<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jakarta Terancam Tenggelam, Penduduk Semakin Padat hingga Kemacetan Parah</title><description>Pengelolaan Kota Jakarta harus semakin tepat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/14/470/3061936/jakarta-terancam-tenggelam-penduduk-semakin-padat-hingga-kemacetan-parah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/14/470/3061936/jakarta-terancam-tenggelam-penduduk-semakin-padat-hingga-kemacetan-parah"/><item><title>Jakarta Terancam Tenggelam, Penduduk Semakin Padat hingga Kemacetan Parah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/14/470/3061936/jakarta-terancam-tenggelam-penduduk-semakin-padat-hingga-kemacetan-parah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/14/470/3061936/jakarta-terancam-tenggelam-penduduk-semakin-padat-hingga-kemacetan-parah</guid><pubDate>Sabtu 14 September 2024 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Gibran Khayirah Tavip</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/12/470/3061936/jakarta-terancam-tenggelam-penduduk-semakin-padat-hingga-kemacetan-parah-q5jCmN3v9Y.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Jakarta Terancam Tenggelam, Penduduk Semakin Padat dan Kemacetan Semakin Parah. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/12/470/3061936/jakarta-terancam-tenggelam-penduduk-semakin-padat-hingga-kemacetan-parah-q5jCmN3v9Y.jfif</image><title>Jakarta Terancam Tenggelam, Penduduk Semakin Padat dan Kemacetan Semakin Parah. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pengelolaan Kota Jakarta harus semakin tepat. Pasalnya, kota ini semakin padat penduduk, macet dan banjir dari air laut.
Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonergoro mengatakan, kendala yang dihadapi Jakarta adalah beberapa tantangan signifikan seperti kepadatan penduduk dan kemacetan. Jakarta memiliki lebih dari 10 juta penduduk, dengan hampir 20 juta orang tinggal di sekitarnya di Jabodetabek.
&quot;Dengan jumlah penduduk sebesar itu, tingkat konsentrasi dan urbanisasi cukup tinggi. Kita masih menghadapi masalah lalu lintas, banjir, dan penggunaan lahan yang tidak efisien,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota, Ridwan Kamil: Masih Akan Jadi Pusat Segalanya&amp;nbsp;

Jakarta juga menghadapi tantangan lingkungan, seperti potensi banjir, tidak hanya dari pegunungan, tetapi juga dari laut terkait dengan perubahan iklim, yang tidak bisa kita hindari.
&quot;Ini berarti kita harus melindungi diri dari potensi banjir laut, terutama di bagian utara Jakarta,&quot; ujarnya.
Rencana induk dari pemerintah pusat, seperti yang disebutkan dalam kampanye presiden terpilih, adalah membangun tembok laut raksasa yang tidak hanya melindungi Jakarta dari banjir, tetapi juga membantu menyediakan air bersih.
Menurutnya, penduduk Jakarta masih bergantung pada Waduk Jatiluhur dan air tanah, yang menyebabkan Jakarta terus tenggelam.

BACA JUGA:
Ada SPBU di Jakarta Tak Lagi Jual BBM Pertalite, Begini Kata Pertamina

&quot;Jika pemerintah pusat benar-benar menerapkan ini, saya pikir Jakarta harus memanfaatkannya,&quot; ujarnya.
Namun demikian, Jakarta masih bisa memanfaatkan lahan dengan lebih baik.Pasalnya Jakarta masih memiliki sekitar 5% lahan yang tidak digunakan di Jakarta.&quot;Saya percaya bahwa pembangunan infill adalah strategi kunci untuk regenerasi perkotaan, dengan memanfaatkan lahan yang tidak digunakan atau kosong dalam jaringan perkotaan yang sudah ada, mengoptimalkan penggunaan lahan, dan mengurangi urban sprawl. Strategi ini akan mengatasi penyebaran kota yang tidak terkendali dengan mengembangkan ruang-ruang yang tidak terpakai di dalam kota, menampung pertumbuhan tanpa memperluas batas kota, dan melestarikan area hijau.
Pembangunan infill juga membuat penggunaan infrastruktur lebih efisien dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, menjadikannya solusi yang hemat biaya dan berkelanjutan.
&quot;Ini juga akan meningkatkan kualitas hidup dengan menciptakan pengembangan campuran. Proyek infill meningkatkan walkability, mengurangi kemacetan
lalu lintas, dan meningkatkan ruang publik. Ini juga sejalan dengan tujuan Jakarta untuk menjadi kota yang lebih layak huni dan berdaya saing global,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengelolaan Kota Jakarta harus semakin tepat. Pasalnya, kota ini semakin padat penduduk, macet dan banjir dari air laut.
Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonergoro mengatakan, kendala yang dihadapi Jakarta adalah beberapa tantangan signifikan seperti kepadatan penduduk dan kemacetan. Jakarta memiliki lebih dari 10 juta penduduk, dengan hampir 20 juta orang tinggal di sekitarnya di Jabodetabek.
&quot;Dengan jumlah penduduk sebesar itu, tingkat konsentrasi dan urbanisasi cukup tinggi. Kita masih menghadapi masalah lalu lintas, banjir, dan penggunaan lahan yang tidak efisien,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota, Ridwan Kamil: Masih Akan Jadi Pusat Segalanya&amp;nbsp;

Jakarta juga menghadapi tantangan lingkungan, seperti potensi banjir, tidak hanya dari pegunungan, tetapi juga dari laut terkait dengan perubahan iklim, yang tidak bisa kita hindari.
&quot;Ini berarti kita harus melindungi diri dari potensi banjir laut, terutama di bagian utara Jakarta,&quot; ujarnya.
Rencana induk dari pemerintah pusat, seperti yang disebutkan dalam kampanye presiden terpilih, adalah membangun tembok laut raksasa yang tidak hanya melindungi Jakarta dari banjir, tetapi juga membantu menyediakan air bersih.
Menurutnya, penduduk Jakarta masih bergantung pada Waduk Jatiluhur dan air tanah, yang menyebabkan Jakarta terus tenggelam.

BACA JUGA:
Ada SPBU di Jakarta Tak Lagi Jual BBM Pertalite, Begini Kata Pertamina

&quot;Jika pemerintah pusat benar-benar menerapkan ini, saya pikir Jakarta harus memanfaatkannya,&quot; ujarnya.
Namun demikian, Jakarta masih bisa memanfaatkan lahan dengan lebih baik.Pasalnya Jakarta masih memiliki sekitar 5% lahan yang tidak digunakan di Jakarta.&quot;Saya percaya bahwa pembangunan infill adalah strategi kunci untuk regenerasi perkotaan, dengan memanfaatkan lahan yang tidak digunakan atau kosong dalam jaringan perkotaan yang sudah ada, mengoptimalkan penggunaan lahan, dan mengurangi urban sprawl. Strategi ini akan mengatasi penyebaran kota yang tidak terkendali dengan mengembangkan ruang-ruang yang tidak terpakai di dalam kota, menampung pertumbuhan tanpa memperluas batas kota, dan melestarikan area hijau.
Pembangunan infill juga membuat penggunaan infrastruktur lebih efisien dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, menjadikannya solusi yang hemat biaya dan berkelanjutan.
&quot;Ini juga akan meningkatkan kualitas hidup dengan menciptakan pengembangan campuran. Proyek infill meningkatkan walkability, mengurangi kemacetan
lalu lintas, dan meningkatkan ruang publik. Ini juga sejalan dengan tujuan Jakarta untuk menjadi kota yang lebih layak huni dan berdaya saing global,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
