<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Sembarangan, Pupuk Indonesia Pakai Data Penyaluran Pupuk ke Petani</title><description>PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk tepat sasaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/13/320/3062606/tak-sembarangan-pupuk-indonesia-pakai-data-penyaluran-pupuk-ke-petani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/13/320/3062606/tak-sembarangan-pupuk-indonesia-pakai-data-penyaluran-pupuk-ke-petani"/><item><title>Tak Sembarangan, Pupuk Indonesia Pakai Data Penyaluran Pupuk ke Petani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/13/320/3062606/tak-sembarangan-pupuk-indonesia-pakai-data-penyaluran-pupuk-ke-petani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/13/320/3062606/tak-sembarangan-pupuk-indonesia-pakai-data-penyaluran-pupuk-ke-petani</guid><pubDate>Jum'at 13 September 2024 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Yaser Rafi Pramudya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/13/320/3062606/tak-sembarangan-pupuk-indonesia-pakai-data-penyaluran-pupuk-ke-petani-Ig4h3z1URy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pupuk Indonesia pastikan penyaluran pupuk tepat sasaran (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/13/320/3062606/tak-sembarangan-pupuk-indonesia-pakai-data-penyaluran-pupuk-ke-petani-Ig4h3z1URy.jpg</image><title>Pupuk Indonesia pastikan penyaluran pupuk tepat sasaran (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk tepat sasaran. Perseroan mengaku memiliki data kelompok petani beserta anggotanya.
&amp;ldquo;Jadi tidak semua sembarangan, harus ada pertanggungjawabannya kan sehingga jelas datanya,&amp;rdquo; papar Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Tri Wahyudi Saleh, Jumat (13/9/2024).

BACA JUGA:
Kementan Cetak 1 Juta Hektare Sawah Baru, Pasokan Pupuk Aman?


Tri menjelaskan, Perseroan juga memberikan edukasi kepada para petani bagaimana cara menanam yang benar. Jadi, petani paham kapan waktu pemupukan dan kapan waktu yang tepat untuk panen.
&amp;ldquo;Karena kami membina edukasi pada petani. Jangan sembarangan memupuk, ya. Kita ada prosesnya farming. Kapan memupuknya, kebutuhannya seperti apa. Karena kami siapin mobil uji tanah. Jadi nggak sembarangan kita,&amp;rdquo; jelasnya.

BACA JUGA:
Pupuk Indonesia Lirik Cuan Carbon Capture Storage


Dalam kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta agar petani-petani bisa mengembangkan urban farming di Kota Jakarta. Sebab penilaian kota-kota dunia dapat ditentukan dari adanya penggunaan lahan untuk ketahanan pangan melalui urban farming.
&quot;Tidak 31 kelompok tani ini saja tapi bapak ibu selaku petani bisa mengeluarkan ini kepada warga yang lain di mana kita bisa mengembangkan urban farming kota. Di mana salah satu penilaian kota dunia, urban farming. Menilai seluruh kota dunia adalah menempatkan lahan-lahan bagi kita untuk bisa ketahanan pangan melalui urban farming kota,&quot; ujarnya.
Heru pun pupuk dan benih kepada kelompok tani di Jakarta Selatan.  Pemprov DKI bersama Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, PT Pupuk Indonesia dan  Perumda PAM Jaya menyerahkan 18 ton pupuk kepada 31 kelompok tani di  Kawasan Kelompok Tani Muda Berdaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian  (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati menambahkan Pemprov DKI  Jakarta berupaya memanfaatkan aset yang dimiliki untuk mendorong  kegiatan urban farming.
&quot;Pupuk dan benih yang diberikan kepada petani sangat membantu  mengurangi biaya produksi dan menghemat pengeluaran, sehingga dapat  dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan lain,&quot; ujar Suharini.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk tepat sasaran. Perseroan mengaku memiliki data kelompok petani beserta anggotanya.
&amp;ldquo;Jadi tidak semua sembarangan, harus ada pertanggungjawabannya kan sehingga jelas datanya,&amp;rdquo; papar Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Tri Wahyudi Saleh, Jumat (13/9/2024).

BACA JUGA:
Kementan Cetak 1 Juta Hektare Sawah Baru, Pasokan Pupuk Aman?


Tri menjelaskan, Perseroan juga memberikan edukasi kepada para petani bagaimana cara menanam yang benar. Jadi, petani paham kapan waktu pemupukan dan kapan waktu yang tepat untuk panen.
&amp;ldquo;Karena kami membina edukasi pada petani. Jangan sembarangan memupuk, ya. Kita ada prosesnya farming. Kapan memupuknya, kebutuhannya seperti apa. Karena kami siapin mobil uji tanah. Jadi nggak sembarangan kita,&amp;rdquo; jelasnya.

BACA JUGA:
Pupuk Indonesia Lirik Cuan Carbon Capture Storage


Dalam kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta agar petani-petani bisa mengembangkan urban farming di Kota Jakarta. Sebab penilaian kota-kota dunia dapat ditentukan dari adanya penggunaan lahan untuk ketahanan pangan melalui urban farming.
&quot;Tidak 31 kelompok tani ini saja tapi bapak ibu selaku petani bisa mengeluarkan ini kepada warga yang lain di mana kita bisa mengembangkan urban farming kota. Di mana salah satu penilaian kota dunia, urban farming. Menilai seluruh kota dunia adalah menempatkan lahan-lahan bagi kita untuk bisa ketahanan pangan melalui urban farming kota,&quot; ujarnya.
Heru pun pupuk dan benih kepada kelompok tani di Jakarta Selatan.  Pemprov DKI bersama Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, PT Pupuk Indonesia dan  Perumda PAM Jaya menyerahkan 18 ton pupuk kepada 31 kelompok tani di  Kawasan Kelompok Tani Muda Berdaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian  (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati menambahkan Pemprov DKI  Jakarta berupaya memanfaatkan aset yang dimiliki untuk mendorong  kegiatan urban farming.
&quot;Pupuk dan benih yang diberikan kepada petani sangat membantu  mengurangi biaya produksi dan menghemat pengeluaran, sehingga dapat  dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan lain,&quot; ujar Suharini.</content:encoded></item></channel></rss>
