<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IKN Rampung 20 Tahun Lagi, Jokowi Ingat Janji Prabowo Percepat Pembangunan Ibu Kota Baru</title><description>Presiden Jokowi meyakini pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal dipercepat Presiden Prabowo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/470/3062223/ikn-rampung-20-tahun-lagi-jokowi-ingat-janji-prabowo-percepat-pembangunan-ibu-kota-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/470/3062223/ikn-rampung-20-tahun-lagi-jokowi-ingat-janji-prabowo-percepat-pembangunan-ibu-kota-baru"/><item><title>IKN Rampung 20 Tahun Lagi, Jokowi Ingat Janji Prabowo Percepat Pembangunan Ibu Kota Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/470/3062223/ikn-rampung-20-tahun-lagi-jokowi-ingat-janji-prabowo-percepat-pembangunan-ibu-kota-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/12/470/3062223/ikn-rampung-20-tahun-lagi-jokowi-ingat-janji-prabowo-percepat-pembangunan-ibu-kota-baru</guid><pubDate>Kamis 12 September 2024 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/12/470/3062223/ikn-rampung-20-tahun-lagi-jokowi-ingat-janji-prabowo-percepat-pembangunan-ibu-kota-baru-tSubBktiYb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi yakin pembangunan IKN dilanjutkan Prabowo (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/12/470/3062223/ikn-rampung-20-tahun-lagi-jokowi-ingat-janji-prabowo-percepat-pembangunan-ibu-kota-baru-tSubBktiYb.jpg</image><title>Jokowi yakin pembangunan IKN dilanjutkan Prabowo (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi meyakini pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal dipercepat Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Sebab menurutnya, pembangunan Ibukota baru tersebut tidak akan cukup hanya dengan satu periode kepemimpinannya, sehingga perlu keberlanjutan untuk membangun proyek tersebut. Terutama diperlukannya dukungan anggaran Pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur dasar yang tidak cocok untuk investor.

BACA JUGA:
Pesawat Mendarat Perdana di Bandara IKN, Basuki: Testimoni Pilot Aspalnya Menggigit


&quot;IKN ini belum jadi masih dalam proses pembangunan, mungkin bisa memakan waktu 10 tahun, 15 tahun dan bahkan 20 tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8xMi8xLzE4NTA3Ny8zL3pKTktJNGg3WnFr&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meskipun saya meyakini bapak presiden terpilih pernah menyampaikan kepada saya &quot;akan saya percepat pak,&quot; kata Presiden Jokowi dalam memberikan arahan kepada Pejabat TNI dan Polri di Istana Negara, Kamis (12/9/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Cerita Diminta Kapolri dan Panglima Beri Arahan ke Pejabat TNI-Polri di IKN


Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan pembangunan IKN menjadi transformasi pembangunan kota-kota di Indonesia. Sebab konsep pembangunannya diarahkan pada pembangunan hijau atau ramah lingkungan.
&quot;Di IKN pembangunan gedungnya harus green building, disini tranportasinya nanti harus tranportasi hijau, pemakaian listrik yang kita ada sekarang ini juga ada dari energi hijau itulah masa depan dunia,&quot; tambahnya.
Sebelumnya, Plt. Kepala OIKN sempat menyebut indeks udara di IKN  lebih baik jika dibandingkan dengan kualitas udara di negara-negara  Eropa. Hal ini berdasarkan pengukuran indeks udara.
Basuki menyebut maksimum indeks udara negara-negara di Eropa yaitu 50  mikrogram/m3. Sedangkan indeks udara di IKN baru sekitar 6 mikrogram/m3  di saat proses konstruksi masih terus berjalan dan belum menjadi sebuah  kota.
&quot;Kalau di Jakarta, indeks udaranya sudah lebih dari 100 mikrogram/m3.  Maksimum harusnya 50 mikrogram/m3 seperti  negara-negara lain di Eropa.  Kalau di sini 6 mikrogram/m3 jadi sangat sehat udaranya, anak-anak  tidak cepat sakit karena polusi udara,&quot; kata Basuki dalam keterangan  resmi, Selasa (13/8).</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi meyakini pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal dipercepat Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Sebab menurutnya, pembangunan Ibukota baru tersebut tidak akan cukup hanya dengan satu periode kepemimpinannya, sehingga perlu keberlanjutan untuk membangun proyek tersebut. Terutama diperlukannya dukungan anggaran Pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur dasar yang tidak cocok untuk investor.

BACA JUGA:
Pesawat Mendarat Perdana di Bandara IKN, Basuki: Testimoni Pilot Aspalnya Menggigit


&quot;IKN ini belum jadi masih dalam proses pembangunan, mungkin bisa memakan waktu 10 tahun, 15 tahun dan bahkan 20 tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8xMi8xLzE4NTA3Ny8zL3pKTktJNGg3WnFr&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meskipun saya meyakini bapak presiden terpilih pernah menyampaikan kepada saya &quot;akan saya percepat pak,&quot; kata Presiden Jokowi dalam memberikan arahan kepada Pejabat TNI dan Polri di Istana Negara, Kamis (12/9/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Cerita Diminta Kapolri dan Panglima Beri Arahan ke Pejabat TNI-Polri di IKN


Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan pembangunan IKN menjadi transformasi pembangunan kota-kota di Indonesia. Sebab konsep pembangunannya diarahkan pada pembangunan hijau atau ramah lingkungan.
&quot;Di IKN pembangunan gedungnya harus green building, disini tranportasinya nanti harus tranportasi hijau, pemakaian listrik yang kita ada sekarang ini juga ada dari energi hijau itulah masa depan dunia,&quot; tambahnya.
Sebelumnya, Plt. Kepala OIKN sempat menyebut indeks udara di IKN  lebih baik jika dibandingkan dengan kualitas udara di negara-negara  Eropa. Hal ini berdasarkan pengukuran indeks udara.
Basuki menyebut maksimum indeks udara negara-negara di Eropa yaitu 50  mikrogram/m3. Sedangkan indeks udara di IKN baru sekitar 6 mikrogram/m3  di saat proses konstruksi masih terus berjalan dan belum menjadi sebuah  kota.
&quot;Kalau di Jakarta, indeks udaranya sudah lebih dari 100 mikrogram/m3.  Maksimum harusnya 50 mikrogram/m3 seperti  negara-negara lain di Eropa.  Kalau di sini 6 mikrogram/m3 jadi sangat sehat udaranya, anak-anak  tidak cepat sakit karena polusi udara,&quot; kata Basuki dalam keterangan  resmi, Selasa (13/8).</content:encoded></item></channel></rss>
