<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tarif KRL Bakal Naik Rp1.000, Ini Kata Kemenhub</title><description>Pemerintah mengkaji kenaikan tarif kereta rel listrik (KRL) sebesar Rp1.000.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/13/320/3062227/tarif-krl-bakal-naik-rp1-000-ini-kata-kemenhub</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/13/320/3062227/tarif-krl-bakal-naik-rp1-000-ini-kata-kemenhub"/><item><title>Tarif KRL Bakal Naik Rp1.000, Ini Kata Kemenhub</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/13/320/3062227/tarif-krl-bakal-naik-rp1-000-ini-kata-kemenhub</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/13/320/3062227/tarif-krl-bakal-naik-rp1-000-ini-kata-kemenhub</guid><pubDate>Jum'at 13 September 2024 03:19 WIB</pubDate><dc:creator>Yaser Rafi Pramudya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/12/320/3062227/tarif-krl-bakal-naik-rp1-000-ini-kata-kemenhub-DlvJRc6qUg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah kaji kenaikan tarif KRL (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/12/320/3062227/tarif-krl-bakal-naik-rp1-000-ini-kata-kemenhub-DlvJRc6qUg.jpg</image><title>Pemerintah kaji kenaikan tarif KRL (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah mengkaji kenaikan tarif kereta rel listrik (KRL) sebesar Rp1.000. Namun masih belum ada keputusan terkait kenaikan harga tiket KRL.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal juga mengungkap soal wacana tarif tiket KRL berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), Risal menyampaikan hal tersebut belum ada.

BACA JUGA:
Harga Tiket KRL Jabodetabek Naik Rp1.000? Ini Penjelasan Kemenhub


&quot;Masih belum ada, pokoknya kita tidak tebak-tebakan dulu. Saya menunggu arahan dulu yang terbaru nantinya,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8wMy80LzE4NDcxNS8zL25NcGVWMnprS29z&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kendati demikian Kemenhub mengakui bahwa pihaknya sudah memiliki kajian terkait untuk menaikkan tarif kereta KRL sebesar Rp1.000.

BACA JUGA:
Pro Kontra Tarif KRL Berbasis NIK, Begini Kata Warga +62


&quot;Ada, kajian itu ada sebenarnya, waktu itu kita mau menaikkan sebanyak Rp1.000. Waktu itu ya Rp1.000-2.000 itu posisinya. Tapi itu belum, untuk penerapannya belum. Kajian itu ada, hanya cuma naik Rp1.000,&quot; kata Risal.
Sebagai informasi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan,  pemberian subsidi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk tiket  kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek pada 2025 masih  bersifat wacana.
Budi mengatakan, memang sedang dilakukan studi agar semua angkutan  umum bersubsidi digunakan oleh orang yang memang sepantasnya mendapatkan  subsidi.
Namun, kata dia, semua opsi yang ada masih bersifat wacana dan belum ada keputusan final.
Baca Selengkapnya: Harga Tiket KRL Jabodetabek Naik Rp1.000? Ini Penjelasan Kemenhub</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah mengkaji kenaikan tarif kereta rel listrik (KRL) sebesar Rp1.000. Namun masih belum ada keputusan terkait kenaikan harga tiket KRL.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal juga mengungkap soal wacana tarif tiket KRL berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), Risal menyampaikan hal tersebut belum ada.

BACA JUGA:
Harga Tiket KRL Jabodetabek Naik Rp1.000? Ini Penjelasan Kemenhub


&quot;Masih belum ada, pokoknya kita tidak tebak-tebakan dulu. Saya menunggu arahan dulu yang terbaru nantinya,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8wMy80LzE4NDcxNS8zL25NcGVWMnprS29z&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kendati demikian Kemenhub mengakui bahwa pihaknya sudah memiliki kajian terkait untuk menaikkan tarif kereta KRL sebesar Rp1.000.

BACA JUGA:
Pro Kontra Tarif KRL Berbasis NIK, Begini Kata Warga +62


&quot;Ada, kajian itu ada sebenarnya, waktu itu kita mau menaikkan sebanyak Rp1.000. Waktu itu ya Rp1.000-2.000 itu posisinya. Tapi itu belum, untuk penerapannya belum. Kajian itu ada, hanya cuma naik Rp1.000,&quot; kata Risal.
Sebagai informasi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan,  pemberian subsidi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk tiket  kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek pada 2025 masih  bersifat wacana.
Budi mengatakan, memang sedang dilakukan studi agar semua angkutan  umum bersubsidi digunakan oleh orang yang memang sepantasnya mendapatkan  subsidi.
Namun, kata dia, semua opsi yang ada masih bersifat wacana dan belum ada keputusan final.
Baca Selengkapnya: Harga Tiket KRL Jabodetabek Naik Rp1.000? Ini Penjelasan Kemenhub</content:encoded></item></channel></rss>
