<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal IPO, InJourney Airports: Masih Akan Dibahas</title><description>PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports buka suara soal  rencana melantai di pasar modal alias initial public offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/15/278/3063217/soal-ipo-injourney-airports-masih-akan-dibahas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/15/278/3063217/soal-ipo-injourney-airports-masih-akan-dibahas"/><item><title>Soal IPO, InJourney Airports: Masih Akan Dibahas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/15/278/3063217/soal-ipo-injourney-airports-masih-akan-dibahas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/15/278/3063217/soal-ipo-injourney-airports-masih-akan-dibahas</guid><pubDate>Minggu 15 September 2024 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/15/278/3063217/soal-ipo-injourney-airports-masih-akan-dibahas-kOocy9yPRu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">InJourney Airports buka suara soal rencana IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/15/278/3063217/soal-ipo-injourney-airports-masih-akan-dibahas-kOocy9yPRu.jpg</image><title>InJourney Airports buka suara soal rencana IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports buka suara soal rencana melantai di pasar modal alias initial public offering (IPO). Rencana IPO ini masih harus dibahas PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney selaku induk perusahaan.
Adapun, InJourney Airports merupakan entitas plat merah berdasarkan gabungan (merger) PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero). Konsolidasi kedua operator bendara itu resmi diumumkan pada awal pekan kemarin.

BACA JUGA:
Angkasa Pura Buka Opsi IPO Melantai di BEI


Penanggung Jawab Sementara (Pgs.) Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim mengatakan, pasca merger pihaknya fokus melakukan penataan internal, sehingga berbagai aksi korporasi, termasuk IPO, masih harus dikaji lebih dulu.
&amp;ldquo;Mengenai aksi korporasi seperti initial public offering ataupun aksi korporasi lainnya akan dibahas lebih lanjut kedepannya bersama dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney selaku induk perusahaan,&amp;rdquo; ujar Arie, Minggu (15/9/2024).

BACA JUGA:
Dana Realisasi IPO BEI Tembus Rp5,15 Triliun di Tengah Dugaan Skandal Gratifikasi


InJourney Airports merupakan subholding sektor jasa kebandarudaraan dan menjadi unit usaha Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata alias InJourney.
Hasil merger Angkasa Pura I dan II itu dipandang sebagai terobosan besar di sektor industri aviasi dan kebandarudaraan. Lantaran, perusahaan akan mengelola 37 bandara komersial di Indonesia.
Hal tersebut sejalan dengan transformasi sektor bandara sebagai satu keharusan, terutama dalam mengoptimalkan bisnis kebandarudaraan nasional, potensi sektor ekonomi, pariwisata, hingga logistik di Tanah Air.
Dengan adanya konsolidasi, InJourney Airports dapat menangani lebih  dari 170 juta penumpang per tahun dan akan berada di urutan kelima  perusahaan operator bandara terbesar di dunia.
Direktur Utama InJourney Dony Oskaria menyebut, penggabungan telah  matang direncanakan dan sesuai dengan ketentuan, serta kesesuaian dengan  prinsip tata kelola yang baik.
Langkah itu juga sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan  konektivitas, aksesibilitas, dan diharapkan mendukung pertumbuhan  ekonomi nasional.
&amp;ldquo;Untuk menyiapkan penggabungan ini, kita sudah melakukan proses  penyelarasan Standar Operasional Prosedur (SOP), sistem IT, sistem  keuangan, hingga operasional bandara yang mana prosesnya telah  berlangsung sejak tahun lalu,&amp;rdquo; ungkap Doni.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports buka suara soal rencana melantai di pasar modal alias initial public offering (IPO). Rencana IPO ini masih harus dibahas PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney selaku induk perusahaan.
Adapun, InJourney Airports merupakan entitas plat merah berdasarkan gabungan (merger) PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero). Konsolidasi kedua operator bendara itu resmi diumumkan pada awal pekan kemarin.

BACA JUGA:
Angkasa Pura Buka Opsi IPO Melantai di BEI


Penanggung Jawab Sementara (Pgs.) Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim mengatakan, pasca merger pihaknya fokus melakukan penataan internal, sehingga berbagai aksi korporasi, termasuk IPO, masih harus dikaji lebih dulu.
&amp;ldquo;Mengenai aksi korporasi seperti initial public offering ataupun aksi korporasi lainnya akan dibahas lebih lanjut kedepannya bersama dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney selaku induk perusahaan,&amp;rdquo; ujar Arie, Minggu (15/9/2024).

BACA JUGA:
Dana Realisasi IPO BEI Tembus Rp5,15 Triliun di Tengah Dugaan Skandal Gratifikasi


InJourney Airports merupakan subholding sektor jasa kebandarudaraan dan menjadi unit usaha Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata alias InJourney.
Hasil merger Angkasa Pura I dan II itu dipandang sebagai terobosan besar di sektor industri aviasi dan kebandarudaraan. Lantaran, perusahaan akan mengelola 37 bandara komersial di Indonesia.
Hal tersebut sejalan dengan transformasi sektor bandara sebagai satu keharusan, terutama dalam mengoptimalkan bisnis kebandarudaraan nasional, potensi sektor ekonomi, pariwisata, hingga logistik di Tanah Air.
Dengan adanya konsolidasi, InJourney Airports dapat menangani lebih  dari 170 juta penumpang per tahun dan akan berada di urutan kelima  perusahaan operator bandara terbesar di dunia.
Direktur Utama InJourney Dony Oskaria menyebut, penggabungan telah  matang direncanakan dan sesuai dengan ketentuan, serta kesesuaian dengan  prinsip tata kelola yang baik.
Langkah itu juga sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan  konektivitas, aksesibilitas, dan diharapkan mendukung pertumbuhan  ekonomi nasional.
&amp;ldquo;Untuk menyiapkan penggabungan ini, kita sudah melakukan proses  penyelarasan Standar Operasional Prosedur (SOP), sistem IT, sistem  keuangan, hingga operasional bandara yang mana prosesnya telah  berlangsung sejak tahun lalu,&amp;rdquo; ungkap Doni.</content:encoded></item></channel></rss>
