomi-presiden-jokowi-96-negara-jadi-pasien-imf</guid><pubDate>Kamis 12 September 2024 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/12/320/3062178/singgung-krisis-ekonomi-presiden-jokowi-96-negara-jadi-pasien-imf-j96OMZyE3N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi singgung krisis ekonomi di sejumlah negara (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/12/320/3062178/singgung-krisis-ekonomi-presiden-jokowi-96-negara-jadi-pasien-imf-j96OMZyE3N.jpg</image><title>Jokowi singgung krisis ekonomi di sejumlah negara (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi menyinggung soal krisis ekonomi yang melanda sejumlah negara. Dia menyebut banyak negara di dunia masih berjuang mengatasi krisis ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, lonjakan inflasi, dan pengangguran.
Kondisi dunia yang tidak baik-baik saja ini, terang Jokowi, membutuhkan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, dengan harapan dapat terwujud ketahanan dan stabilitas ekonomi.

BACA JUGA:
RI Deflasi 4 Bulan Berturut, Terparah sejak Krisis 1997


&quot;Dampak dari Covid-19 itu sampai sekarang belum berhenti terhadap growth, terhadap inflasi, terhadap pengangguran, terhadap lapangan kerja dampaknya sampai sekarang di negara lain masih berdampak dan dirasakan langsung oleh rakyat. Betapa beratnya,&quot; kata Jokowi dalam Pengarahan Presiden Jokowi Kepada Pejabat TNI dan Polri, Istana Negara IKN, Kamis (12/9/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNC8xLzE4MjExMS81L3g5MHYzNzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketidakpastian ekonomi membuat negara-negara masuk dalam jeratan utang Dana Moneter Internasional (IMF). Jokowi mengulangi lagi pernyataan lamanya, bahwa terdapat 96 negara yang menjadi pasien IMF.

BACA JUGA:
Ketua MPR Bamsoet Wanti-Wanti Krisis Pangan, RI Jangan Andalkan Impor


&quot;Saudara-saudara bisa buka di Google kondisi sekarang di Eropa, di Amerika, seperti apa kondisi di beberapa negara di Afrika seperti apa tidak mudah 96 negara masuk menjadi pasiennya IMF,&quot; terangnya.
Di hadapan TNI dan Polri, Jokowi meminta aparat untuk bersinergi  menjaga stabilitas ekonomi yang dibutuhkan dalam mengakselerasi  pembangunan.
&quot;Untuk menjaga stabilitas itu butuh TNI dan Polri yang profesional  butuh TNI dan Polri yang dipercaya oleh rakyat  Sekali lagi apalagi di  tengah dunia yang sedang baik-baik saja,&quot; tutur Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi menyinggung soal krisis ekonomi yang melanda sejumlah negara. Dia menyebut banyak negara di dunia masih berjuang mengatasi krisis ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, lonjakan inflasi, dan pengangguran.
Kondisi dunia yang tidak baik-baik saja ini, terang Jokowi, membutuhkan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, dengan harapan dapat terwujud ketahanan dan stabilitas ekonomi.

BACA JUGA:
RI Deflasi 4 Bulan Berturut, Terparah sejak Krisis 1997


&quot;Dampak dari Covid-19 itu sampai sekarang belum berhenti terhadap growth, terhadap inflasi, terhadap pengangguran, terhadap lapangan kerja dampaknya sampai sekarang di negara lain masih berdampak dan dirasakan langsung oleh rakyat. Betapa beratnya,&quot; kata Jokowi dalam Pengarahan Presiden Jokowi Kepada Pejabat TNI dan Polri, Istana Negara IKN, Kamis (12/9/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNC8xLzE4MjExMS81L3g5MHYzNzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketidakpastian ekonomi membuat negara-negara masuk dalam jeratan utang Dana Moneter Internasional (IMF). Jokowi mengulangi lagi pernyataan lamanya, bahwa terdapat 96 negara yang menjadi pasien IMF.

BACA JUGA:
Ketua MPR Bamsoet Wanti-Wanti Krisis Pangan, RI Jangan Andalkan Impor


&quot;Saudara-saudara bisa buka di Google kondisi sekarang di Eropa, di Amerika, seperti apa kondisi di beberapa negara di Afrika seperti apa tidak mudah 96 negara masuk menjadi pasiennya IMF,&quot; terangnya.
Di hadapan TNI dan Polri, Jokowi meminta aparat untuk bersinergi  menjaga stabilitas ekonomi yang dibutuhkan dalam mengakselerasi  pembangunan.
&quot;Untuk menjaga stabilitas itu butuh TNI dan Polri yang profesional  butuh TNI dan Polri yang dipercaya oleh rakyat  Sekali lagi apalagi di  tengah dunia yang sedang baik-baik saja,&quot; tutur Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
